Pendakwah Nasional Salim A Fillah Dorong Civitas Pesantren Nurul Kalam Jaga Konsistensi Ibadah Usai Ramadhan
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
- visibility 87
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten – Ratusan jamaaah mengikuti pengajian halal bihalal yang dilaksanakan Psenatren Nurul Kalam yang berada di dukuh Karangmojo, Desa Karangpakel, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten pada Selasa (7/4/2027). Pendakwah nasional, Ustadz Salim A. Fillah, menekankan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan momentum penting untuk menguatkan persaudaraan dan integritas.
Ketua Yayasan Ameena Mulya Indonesia, H. Ponidi, SM mengatakan, kegiatan ini sebagai rangkaian dari program dakwah yang dilaksanakan dibulan Ramadhan 1447 H di peantren yang berkomitmen Mencetak generasi qur’an dan unggul dalam ketaqwaan, intelektualitas dan kemandirian.
“Hari ini Pesantren Nurul Kalam menyelenggarakan kegiatan halal bihalal sebagai puncak dari rangkaian kegiatan Ramadhan dengan menghadirkan Ustadz Salim A. Fillah, pendakwah nasional dari Yogyakarta”,katanya.
Dijelaskan, Pesantren Nurul Kalam merupakan lembaga pendidkan memadukan kurikulum terpadu agar seimbang antara Qur’an dan akademik. Dengan begitu, santri lulusan Pesantren Nurul Kalam selain berprestasi dalam hal akademik, juga unggul dalam Tahfidz Al Qur’an
“Di pesantren ini para asntri akan mendapatkan bekal pemahaman diinul islam, memberikan pembinaan dalam mencapai prestasi,dan menanamkan bekal hidup mandiri dengan bekal keterampilan yang dapat diandalkan, hingga saat ini pesantren nurul kalam yang menyediakan beasiswa untuk para santri mulai dikenal dan sudah ada yang berminat mendaftar untuk tahun ajaran 2026/2027”jelasnya.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Salim A. Fillah, menyatakan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan momen penting untuk pembersihan Diri dan Jiwa, menjadi momentum untuk saling memaafkan dan membersihkan hati dari noda-noda dosa antar sesama, melengkapi ampunan Allah setelah bulan Ramadhan.
“Melalui kegiatan ini juda dapat dijadaikan sarana untuk menguatkan Silaturahmi dan Integritas, meneguhkan kembali tali persaudaraan (ukhuwah) yang mungkin merenggang, sekaligus menguatkan integritas pribadi dan sosial kususnya dilingkungan pesantren serta menjaga konsistensi semangat ibadah diluar bulan Ramadhan”,ujarnya. (nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
