Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Featured » Kasus Perceraian Tinggi, ‘Aisyiyah Soroti Dampaknya Terhadap Pemenuhan Hak Perempuan dan Anak

Kasus Perceraian Tinggi, ‘Aisyiyah Soroti Dampaknya Terhadap Pemenuhan Hak Perempuan dan Anak

  • account_circle Redaksi SieradMU
  • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
  • visibility 553
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sieradmu.com Yogyakarta – Merespons masih lemahnya pelaksanaan putusan pengadilan terkait pemenuhan nafkah dan perlindungan hak perempuan serta anak pasca perceraian, ‘Aisyiyah melalui Majelis Hukum dan HAM yang bekerjasama dengan Program INKLUSI ‘Aisyiyah menyelenggarakan Webinar Pemenuhan Hak Perempuan dan Anak Pasca Putusan Pengadilan pada Sabtu (27/12/2025).

Meskipun Secara regulatif, negara telah memberikan landasan perlindungan akan persoalan ini, akan tetapi dalam praktiknya, pelaksanaan putusan pengadilan masih menghadapi banyak kendala, mulai dari rendahnya kepatuhan mantan suami, sulitnya proses eksekusi, keterbatasan pembuktian kemampuan ekonomi, hingga belum adanya mekanisme lintas instansi yang terintegrasi.

Ketua Majelis Hukum dan HAM PP ‘Aisyiyah, Henni Wijayanti, menegaskan bahwa perceraian bukan sekadar berakhirnya ikatan perkawinan, melainkan membawa konsekuensi hukum jangka panjang, terutama bagi perempuan dan anak.

“Banyak putusan Pengadilan Agama yang secara normatif sudah adil, tetapi belum sepenuhnya menjamin terpenuhinya hak-hak perempuan dan anak dalam praktiknya. Keadilan sering kali berhenti di putusan, namun belum berlanjut pada pelaksanaan, kesenjangan antara norma hukum dan realitas sosial. Menurutnya, masih banyak perempuan pasca cerai yang tidak menerima haknya, sementara anak-anak kerap menjadi pihak yang paling dirugikan. Hak atas nafkah, pendidikan, dan pengasuhan sering kali terabaikan, padahal anak adalah subjek hukum yang harus dilindungi, bukan sekadar objek dari sengketa orang dewasa,” tegasnya.

Dijelaskan peran strategis Pos Bantuan Hukum (Posbakum) ‘Aisyiyah yang berada di bawah Majelis Hukum dan HAM. Posbakum diharapkan tidak hanya menjadi tempat konsultasi hukum, tetapi juga pusat edukasi hukum keluarga Islam yang berkeadilan gender serta pendampingan perempuan dan anak sejak proses persidangan hingga pasca putusan, termasuk dalam pengawalan eksekusi nafkah.

Sekretaris Umum PP ‘Aisyiyah sekaligus Koordinator Program INKLUSI ‘Aisyiyah, Tri Hastuti Nur Rochimah, mengungkapkan bahwa perhatian terhadap isu perempuan dan anak telah menjadi napas perjuangan ‘Aisyiyah sejak awal berdiri, termasuk dalam ranah hukum keluarga.

“Majelis Hukum dan HAM memang diberi mandat langsung oleh Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah untuk mengawal dan mendampingi isu-isu perempuan dan anak, khususnya dalam bidang hukum,” ungkap Tri.

Tri menilai kebijakan negara terkait pemenuhan hak perempuan dan anak pasca putusan pengadilan sebagai langkah progresif yang perlu terus dikawal bersama. “Pemenuhan hak perempuan dan anak pasca putusan pengadilan yang sudah digulirkan ini merupakan bagian dari komitmen negara, dan menjadi PR kita bersama untuk terus mensosialisasikan serta mendampingi implementasinya,” ujarnya.

Dalam paparannya, Hakim Agung Kamar Agama Mahkamah Agung RI, Muhayah, menjelaskan bahwa Mahkamah Agung terus mendorong lahirnya putusan yang tidak hanya berkeadilan secara normatif, tetapi juga dapat dilaksanakan secara efektif. Ia menegaskan bahwa SEMA Nomor 3 Tahun 2018 menjadi instrumen penting untuk memastikan hakim menetapkan nafkah anak, nafkah idah, dan mut’ah dengan mempertimbangkan kepentingan terbaik anak.

Namun, tantangan terbesar masih berada pada tahap pasca putusan, khususnya dalam pelaksanaan dan eksekusi. Oleh karena itu, Mahkamah Agung mendorong penguatan amar putusan yang lebih operasional serta sinergi lintas lembaga agar putusan benar-benar berdampak nyata bagi perempuan dan anak.

Dari perspektif pendampingan di akar rumput, Ketua Pos Bantuan Hukum (Posbakum) LBH Majelis Hukum dan HAM ‘Aisyiyah Jawa Tengah, Siti Kasiyati, memaparkan realitas kompleks yang dihadapi perempuan pasca perceraian. Data BPS menunjukkan sekitar 11,44 juta rumah tangga di Indonesia dikepalai oleh perempuan, yang sebagian besar menghadapi kerentanan ekonomi pasca putusan.

Banyak perempuan jatuh dalam kondisi “kemiskinan baru” akibat terputusnya nafkah, memikul beban ganda sebagai pencari nafkah sekaligus pengasuh anak, serta menghadapi stigma sosial sebagai janda cerai.

Kasiyati juga menyoroti dampak serius bagi anak-anak akibat tidak terpenuhinya nafkah pasca perceraian, mulai dari risiko putus sekolah, masalah gizi, hingga gangguan psikologis. Menurutnya, lemahnya mekanisme eksekusi putusan dan belum terintegrasinya kebijakan lintas sektor membuat perlindungan terhadap perempuan dan anak belum optimal. Karena itu, LBH ‘Aisyiyah mendorong pendampingan holistik yang mencakup aspek hukum, pemulihan psikososial, dan pemberdayaan ekonomi.

Dari sisi kebijakan pemerintah, Kepala Biro Hukum dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Agama RI, Imam Syaukani, menyampaikan bahwa Kementerian Agama saat ini belum memiliki regulasi khusus yang secara spesifik mengatur pemenuhan hak perempuan dan anak pasca putusan perceraian. Meski demikian, Kemenag telah mengambil langkah strategis melalui Nota Kesepahaman dengan Pengadilan Agama di berbagai daerah untuk memperkuat pelaksanaan putusan, termasuk mekanisme pemotongan gaji bagi mantan suami yang berstatus aparatur sipil negara.

Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Madya Substansi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak SUPD IV Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI, Sri Utami, menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menjembatani kebijakan pusat dengan implementasi di lapangan. Ia menekankan perlunya penguatan regulasi daerah, penganggaran yang responsif gender, serta optimalisasi peran dinas terkait agar pemenuhan hak perempuan dan anak pasca putusan tidak menjadi persoalan individual, melainkan ditangani secara sistemik dan berkelanjutan.

Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang, Rokhanah, membagikan praktik baik pemenuhan hak perempuan dan anak pasca putusan pengadilan di Jawa Tengah. Rokhanah menekankan pendekatan from awareness to action, yaitu menempatkan pengadilan tidak hanya sebagai pemutus perkara, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem perlindungan melalui amar putusan yang responsif, penguatan koordinasi lintas lembaga, serta sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

Melalui webinar ini, ‘Aisyiyah menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pemenuhan hak perempuan dan anak pasca putusan pengadilan. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar-lembaga, memastikan putusan pengadilan tidak berhenti pada aspek formal, serta benar-benar menghadirkan keadilan yang berdampak nyata bagi kehidupan perempuan dan anak. (Nur/*)

  • Penulis: Redaksi SieradMU

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dies Natalis Ke-55, Unwidha Klaten Terus Berkarya Untuk Pendidikan Yang Lebih Bermakna

    Dies Natalis Ke-55, Unwidha Klaten Terus Berkarya Untuk Pendidikan Yang Lebih Bermakna

    • calendar_month Sabtu, 14 Des 2024
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 871
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Universitas Widya Dharma ( Unwidha) Klaten  Sabtu pagi (14/12/2024)  menggelar puncak Dies Natalis  ke-55 dengan mengusung  tema “Bersama Berkarya Untuk Pendidikan Yang Lebih Bermakna.  Segenap civitas akademika di kampus setempat berkomitmen memeberikan kontribusi kepada bangsa. Sebagai kampus terbesar di Klaten, Unwidha Hingga saat ini telah meluluskan 37 ribu wisudawan yang tersebar diseluruh […]

  • Urządzenia z nagrodami w kasynie i rozpocznij slotica casino darmowe funkcje dostępu do ponownego zapisu

    Urządzenia z nagrodami w kasynie i rozpocznij slotica casino darmowe funkcje dostępu do ponownego zapisu

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Posty Usprawiedliwienie zwycięża Mechanika determinacji Opcje marketingowe Funkcje diamentowe Nagrody za zakłady Systemy bonusów w kasynach online dają Ci źródło dodatkowej rozrywki dla ekspertów, zapewniając stałą grę. Wykorzystują strategię śledzenia zakładów i generowania zysków. Oferujemy również systemy pokrywania, oferujące wspaniałe korzyści. Gracze, którzy grają w slotica casino ramach umowy o zobowiązaniu w kasynie internetowym, zazwyczaj […]

  • Unleash Your Winning Streak at Coolzino Casino’s Electric Online Realm

    Unleash Your Winning Streak at Coolzino Casino’s Electric Online Realm

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Auto-generated post_excerpt

  • Civitas MBS Klaten Gelar Aksi Peduli Bencana Aceh dan Lainnya, Seluruh Potensi Ponpes Dikerahkan

    Civitas MBS Klaten Gelar Aksi Peduli Bencana Aceh dan Lainnya, Seluruh Potensi Ponpes Dikerahkan

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 478
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Pondok Pesantren Muhammadiyah, Muhammadiyah Boarding School (MBS) Klaten  menggelar aksi peduli bencana banjir dan tanah longsor dengan menggalang dana dari seluruh civitas di Ponpes Muhammadiyah setempat. Mudir MBS Klaten menyebut rasa empati dan duka cita yang mendalam serta karakter keislaman yang kuat menggerakkan semangat untuk membangun kepedulian sesama. Kepala MA Muhammadiyah, MBS […]

  • Relevan Dengan Perkembangan Zaman, K3SM SMP/MTs Muhammadiyah di Klaten Gelar Workshop Aplikasi Kecerdasan Buatan

    Relevan Dengan Perkembangan Zaman, K3SM SMP/MTs Muhammadiyah di Klaten Gelar Workshop Aplikasi Kecerdasan Buatan

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 398
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Kelompok Kerja Kepala Sekolah/Madrasah (K3SM), SMP/MTs Muhammadiyah Kabupaten Klaten bersinergi dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Workshop Aplikasi Kecerdasan Buatan Dalam Pendidikan yang dibuka hari ini (25/4/2026) di Aula SMP Muhammadiyah 1 Klaten. Workshop yang dibuka Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan PNF, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Klaten, Wahono tersebut diikuti peserta perwakilan  […]

  • Empat Anggota DPRD Klaten Sosialisasikan Perda Pengelolaan Sampah di Karanganom

    Empat Anggota DPRD Klaten Sosialisasikan Perda Pengelolaan Sampah di Karanganom

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 747
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah, Pemerintah Kabupaten Klaten melalui jajaran DPRD menggelar sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Sampah. Acara penting ini dilangsungkan di Aula Kantor Desa Troso, Kecamatan Karanganom Klaten, Kamis (26/6/2026) Sosialisasi ini dihadiri oleh tim narasumber dari DPRD Kabupaten […]

expand_less