Grand Launching Mentari Bayt Coin, Muhammadiyah Mulai Lirik Bisnis Investasi Emas Syari’ah
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month 46 menit yang lalu
- visibility 21
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Yogyakarta – Muhammadiyah memperkuat langkah kemandirian ekonomi melalui peluncuran Mentari Bayt Coin (MBC) dan aktivasi aplikasi MASKITA. Inisiatif tersebut menawarkan layanan penjualan emas secara langsung, cicil emas, hingga tabungan emas yang diarahkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Grand Launching Mentari Bayt Coin digelar di SM Tower Yogyakarta, MBC juga menyiapkan 15 paket eksklusif yang masing-masing berisi empat produk emas. Prof Dr Jebul menyebut paket tersebut dibuat dengan harga yang relatif terjangkau dan memiliki kekhasan berupa tanda tangan Ketua PP Muhammadiyah pada produknya.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah, pimpinan perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), serta sejumlah mitra perbankan syariah.
Direktur Utama PT MBC yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Jebul Suroso, mengatakan MBC lahir dari amanat dan semangat besar Muhammadiyah untuk membangun kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat kepada masyarakat. MBC telah menyiapkan produk emas yang dapat diakses melalui beberapa skema, mulai pembelian langsung, cicilan hingga tabungan.
“Kita menghadirkan emas yang sudah siap. PT MBC sudah menyediakan produknya dan siap melayani penjualan langsung, cicil emas, maupun tabungan emas. Kegiatan ini dapat berjalan berkat inisiasi Diktilitbang bersama para rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah,” kata Jebul Suroso, Sabtu (19/9/2026),
Ia menjelaskan, pengembangan MBC tidak dapat dilepaskan dari semangat kolaborasi di lingkungan Muhammadiyah. Dengan jaringan AUM yang luas, menurutnya terdapat ruang untuk membangun sinergi agar aktivitas ekonomi yang dikembangkan dapat tumbuh dan memberikan manfaat lebih besar.
“Kami berharap usaha ini terus berkembang. Apa yang kita lakukan dapat disinergikan dengan Amal Usaha Muhammadiyah. Bahkan sebelum peluncuran ini, sejumlah rektor sudah membeli dan memesan emas MBC,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menyampaikan visi pengembangan MBC tidak berhenti pada perdagangan emas fisik. Perusahaan juga memiliki arah pengembangan menuju pemanfaatan teknologi digital sesuai sertifikasi dan ketentuan yang dimiliki.
“Emas ini tidak hanya fisik saja. Ke depan kita juga menuju pada pengembangan berbasis digital sesuai dengan sertifikasi yang kita miliki. PT MBC ini menjadi cita-cita bersama,” ungkapnya.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si. menyambut hadirnya MBC sebagai perkembangan baru dalam gerakan ekonomi Muhammadiyah.
“Alhamdulillah, kita hadir untuk launching. MBC ini menjadi fenomena baru. Para guru besar yang ada di dalamnya menunjukkan bagaimana guru besar juga hadir membawa semangat berkemajuan,” kata Haedar.
Menurut Haedar, Muhammadiyah memiliki modal sosial dan kelembagaan yang besar sebagai organisasi kemasyarakatan. Kekuatan tersebut perlu terus dikembangkan melalui semangat kemandirian sekaligus kolaborasi.
“Kita membangun semangat dan etos kemandirian, tetapi pada saat yang sama kita selalu berkolaborasi. Muhammadiyah memiliki kekuatan sebagai organisasi masyarakat dan kekuatan itu harus terus diarahkan untuk kemajuan,” ujarnya.
Peluncuran MBC dan aktivasi MASKITA menjadi bagian dari upaya memperluas ekosistem ekonomi Muhammadiyah melalui instrumen investasi emas berbasis prinsip syariah. Sinergi antara PP Muhammadiyah, perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, AUM, serta lembaga keuangan syariah diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan usaha yang berkelanjutan. (Rachma)
- Penulis: Redaksi SieradMU
