Festival Wayang Desa Ngawonggo, Komitmen Pelestarian Kesenian Tradisional di Era Global
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
- visibility 396
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten – Pemerintah Desa Ngawonggo, Kecamatan Kecamatan Ceper menunjukkan konsistensinya dalam melestarikan kesenian tradisional melalui Festival Wayang yang digelar dilapangan desa setempat kemarin (22/11/2025).
Festival yang diselenggaraan bersamaan dengan peringatan hari wayang sedunia ke-11 ini diawali dengan edukasi kesenian wayang yang diikuti ratusan siswa PAUD, TK, SD, dan MI. Para siswa diperkenalkan pada berbagai jenis wayang sekaligus diberi kesempatan memegang langsung tokoh-tokoh wayang dan menancapkannya di gedebog pisang. Kegiatan interaktif ini diharapkan meninggalkan pengalaman mendalam bagi anak-anak agar lebih mengenal dan mencintai kebudayaan Jawa.
“Festival ini dihadirkan sebagai upaya serius desa untuk menjaga keberlangsungan tradisi. Seiring dengan perkembangan zaman saat ini anak-anak hidup di era Gen Z yang serba digital. Dengan acara seperti ini, budaya wayang tidak terlupakan. Mereka bisa mengambil nilai-nilai positif dari wayang,” kata Kepala Desa Ngawonggo, Noor Hafid Kalamullah.
Pada malam harinya menurut Kades, festival ini menhgadirkan pementasan wayang kulit oleh enam dalang asli Desa Ngawonggo, termasuk seorang dalang perempuan. Keberadaan para dalang lokal mulai dari usia dewasa hingga anak-anak, Salah satunya adalah Arhan, siswa SD yang telah mampu mendalang sejak usia belia.
“Ngawonggo ini memiliki banyak potensi seni pedalangan yang menonjol, termasuk keterlibatan tokoh seniman lokal yang pernah mendampingi almarhum Ki Anom Suroto dan putranya Ki MPP Bayu Aji saat pentas wayang kulit. Potensi inilah yang perludiangkat melalui festival tahunan”,ucap Kades.
Diharapkan melalui festival ini, generasi muda dapat terus mencintai budaya asli, memahami nilai-nilai luhur dalam cerita wayang, serta ikut menjaga tradisi agar tetap hidup di masa mendatang.
- Penulis: Redaksi SieradMU
