Diskusi Asik Dengan Ratusan Warga Prambanan, GM.Totok Herdi MPR-RI Ingatkan Pentingnya memaknai Bhineka Tunggal Ika di Negara Majemuk
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
- visibility 177
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Sleman – Ratusan peserta mengikuti kegiatan Sosialisasi empat pilar kebangsaan, Pancasila, UUD-1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika di ruang pertemuan Padepokan Sekar Jagad, Mutihan, Madurejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Yosep Medari, Jalan Garuda nomor 14, Murangan VIII, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman hari ini (23/12/2025)
Dalam Sosialisasi yang menghadirkan nara sumber utama Anggota MPR-RI, A-212 Fraksi PDI Perjuangan, Daerah Pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta, GM.Totok Herdi Santosa ini, ada dua hal penting yang menjadi perhatian serius para peserta yakni terkait makna Bhineka Tunggal Ika dan Konsep Dasar Integrasi serta bagaimana integrase itu dapat tercapai di negara yang sanagt majemuk.
Seperti diketahui, Bhinneka Tunggal Ika, berakar dari Kitab Sutasoma, bermakna Berbeda-beda tetapi tetap satu jua yang menegaskan menegaskan bahwa keberagaman suku, agama, dan budaya di Indonesia adalah kekuatan yang menyatu, bukan perpecahan. Konsep dasarnya adalah toleransi dan integrasi, yang mewujudkan persatuan nasional tanpa menghilangkan identitas lokal.
“Bhinneka Tunggal Ika berintegrasi di negara majemuk seperti Indonesia dengan berfungsi sebagai landasan filosofis dan alat pemersatu sosial yang menjembatani perbedaan suku, agama, ras, dan antar-golongan (SARA). Semboyan ini menanamkan kesadaran bahwa keragaman adalah kekayaan bangsa, bukan alasan perpecahan, sehingga mendorong harmoni dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)”,katanya, Selasa (10/2/2026)pagi.

Totok Herdi menyebut mekanisme integrasi Bhinneka Tunggal Ika dalam negara majemuk dilakukan dengan penanaman sikap toleransi dan saling menghormati, penguatan rasa solidaritas dan gotong royong. Penerapannya terlihat dalam tindakan nyata seperti membantu sesama tanpa memandang perbedaan, memberikan kebebasan beribadah, dan tidak mengejek perbedaan budaya.
“Dengan demikian Bhinneka Tunggal Ika berintegrasi melalui penghayatan nilai (nilai toleransi, kesetaraan) dan pengamalan nyata (kerjasama) untuk mewujudkan harmoni di tengah kemajemukan. Inilah yang harus kita lakukan bersama untuk menjaga keautuhan bangsa dengan keanekaragaman yang dimiliki”,ucapnya.
Kegiatan Sosialisasi empat pilar kebangsaan, Pancasila, UUD-1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika di awal tahun ini adalah pentingnya peran Bhineka Tunggal Ika dalam melakukan integrase dengan beberapa sikap mulia untuk mencegah adanya perpecahan, konflik dinegara kita.(Nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
