Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Featured » Sambang Konstituen di Juwiring, Kadarwati Prihatin Masih Banyaknya Kasus Perundungan di Sekolah

Sambang Konstituen di Juwiring, Kadarwati Prihatin Masih Banyaknya Kasus Perundungan di Sekolah

  • account_circle Redaksi SieradMU
  • calendar_month 11 jam yang lalu
  • visibility 32
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sieradmu.com Klaten –  Ratusan warga di Kecamatan Juwiring mengikuti diskusi kebangsaan bersama anggota DPRD Jawa Tengah, Kadarwati. Pertemuan ini selain sebagai bentuk konsistensi dalam merawat ajaran Bung Karno sekaligus melaksanakan tugasnya sebagai wakil rakyat di daerah pemilihan (Dapil) 7 Jateng melalui sosialisasi peningkatan pengawasan pelaksanaan Perda.

“Kondisi Bangsa Indonesia saat ini dengan berbagai keprihatinan serta banyaknya musibah yang menimpa saudara kita kembali kita diingatkan pentingnya semangat gotong royong yang merupakan ajaran Sang Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Soekarno”,kata Kadarwati di Desa Tlogorandu, Kamis (17/9/2026)malam.

Kadarwati kembali mengingatkan kembali  nilai empat pilar  bangsa, menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila,  menguatkan , rasa cinta kepada bangsa harus diwujudkan melalui kepedulian, saling membantu, serta gotong royong ketika masyarakat menghadapi kesulitan.

“Semangat gotong royong  dan saling membantu terhadap sesama inilah  yang perlu kita jaga bersama, saling menghormati dan generasi muda harus bangkit memperkuat persatuan dan semangat kebangsaan menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda”,ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut Anggota Komisi B DPRD Jateng ini juga menyampaikan keprihatinannya dengan masih banyaknya kasus perundungan (bullying) dilingkungan Pendidikan yang menunjukkan masih lemahnya pengawasan. Sekolah perlu meningkatkan sinergitas dengan siswa, orang tua stageholder terkait sebagai upaya pencegahan adanya bullying tersebut.

“Bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah berupa bullying verbal, di mana tindakan kekerasan yang dilakukan berupa ejekan, makian, cacian, celaan bahkan tuduhan fitnah. Bullying fisik, di mana tindakan atau kekerasan yang dilakukan berhubungan dengan tubuh atau fisik langsung diri seseorang yang dapat berupa pukulan, meludahi, tamparan, dan tendangan”,ucapnya.

Kepala Desa Tlogorandu, Sandy Damara Putra, menyebut kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi, diskusi bersama sekaligus kesempatan bagi warga menyampaikan aspirasi pembangunan kepada wakil rakyat.

“Kami berterima kasih kepada Ibu Kadarwati yang telah menggelar diskusi kepada masyarakat sekaligus menyediakan ruang unutuk menyampaikan aspirasi pembangunan  untuk mendukung kebutuhan masyarakat harapannya,  komunikasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan anggota legislatif terus ditingkatkan”,pungkasnya. (nur)

  • Penulis: Redaksi SieradMU

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less