Tingkatkan Dampak Program Pengabidan Masyarakat, Lokasi KKN/KKT 2026 Unwidha Klaten Diperluas Hingga Dilereng Merapi
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 28
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten – Ratusan Mahasiswa Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten mengikuti kegiatan pembekalan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN)/KKT yang diselenggarakan selama dua hari, Rabu-Kamis (22–23/7/2026), di Aula Utama FKIP kampus setempat. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) kegiatan ini bagian dari meningkatkan dampak yang dilakukan para mahasiswa yang mengikuti program pengabdian masyarakat ini.
Pada tahun ini sebanyak 257 mahasiswa akan menjalani KKT/KKN yang dimulai awal Agustus 2026. Untuk mahasiswa reguler akan diterjunkan dilokasi KKN yang berada di Kecamatan Cepogo dan Selo Kabupaten Boyolali, sementara untuk mahasiswa reguler dan beberapa desa di Kabupaten Klaten untuk mahasiswa non reguler.
“Kegiatan pembekalan tersebut menjadi tahapan penting agar peserta KKN mampu melaksanakan tugas pengabdian masyarakat ini dengan memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, serta kesiapan mental sebelum mereka menjalankan pengabdian langsung di desa-desa”,kata Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unwidha Klaten,Dr. Ronggo Warsito.
Dijelaskan, KKN atau KKT merupakan salah satu implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khusunya pada aspek pengabdian masyarakat. Harapannya melalui kegiatan ini mahaasiwa mampu menciptakan inovasi, kretifitas berdasarkan materi ilmu yang didapatkan selama perkuliahan untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat dilokasi KKN.
“KKN merupakan laboratorium kehidupan yang mempertemukan mahasiswa dengan berbagai persoalan riil di masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa didorong untuk aktif belajar, membangun komunikasi, serta menggali potensi desa melalui interaksi dengan warga.
Menurutnya Unwidha memperluas jangkauan wilayah lokasi pelaksanaan KKN di Kawasan lereng Merapi, Kabupaten Boyolali, tidak lain untuk memperluas dampak yang dirasakan seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kulaitas pendidikan di Unwidha Klaten dengan banyaknya mahasiswa yang berawasal dari Kabupaten Boyolai dan sekitarnya.
“Kecamatan Cepogo dan Selo merupakan episentrum potensi ekonomi, pertanian, dan pariwisata di Kabupaten Boyolali. Kedua wilayah ini terkenal sebagai sentra susu sapi perah terbesar di Jawa Tengah, penghasil kopi arabika, serta kawasan agrikultur sayuran dataran tinggi yang menyuplai berbagai daerah”,ucapnya.
Merupakan tantangan bagi para peserta KKN/KKT bagaimana melakukan pendekatan dengan masyarakat dilokasi untuk menciptakan program kerja selama KKN/KKT sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Untuk memberikan jaminan kesehatan kepada para peserta KKN/KKT, Unwidha Klaten bersama dengan BPJS Kesehatan telah melakukan kerjasama perlindungan jaminan kesehatan bagi peserta KKN/KKT 2026.
Camat Cepogo Fajar Ferlyswanto Agustitia, menyambut positif rencana kedatangan mahsiswa KKN Unwidha yang akan melaksanakan tugas pengabdian di wilayahnya. Ada enam desa yang nantinya akan ditempati para mahasiswa yakni Desa Cepogo, Desa Genting, Desa Sukabumi, Desa Mliwis, Desa Paras dan Desa Sumbung.
“Harapanya kehadiran para mahasiswa ini dapat membantu mempromosikan potensi unggulan diwilayah Kecamatan Cepogo dan inovasi lainnya yang diharapkan berdampak bagi masyarakat”,pungkasnya.
Fajar menerangkan di Kecamatan Cepogo terdapat Sentra Kerajinan Logam sebagai pusat kerajinan tembaga dan kuningan berkualitas ekspor. Untuk sector pariwisata memiliki destinasi populer seperti Cepogo Cheese Park, wisata sejarah, dan alam yang sejuk dan dibidang pertanian Merupakan salah satu produsen sayuran dan holtikultura dengan kualitas tanah vulkanik yang subur. (nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
