Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Featured » ‘Aisyiyah Prihatin Maraknya Kasus Kekerasan Seksual di Dunia Pendidikan, Perlindungan Korban Dipertanyakan!

‘Aisyiyah Prihatin Maraknya Kasus Kekerasan Seksual di Dunia Pendidikan, Perlindungan Korban Dipertanyakan!

  • account_circle Redaksi SieradMU
  • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
  • visibility 181
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

sieradmu.com Yogyakarta – Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak yang belakangan terungkap, termasuk yang terjadi di lingkungan pendidikan termasuk pondok pesantren. Kasus-kasus ini menjadi alarm serius bahwa ruang yang seharusnya menjadi tempat aman bagi tumbuh kembang anak justru dapat menjadi celah terjadinya kekerasan yang melanggar hak dasar anak dan mengancam masa depan anak. Pendidik yang seharusnya menjadi pelindung justru memanfaatkan posisinya untuk melakukan kekerasan seksual.

Ketua Majelis Hukum dan HAM PP ‘Aisyiyah, Henni Wijayanti, mengungkapkan “Dalam banyak kasus, tindak kekerasan pada anak dilakukan oleh orang-orang terdekat atau pihak yang memiliki relasi kuasa terhadap anak, sehingga menempatkan anak dalam posisi rentan dan sulit untuk menyampaikan apa yang dialaminya.” Padahal, imbuhnya, keluarga maupun lembaga pendidikan semestinya menjadi ruang aman yang menjamin perlindungan dan kesejahteraan anak, bukan justru menjadi tempat terjadinya kekerasan.

Menurut Henni, setiap anak berhak tumbuh dan belajar dalam lingkungan yang aman, bermartabat, dan bebas dari ancaman kekerasan seksual. “Ketika kekerasan justru terjadi di lingkungan terdekat, termasuk lembaga pendidikan, maka kita sedang menghadapi persoalan serius yang harus ditangani secara menyeluruh dan tegas,” ujarnya.

Henni, menambahkan bahwa lembaga pendidikan perlu memastikan adanya sistem perlindungan anak yang kuat dan dijalankan secara konsisten. Hal ini mencakup penyusunan serta penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) perlindungan anak dari kekerasan, komitmen kelembagaan yang jelas, dan panduan perilaku bagi seluruh pengelola dan tenaga pendidik, serta standar layanan penanganan yang berpihak kepada korban apabila terjadi kekerasan seksual.

“Perlindungan anak tidak cukup hanya menjadi slogan. Harus ada kebijakan internal yang konkret, mekanisme pencegahan yang jelas, serta sistem respons yang cepat dan berpihak pada korban ketika terjadi kasus,” tambahnya.

PP ‘Aisyiyah juga menegaskan pentingnya implementasi berbagai kebijakan nasional yang telah menjadi payung hukum perlindungan korban, termasuk Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) dan Undang-Undang Perlindungan Anak. Pemerintah dan aparat penegak hukum didorong untuk bertindak tegas terhadap pelaku serta memastikan proses hukum berjalan adil tanpa mengabaikan kepentingan terbaik bagi anak.

Dalam penanganan kasus, pendekatan yang digunakan harus berlandaskan pada hak dan perlindungan khusus anak. Sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 59A Undang-Undang Perlindungan Anak. Disebutkan bahwa anak korban kekerasan berhak memperoleh penanganan secara cepat, pendampingan psikososial, bantuan sosial, serta perlindungan dan bantuan hukum.

Selain itu, anak korban juga harus dijamin keberlanjutan pendidikannya serta mendapatkan perlindungan atas identitas dirinya agar terhindar dari stigma dan dampak sosial yang lebih luas. Siti Kasiyati dari Posbakum ‘Aisyiyah Jawa Tengah menjelaskan bahwa ‘Aisyiyah terus berupaya hadir melalui layanan bantuan hukum dan pendampingan bagi korban maupun keluarga.

“Pendampingan terhadap anak korban tidak cukup hanya pada proses hukum. Anak membutuhkan dukungan psikososial, rasa aman, serta pemulihan agar dapat kembali menjalani kehidupannya dengan baik,” ujar Kasiyati. Di sinilah menurut Kasiyati, pentingnya terjalin kolaborasi antara keluarga, sekolah, pendamping hukum, dan masyarakat.

Lebih lanjut, Kasiyati menyampaikan bahwa melalui Posbakum ‘Aisyiyah, organisasi berupaya memperkuat langkah-langkah pencegahan melalui edukasi perlindungan anak, peningkatan kesadaran masyarakat, serta penyediaan layanan konsultasi dan pendampingan bagi korban kekerasan. “Pendampingan bagi korban dan keluarganya juga penting, agar jangan sampai ada pihak yang mengintimidasi bahkan mengancam korban maupun keluarga sehingga laporan dicabut,” ucap Kasiyati.

Kasiyati juga mendorong terbangunnya lingkungan aman bagi anak, lingkungan yang peduli dan tidak mentoleransi kekerasan dalam bentuk apa pun, dan ketika kasus terjadi korban harus segera mendapatkan perlindungan dan pendampingan yang utuh. (nur)

  • Penulis: Redaksi SieradMU

Rekomendasi Untuk Anda

  • Membanggakan, Peringatan HSN, Ponpes MBS Klaten Runner Up Festival Budaya Santri 2025

    Membanggakan, Peringatan HSN, Ponpes MBS Klaten Runner Up Festival Budaya Santri 2025

    • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 641
    • 0Komentar

    sieradmu.com – Pondok Pesantren Muhammadiyah, MBS Klaten terpilih sebagai runner up (juara kedua) Festival Budaya Santri dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025 tingkat Kabupaten Klaten. Pesantren Para Pencinta Al-Qur’an ini menampilkan kolaburasi kreatifitas para santri yang menggambarkan kehidupan yang menyejukkan di pesantren. Sebanyak 65 kontingen peserta Festival Budaya Santri Kabupaten Klaten 2025 dilepas dari […]

  • Berburu Ghoyong, Makanan Kekinian Khas Betawi di Kampung Ramadhan Masjid Mlinjon

    Berburu Ghoyong, Makanan Kekinian Khas Betawi di Kampung Ramadhan Masjid Mlinjon

    • calendar_month Jumat, 15 Mar 2024
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 1.107
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Selama bulan suci Ramadhan 2024 Masjid Mlinjon , yang berada dikawasan Kota Klaten, Jawa Tengah, kembali menggelar Kampoeng Ramadan. Di tempat ini pengnjung dapat memilih aneka menu buka puasa mulai dari masakan tradisional hingga makanan atau minuman kekinian. Kampoeng Ramadhan Masjid Mlinjon telah dilaksanakan puluhan tahun, beberapa kali sempat ditiadakan karena pandemi […]

  • HBH PCM Gantiwarno, Dahlan Rais Ajak Warga Muhamamdiyah Makmurkan Masjid Hidupkan Ranting

    HBH PCM Gantiwarno, Dahlan Rais Ajak Warga Muhamamdiyah Makmurkan Masjid Hidupkan Ranting

    • calendar_month Minggu, 27 Apr 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 501
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten Suasana Syawal penuh berkah dimanfatkan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gantiwarno menyelenggarakan acara Halalbihalal Keluarga Besar Muhammadiyah Gantiwarno 1446 H pada Ahad (27/4/2025). Kegiatan yang berlangsung khidmat dan semarak ini menjadi momentum mempererat ukhuwah serta memperkuat komitmen dakwah lintas generasi. Kegiatan ini diikuti sekitar 700 (tujuh ratus) orang yang terdiri dari pengurus Muhammadiyah dan […]

  • Zulhaz Pimpin Musyda Bersama 81 DPD, Formatur Terpilih PAN Klaten Siap Laksanakan Perintah DPP

    Zulhaz Pimpin Musyda Bersama 81 DPD, Formatur Terpilih PAN Klaten Siap Laksanakan Perintah DPP

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 449
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Partai Amanat Nasional (PAN) menggelar Musyawarah Daerah (Musda) serentak di empat provinsi—Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Timur, Jambi, dan Jawa Tengah—yang resmi dibuka oleh Ketua Umum DPP PAN, Dr. Zulkifli Hasan, dari kantor DPP PAN di Jakarta pada Sabtu, 15 November. Pembukaan dilakukan secara daring, mencerminkan semakin kuatnya perpaduan teknologi dalam kegiatan politik […]

  • KAI Daop 6 Tanggapi Usulan Anggota DPRRI Soal Penyediaan Gerbong Khusus Perokok

    KAI Daop 6 Tanggapi Usulan Anggota DPRRI Soal Penyediaan Gerbong Khusus Perokok

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 446
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Yogyakarta – PT KAI tanggapi usulan Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat, Nasim Khan, terkait penyediaan kembali gerbong khusus bagi perokok pada layanan kereta jarak jauh. Menurut dia, keberadaan gerbong khusus merokok itu tidak hanya memberikan kenyamanan, tapi juga berpotensi menambah pemasukan bagi KAI. Menanggapi masukan wakil rakyat di Senayan tersebut, KAI Daerah Operasi […]

  • Respon Cepat Gagasan Kemenag RI, PD IGRA Klaten Gelar Workshop Penerapan 5 Pilar KBC

    Respon Cepat Gagasan Kemenag RI, PD IGRA Klaten Gelar Workshop Penerapan 5 Pilar KBC

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Ribuan guru Roudhlotul Athfal dan Bustanul Athfal di Kabupaten Klaten mengikuti Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang digagas Kementrian Agama Republik Indonesia berlansung di Gedung Al-Ikhlas, Kantor Kementrian Agama Klaten, 12-13 Mei 2026. Implementasi Kurikulum Cinta diharapkan dapat membawa perubahan nyata dalam kehidupan sosial, baik dalam konteks keagamaan, hubungan kemanusiaan, maupun […]

expand_less