MBS Klaten Adakan Parenting Perdana Bersama Wali Santri Baru, Intinya Menyamakan Persepsi Terkait Tataib di Pesantren
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month 11 menit yang lalu
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten – Pondok Pesantren Muhammadiyah (Muhammadiyah Boarding School) MBS Klaten pagi tadi (17/5/2026) menghadirkan orang tua atau wali santri baru tahun ajaran 2026/2027 di aula Kampus I MBS Klaten. Pertemuan ini menjadi bagian dari ikhtiar pondok pesantren dalam rangka mengemban amanah menjadikan para santri menjadi generasi pencinta Al-Quran melalui pembelajaran boarding.
Ketua Panitia Penerimaan Santri Baru (PSB) untuk Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Klaten Ustadz Yahya Ilma melaporkan sampai dengan pertengahan Mei ini tercatat 100 calon santri baru yang memilih melanjutkan pendidikannya di MBS Klaten. Dari jumlah tersebut diketahui titik terjauh asal calon santri baru MBS Klaten 2026/2027 berasal dari Papua Barat dan Daerah Istimewa Aceh.
“Wali santri yang hadir kali ini sebagian besar yang mendaftar langsung ke kampus MBS Klaten, diwilayah Solo Raya, sementara yang jauh dan mengikuti kegiatan ini melalui online mengikuti pertemuan ini secara virtual melalui live streaming di kanal MBS Klaten Official”,katanya.
Meskipun sudah dilakukan parenting perdana menurutnya, Panitia PSB MBS Klaten tetap masih membuka pendaftaran bagi calon santri baru yang ingin bergabung bersama MBS Klaten untuk tahun ajaran 2026/2027 ini.
“Kuota masih ada dan waktu pendaftaran masih diperpanjang untuk memenuhi kuota dua kelas lagi, silahkan para calon santri baru bisa langsung datang ke MBS atau mendaftar secara online melalui link:https;//bit.ly/psbmbsklaten2026”,ucapnya.
Mudir MBS Klaten, Ustadz KH Fachrudin Sasmita L.C menekankan pentingnya kolaborasi antara pesantren dan wali santri. Tiga pilar penting tercapainya pendidikan tidak lepas dari lembaga dalam hal ini MBS Klaten, santri dan orang tua atau wali santri.
“Kepercayaan wali santri menjadi faktor utama keberhasilan pendidikan di pesantren. Kepercayaan inilah yang nanti akan memberikan motivasi tinggi, baik bagi pihak pondok maupun santri, sehingga mereka bisa menjalani proses pendidikan dengan baik dan optimal. Untuk itu sinergitas antara lembaga dengan wali santri harus dimulai sejak dini”,ujarnya.
Mudir menyebut pertemuan ini skelaigus sebagai ruang untuk melakukan diskusi bersama, membangun persepsi bersama antar MBS dengan wali santri terkait tata tertib yang wajib ditaati para santri dan wali selama menjalani pendidikan di pesantren.
“Harapannya tercipta komunikasi yang baik, berbagai persoalan yang terjadi dapat diselesaikan secara internal dan orang tua wali mengetahui bagaimana kehidupan di pesantren, mendidik para santri taat dan disiplin dalam beribadah dan belajar serta beberapa larangan yang wajib ditaati para santri seperti membawa alat elektronik seperti HP, laptop, dilarang melakukan perundungan maupun bullying dan lainnya”,ucap Mudir. (nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
