Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » KIPRAH » Rukun: Kunci Harmoni dalam Kearifan Jawa

Rukun: Kunci Harmoni dalam Kearifan Jawa

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 8 Des 2024
  • visibility 1.438
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Penulis: Ratih Tari Munandar – Mahasiswa Magister Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta

Rukun Sebagai Esensi Kehidupan​

Dalam masyarakat Jawa adalah lebih dari sekadar prinsip; ia merupakan nilai luhur yang menyatu dalam setiap aspek kehidupan. mengajarkan pentingnya hidup berdampingan secara damai, saling menghormati, dan menjunjung tinggi kebersamaan. Nilai ini memberikan pelajaran berharga tentang bagaimana menciptakan harmoni dalam hubungan antarmanusia, mulai dari lingkup individu hingga komunitas. Bahkan, di tengah kompleksitas dunia modern, rukun tetap relevan sebagai solusi dalam menjaga keharmonisan masyarakat.

Rukun Fondasi Kehidupan Bermasyarakat​

Rukun berarti hidup bersama dalam kedamaian. Nilai ini menuntut kemampuan untuk mengutamakan kepentingan bersama, toleransi, dan saling mendukung. Dalam budaya Jawa, rukun terwujud dalam gotong royong, musyawarah, dan sikap saling menghormati. Tradisi seperti rewangan, di mana masyarakat bergotong royong membantu satu sama lain dan berbagi makanan, mencerminkan semangat kebersamaan ini. Salah satu praktiknya adalah tonjokan atau punjungan, tradisi berbagi makanan yang menegaskan pentingnya solidaritas dan harmoni.

​Sejak dini, masyarakat Jawa diajarkan filosofi “Rukun Agawe Santosa” melalui perumpamaan sederhana seperti sapu lidi: “Jika disatukan, sapu lidi kuat dan bermanfaat; tetapi jika dipisahkan, ia kehilangan kekuatannya.” Ini mengajarkan bahwa kerukunan adalah kekuatan utama dalam kehidupan bermasyarakat”.

Dalam Ajaran Islam

​Islam sangat menekankan pentingnya hidup , sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Ali Imran ayat 103: “Dan berpeganglah kamu semua kepada tali agama Allah, dan janganlah kamu bercerai berai”. Ayat tersebut menegaskan larangan bermusuhan dan pentingnya hidup . Selain itu tradisi gotong royong dan musyawarah yang merupakan inti dari nilai di Jawa mencerminkan bahwa Islam mengajarkan kita untuk saling membantu dalam kebaikan, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.” (QS. Al-Maidah: 2)

Rukun dalam Kehidupan Modern

​Era modern saat ini, ketika individualisme dan persaingan semakin mendominasi, nilai rukun menjadi penyejuk di tengah konflik. Dalam masyarakat multikultural, seperti perkotaan, rukun berperan membangun toleransi dan harmoni sosial. Dalam keluarga Jawa, rukun menjaga hubungan antar anggota keluarga, termasuk antara generasi, sehingga mencegah perpecahan.

Menghidupkan kembali nilai rukun tidak hanya berarti melestarikan warisan budaya, tetapi juga membangun masa depan yang lebih damai. Nilai ini menjadi landasan menciptakan masyarakat yang harmonis meskipun dihadapkan pada dinamika zaman.

Rukun: Warisan untuk Masa Depan

Menanamkan nilai rukun dalam kehidupan sehari-hari memerlukan komitmen kuat, terutama melalui pendidikan dan kegiatan sosial. Misalnya, program-program berbasis komunitas, festival budaya, dan seminar dapat menjadi cara efektif untuk memperkenalkan kembali pentingnya rukundalam menghadapi tantangan global. Dukungan pemerintah dan berbagai pihak juga diperlukan untuk menjadikan rukunsebagai identitas budaya yang kokoh.

Merawat Rukun untuk Kehidupan yang Harmoni

​Rukun adalah panduan hidup yang abadi. Dalam menghadapi dinamika dunia modern, nilai ini tetap menjadi fondasi bagi individu maupun komunitas untuk menciptakan masyarakat yang damai, toleran, dan penuh kebersamaan. Dengan terus menjaga dan mewariskan nilai ini melalui pendidikan, praktik sehari-hari, serta kolaborasi lintas generasi, kita dapat memastikan bahwa harmoni yang lahir dari rukun akan terus bertahan sebagai warisan tak ternilai bagi masa depan.​ (Ratih Tari Munandar)

​

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perbedaan Awal Ramadhan, Haedar Nashir : Pemerintah Harus Bisa Mengayomi

    Perbedaan Awal Ramadhan, Haedar Nashir : Pemerintah Harus Bisa Mengayomi

    • calendar_month Senin, 4 Mar 2024
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 1.162
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Muhammadiyah tetapkan 1 Ramadan 1445 H pada 11 Maret, Idulfitri 1 Syawal pada 10 April, dan Puasa Arafah 9 Zulhijah pada 16 Juni, serta Iduladha 10 Zulhijah 1445 H pada 17 Juni 2024. Kemungkinan besar akan terjadi perbedaan awal puasa pada Ramadhan tahun ini. “Manakala terjadi perbedaan awal puasa, maka kita harus […]

  • Muhammadiyah  Jakarta dan CIMB Niaga Finance Lepas 18 Ton Bantuan untuk Korban Banjir Sumatera

    Muhammadiyah  Jakarta dan CIMB Niaga Finance Lepas 18 Ton Bantuan untuk Korban Banjir Sumatera

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 513
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Jakarta –  Pimpinan Muhammadiyah Wilayah (PWM) DKI Jakarta melepas pengiriman bantuan kemanusiaan untuk korban banjir Sumatera, Minggu (14/12/2025). Bantuan yang dikirimkan tidak hanya berupa kebutuhan pangan, tetapi juga perlengkapan ibadah dan kebutuhan dasar lain yang dibutuhkan warga terdampak. Tiga truk pembawa bantuan dilepas keberangkatannya menuju Banda Aceh, Medan, dan Padang. Ketiga truk akan menurunkan […]

  • Anugerah WTN, Kemenhub Apresiasi Pemkab Klaten Dalam Tata Kelola Transprtasi Masyarakat

    Anugerah WTN, Kemenhub Apresiasi Pemkab Klaten Dalam Tata Kelola Transprtasi Masyarakat

    • calendar_month Senin, 9 Sep 2024
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 574
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Jakarta  – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten berhasil meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) 2024 dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi kepada Sekda Klaten, Jajang Prihono di Hub Space 2024 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (7/9/2024). Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi dalam rangka peringatan Hari […]

  • Sosialisasi 4 Pilar , GM.Totok Hedi Santoso: Indonesia Ini Majemuk Perlu Adanya Proses Integrasi Untuk Menjaga NKRI

    Sosialisasi 4 Pilar , GM.Totok Hedi Santoso: Indonesia Ini Majemuk Perlu Adanya Proses Integrasi Untuk Menjaga NKRI

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 747
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Yogyakarta – GM.Totok Hedi Santosa, Anggota MPR-RI, A-212 Fraksi PDI Perjuangan, Daerah Istimewa Yogyakarta menegaskan Bangsa Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman, ras, suku, budaya, agama dan lainnya, untuk itu diperlukan proses integrasi dalam menciptakan suasana harmonis dalam mewujudkan cita cita bangsa. Hal tersebut disampaikan saat menjawab peserfta Sosialisasi  4 Pilar  yaitu Pancasila, UUD […]

  • Pulahan Siswa SMPN 1 Wedi Diduga Alami Keracunan Menu MBG, Dinkes Klaten Lakukan Penelitian Sampel Makanan

    Pulahan Siswa SMPN 1 Wedi Diduga Alami Keracunan Menu MBG, Dinkes Klaten Lakukan Penelitian Sampel Makanan

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 2.546
    • 0Komentar

    sieradmu.com Klaten – Puluhan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1  di Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, diduga alami keracunan usai mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (8/10/2025). Berdasarkan pantauan sieradmu.com para siswa yang alami keracunan langsung dilarikan ke Puskesmas Wedi , beberapa mobil  ambulan  nampak bersiaga di depan Puskesmas. Para siswa […]

  • Terjun Ke Dapil, Anggota MPR-RI Ini Kumpulkan Ratusan Generasi Muda di Imogiri Bantul

    Terjun Ke Dapil, Anggota MPR-RI Ini Kumpulkan Ratusan Generasi Muda di Imogiri Bantul

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 504
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Bantul –  Tiada henti dalam membangun kedekatan dengan masyarakat dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, tentang nilai-nilai fundamental berbangsa dan bernegara agar persatuan dan kesatuan terjaga di tengah keragaman serta tantangan globalisasi dengan berbagai cara. Kali ini Anggota MPR-RI, A-212 Fraksi PDI Perjuangan, Daerah Pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta, GM.Totok Herdi Santosa, […]

expand_less