Kolam Renang di Danguran Mangkrak Karena Air Keruh, Universitas Proklamasi 45 Hadir Lakukan Uji Lab
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
- visibility 341
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten – Tim Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP), Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Kementrian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi bersama Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta menemukan solusi untuk mengatasi persoalan air yang menyebabkan kolam wisata di Desa Danguran mangkrak.
Hari ini Tim PMP Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta menyerahkan secara simbolis peralatan filtrasi berbasis biofilter yang nantinya akan digunakan untuk menyaring air dari sumur dalam sebelum masuk ke kolam renang. Dari pihak kampus diwakili Ketua Tim PMP, Trisno Fallo dan dari Pemerintah Desa Danguran langsung diterima Kepala Desa, Kamta Budi Santosa didampingi dari BPD dan perwakilan tokoh masyarakat desa setempat.
Penyeraahan dilakukan bersamaan dengan sosialisasi teknologi pengelolaan air, filtrasi berbasis biofilter dan karbon aktif untuk meningkatkan kualitas pengelolaan air bersih di Gor Dukuh Ngipik, Desa Danguran, Kamis (21/8/2025).
Ketua Tim PMP, Trisno Fallo mengatakan, kerjasama antara Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta dengan Pemdes Danguran ini didasari atas keluhan masyarakat terkait kondisi mata air yang digunakan untuk kolam renang mengalami permasalahan hingga sempat mangkrak, Kami tergerak untuk membantu persoalan tersebut sesuai dengan komitmen kampus dalam penguatan program pengabdian masyarakat dengan menerjunkan tim PMP ke Desa Danguran.
“Kami membantu melihat kualitas air yang dikeluhkan tersebut dengan mengambil sample air kemudian dialkukan uji laboratorium dan hasilnya memang ditemukan aka kandungan tertentu yang cukup tinggi”,katanya.
Dijelaskan dari hasil uji laboratorium mata air yang digunakan untuk mengaliri kolam renang dukuh Ngipik, Desa Danguran adalah, untuk kekeruhan hasil uji menunjukkan, 7,07 + 1,04, pH menunjukkan posisi masih normal atau baik yakni 7,03 + 0,26 dan Besi (Fe) terlarut 0.90 + 0,19 mg/l.
“Untuk pH nya masih dalam kondisi baik, namun kandungan Besi (fe) terlarut ini yang perlu dilakukan langkah solusi bagaimana menghilangkan kandungannya”,jelas Trisno.
Dari hasil uji lab kondisi mata air yang digunakan untuk kolam renang di Desa Danguran tersebut, Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta merekomendasikan dilakukan biofiltrasi sederhana dengan adanya kandungan zeolite dan silica maupun karbonat yang fungsinya untuk mengurangi kekeruhan air yang tercampur dengan kandungan fe tersebut.

“Metode biofiltrasi ini juga sudah dilakukan uji lab dimana kandungan fe nya nol dan tingkat kekeruhan sangat rendah, ini nanti akan kita coba dengan memasang alat di dekat mata air, setelah dilakukan biofiltrasi baru dialirkan ke kolam, pada awal penyaringan akan kita pantau sampai kualitas airnya membaik”,ucapnya.
Kepala Desa, Kamta Budi Santosa dalam kesempatan tersebut merasa bangga dan sangat terbantu dengan kehadiran pihak kampus dalam hal ini Universitas Proklamasi 45 dalam membantu mengatasi persoalan mata air di kolam renang dukuh Ngipik.
“Kami percaya dengan solusi yang direkomndasikan dari civitas, harapannya setelah kualitas air membaik kolam renang dapat difungsikan kembali, terima kasih atas partisiapsi dari Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta untuk masyarakat Desa Danguran”,pungkas Kades. (Nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
