Haflah Khotmil Qur’an Gabungan Sekolah Binaan Yayasan Hidayah Klaten Digelar, Prosesi Imtihan Santri Bukan Settingan !
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 13
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten – Ratusan santri meangikuti Haflah Khotmil Qur’an Metode Qiroati yang diselenggarakan Yayasan Hidayah Klaten berlangsung di gedung Sunan Pandanaran, Kamis (14/5/2026). Wisuda ini sebagai bentuk pertanggung jawaban lembaga atas pelaksanaan program membaca al-qur’an dengan metode qiroati di hadapan wali santri yang digelar secara terbuka.
Peserta wisuda adalah 141 santri dari tiga sekolah dasar di bawah Yayasan Hidayah klaten antara lain Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT) Hidayah Klaten Utara, SD IT Hidayah Ngawen dan SD IT Hidayah Ceper. Sebelumnya seluruh santri ditunjukkan kemampuannya membaca Al-Qur’an secara bersama sama dan dilakukan imtihan (ujian) kemampuannya dalam membaca Al-Qur’an oleh para ustadz, kepala sekolah maupun orang tua wali yang hadir dalam Haflah Khotmil Qur’an Metode Qiroati secara acak sesuai dengan nomor urut yang terpasang di dada para wisudawan.
“Imtihan ini real, tidak disipakan atau disetting terlebih dahulu, hadirin yang diberikan kesempatan untuk menguji langsung memilih nomor peserta yang diinginkan, rata rata para santri dapat menjawab sempurna karena pertanyaan tidak jauh dari penguasaan materi membaca al-quran yang mereka dapatkan di sekolah”, kata Ketua Pelaksana Haflah Qiroati, Ustadz Slamet Walyono.
Menurutnya Metode belajar alqur’an Qiraati yang digunakan para santri memiliki kelebihan dimana pendekatan pembelajaran membaca Al-Qur’an yang sangat menekankan pada kefasihan, tajwid praktis, dan ketepatan makhraj sejak dini. Keunggulan utamanya meliputi pendekatan langsung (langsung baca tanpa mengeja), sistematis, dan efektif menciptakan santri yang tartil.
“Karena kelebihan ini membuat metode Qiraati sering dianggap sebagai salah satu metode yang paling efektif untuk menghasilkan bacaan Al-Qur’an yang benar dan standar. Terlebih metode qiroati ini usianya sudah tua dicetuskan pertama tahun 1963”,ucapnya.
Ketua Yayasan Hidayah Klaten, Bambang Junaedi menyatakan kegiatan ini sebagai bentuk syukur atas para santri yang telah menyelesaikan program pembelajaran al-Qur’an di sekolah. Sebagai bentuk syiar dakwah dalam mebumikan al-quran maka haflah khotmil qur’an digabungkan dari beebrapa sekolah binaan Yayasan Hidayah Klaten.
“Harapannya para santri yang telah mengikuti program khotmil qur’an ini sebagai pondasi awal dan dapat bermanfaat di dunia maupun di akhirat. Para santri menjadi pilar yang memperkuat pendidikan agama dan pembentuk karakter bangsa yang berakhlak mulia di tengah tantangan zaman”,pungkasnya. (nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
