Sieradmu.com Klaten – Kebijakan efisiensi anggaran pada Pemerintahan Presiden Prabowo dan maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) di kalangan industri diakui sangat berpengaruh pada vendor penyedia jasa satuan pengamanan (SATPAM).  PT Garda Total Security dihadapkan dilema dan persaingan yang kompetitif terkait peserta diklat SATPAM.

Hal tersebut disampaikan Direktur PT Garda Total Security, Agus Wijanarko sebelum penutupan Diklat Satpam  di kantornya, Rabu (7/5/2025).

“Diakui kebijakan pemerintah terkait efisiensi anggaran juga berpengaruh bagi kami sebagai vendor penyedia jasa SATPAM dan institusi pencetak lulusan diklat SATPAM yang legal, ditambah banyaknya PHK, di Jawa Tengah sendiri tingkat PHK saat ini tertinggi”,katanya.

Dengan kondisi tersebut menurutnya PT Garda Total Security mulai menyesuaikan diri dengan melakukan berbagai perubahan agar lulusan diklat tidak hanya memiliki pemahaman tentang tugas satuan pengamanan tetapi juga memiliki pemahaman terkait dengan ketenaga kerjaan. Inilah mengapa pada pelaksanaan diklat yang kita tutup hari ini kita menambahkan kurikulum baru untuk meningkatkan kompetensi para peserta diklat.

“Kami menjamin peserta diklat SATPAM yang telah lulus setiap angkatan memiliki kompetensi yang handal dan siap bersaing untuk menjawab kebutuhan jasa SATPAM di sejumlah instansi negeri maupun swasta”,ucapnya.

Kami menghimbau kepada pihak manapun yang membutuhkan jasa SATPAM tidak asal asalan dalam melakukan perikrutan terlebih mengambil alumni diklat yang illegal. (Nur)