Teguhkan Komitmen Perempuan Muda Berkemajuan, Haedar Nashir Buka Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah di Solo
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 57
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Solo – Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah resmi dibuka di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta, Jumat (7/8/2026). Mengusung tema “Perempuan Muda Berkemajuan untuk Peradaban Berkelanjutan”, forum permusyawaratan tertinggi Nasyiatul Aisyiyah ini menjadi momentum konsolidasi gerakan perempuan muda Muhammadiyah dalam memperkuat kontribusi bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan.
Pembukaan Muktamar dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir beserta jajaran, Ketua Pimpinan Pusat Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini beserta jajaran, unsur pemerintah, tokoh-tokoh Muhammadiyah-‘Aisyiyah, serta ribuan kader Nasyiatul Aisyiyah dari seluruh Indonesia.
Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Tengah, Monica Subastia, menyampaikan kebanggaannya atas terpilihnya Jawa Tengah sebagai tuan rumah penyelenggaraan Muktamar.
“Kami menyambut dan membuka pintu rumah kami selebar-lebarnya untuk seluruh kader Nasyiatul Aisyiyah se-Indonesia,” ujarnya.
Menurut Monica, sebanyak 875 peserta resmi mengikuti Muktamar yang berasal dari unsur pimpinan wilayah hingga pimpinan cabang Nasyiatul Aisyiyah. Sementara pada pembukaan Muktamar, tercatat sekitar 6.700 kader Nasyiatul Aisyiyah dari berbagai daerah turut hadir memeriahkan agenda empat tahunan tersebut.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah, Ariati Dina Puspitasari, menegaskan bahwa Muktamar bukan sekadar forum organisasi untuk memilih kepemimpinan baru, melainkan ruang untuk memperkuat komitmen gerakan sekaligus merumuskan arah perjuangan organisasi menghadapi berbagai perubahan zaman.
Menurutnya, perempuan muda saat ini dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks, mulai dari transformasi digital, perubahan dinamika keluarga, meningkatnya persoalan kesehatan mental generasi muda, ketidakpastian ekonomi, hingga krisis iklim. Kondisi tersebut menuntut Nasyiatul Aisyiyah untuk terus beradaptasi dan menghadirkan gerakan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Semua itu menuntut organisasi perempuan muda seperti Nasyiatul Aisyiyah untuk tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga mampu membaca zaman, beradaptasi, berinovasi untuk dakwah berkemajuan,” jelasnya.
Ariati menegaskan, Muktamar juga menjadi ruang refleksi bagi seluruh kader untuk memastikan setiap langkah organisasi tetap berpijak pada misi menghadirkan kemaslahatan bagi keluarga, umat, bangsa, dan kemanusiaan.
“Muktamar adalah ruang untuk meneguhkan kembali niat. Tempat kami mengingat alasan mengapa organisasi ini didirikan,” ucapnya.

Oplus_131072
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Syamsudin Isnaini, menilai tema Muktamar ke-15 sangat relevan dengan tantangan pembangunan saat ini.
Menurutnya, pembangunan berkelanjutan tidak hanya berbicara mengenai aspek lingkungan, tetapi juga mencakup penguatan keluarga, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta terwujudnya masyarakat yang adil, inklusif, dan berkemajuan.
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengingatkan agar Muktamar menjadi forum musyawarah yang melahirkan keputusan-keputusan terbaik bagi masa depan organisasi. Menurutnya, tradisi musyawarah merupakan ruh yang harus terus dijaga dalam setiap Muktamar Muhammadiyah dan organisasi otonom.
“Jadikan forum-forum Muktamar kita sungguh-sungguh untuk wasyawirhum fil amri. Itulah yang menjadi jiwa Muktamar-Muktamar kita yang berjalan baik,” imbuhnya.
Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan dengan agenda utama laporan pertanggungjawaban kepemimpinan, pembahasan isu-isu strategis organisasi, penyusunan program kerja, serta pemilihan kepemimpinan Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah periode 2026-2030. (Nur/*)
- Penulis: Redaksi SieradMU
