Lestarikan Budaya Jawi dan Perdalam Kompetensi, Puluhan Siswa Ikuti Pawiyatan Panatacara dan Pamedhar Sabda Permadani Klaten
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
- visibility 611
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten – Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Kabupaten Klaten menggelar orientasi siswa peserta Pawiyatan Panatacara dan Pamedhar Sabda Bregada XXII di Sekretariat komplek Gedung Sunan Pandanaran, RSPD Klaten, Selasa (7/5/2025)sore.
Sebanyak 81 siswa yang akan mengikuti Pawiyatan Panatacara dan Pamedhar Sabda Bregada XXII mendapatkan penjelasan terkait tujuan pawiyatan, waktu dan tempat pelaksanaan metode yang digunakan dalam pawiyatan materi yang akan disampaikan kepada para siswa, metode belajar tata tertib serta pokok bahasan setiap materi yang disampaikan kepada para peserta.
Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) Dewan Pengurus Daerah Kabupaten Klaten, Kanjeng Raden Tumenggung Harmintono Hardi mengatakan tujuan Permadani DPD Klaten mengadakan Pawiyatan Panatacara dan Pamedhar Sabda Bregada XXII yakni untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia serta emmperkuat jati diri dan kepribadian bangsa yang mengutamakan prilaku yang sesuai dengan sesanti TrinitiYogya .
“Sesanti TrinitiYogya terdiri dari tiga hal yaitu Memayu Jayuning Sesama artinya senantiasa menciptakan kedamaian lahir dan batin, dados juru ladosing bebrayang ingkang sae dengan arti , menjadi abdi atau pelayan masyarakat yang baik dan sadengah pakaryan tansah ngremenaken tiyang sanes atau setiap perilaku hendaknya dapat memberikan rasa senang kepada orang lain”,katanya usai Orientasi Siswa Pawiyatan Panatacara dan Pamedhar Sabda Bregada XXII.
Dijelaskan K.R.T Harmintono, secara khusus pawiyatan ini menjadikan siswa mampu dan trampil sebagai pembawa acara dan juru pidato Bahasa jawa yang baik dan benar. Diharapkan para siswa secara utuh mengikuti pawiyatan dengan mentaati peraturan atau tata tertib yang telah disepakati bersama dalam pertemuan awal atau orientasi.
Ketua Bidang Pendidikan, Permadani DPD Klaten, Styia Rusyanta menjelaskan, beberapa materi atau kurikulum yang akan disampaikan kepada para siswa yang mengikuti pawiyatan diantaranya terkait dengan Kapermadanen, latar belakang, azas,landasan, tujuan, kode kehormatan, sesanti dan tribute serta usaha dan kegiatan Permadani Klaten, materi tentang budi pekerti seperti unggah ungguh, subasita dan tata karma.
“Untuk materi dasar kapanatacaran meliputi pengertian panatacara dan pamedharsabda, fungsi dan tugas pokok, manajemen panatacara sampai pada pengendalian pendukung untuk padatacara dan pamedharsabda. Materu terkait basa tuwin sastra jawi, renggeping wicara, ngadat tatacara jawi, ngadi sarira ngadi busana, tembang gendhing, kawruh aksara jawa, paragon dwija, dan diakhir pawiyatan para siswa harus mengikuti pendadaran dengan materi penugasan”,jelasnya.
Echa salah satu pelajar yang mengikuti pawiyatan Panatacara dan Pamedhar Sabda Bregada XXII Permadani DPD Klaten mengungkapkan jika keinginannya menjadi siswa pawiyatan untuk memperdalam pengetahuan tentang kebudayaan bangsa seperti sastra jawi, ngadat tata cara jawi sebagai bekal pengabdian dimasyarakat. (nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
