Dukung Gerakan Kedaulatan Pangan Nasional, MPM Bersama Jatam Panen Jagung Hibrida Varietas Unggul di Pekalongan
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 18
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
sieradmu.com Pekalongan – Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah lakukan panen jagung di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah pada (19/7).
Ketua MPM PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin menjelaskan, agenda panen diselenggarakan secara kolaboratif antara MPM PP Muhammadiyah dengan MPM dan Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), serta Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Kabupaten Pekalongan.
Menurutnya, kegiatan ini tak semata simbolis panen jagung, tapi bagian dari usaha nyata Muhammadiyah untuk mendukung gerakan kemandirian dan kedaulatan pangan bangsa Indonesia.
“Bangsa yang mampu mandiri di dalam sektor pangan, maka bangsa itu akan memiliki kekuatan kedaulatan yang sangat kuat,” ucapnya.
Dijelaskan, Muhammadiyah sebagai organisasi yang telah berdiri jauh sebelum Indonesia lahir memiliki tanggung jawab dan berkontribusi untuk menyukseskan gerakan tersebut– salah satunya dengan peran kebangsaan untuk mewujudkan kedaulatan pangan.
“Dalam Gerakan Kedaulatan Pangan itu, salah satunya adalah mengkonsolidasikan Jamaah Tani Muhammadiyah. Dengan kekuatan Jamaah Tani Muhammadiyah, dengan bekerja sama dengan para pihak, insyaallah kedaulatan pangan di Indonesia semakin mampu kita wujudkan,” jelasnya.
Diharapkan konsolidasi gerakan JATAM dapat diikuti oleh struktur kepemimpinan Muhammadiyah dari Pusat, Wilayah, Daerah, Cabang, bahkan sampai dengan kepemimpinan di Ranting Muhammadiyah.
“Melalui pelibatan seluruh jaringan yang tersebar di seluruh penjuru negeri, Yamin berharap, komoditas yang dikelola juga beragam. Menurutnya keberagaman produk ini penting sebagai bahan kekuatan untuk kemandirian pangan Indonesia”,ujarnya.
Ketua PDM Kabupaten Pekalongan, Mulyono Kastari.menyebut perlu pelibatan anak-anak muda yang inovatif dan kreatif, serta siap diterjunkan di lapangan.
“Terima kasih telah memberi kesempatan bagi anak-anak kami untuk berinovasi. Jadi bukan hanya tempatnya di masjid, mushola. Tapi juga berada di sawah, di ladang, di pantai, di gunung, dan dimana saja berada. Muhammadiyah selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi kehidupan masyarakat,” katanya.
Sebagai informasi tambahan, panen ini dilakukan di atas lahan seluas 3,8 hektar dari lahan yang disediakan oleh Pemdes seluas 4 hektar. Sementara untuk jenis jagung yang dipanen adalah Macho 135. (Nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
