Cegah Kematian Berikutnya, Masyarakat Diminta Waspadai Lonjakan Kasus leptospirosis
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Senin, 25 Agt 2025
- visibility 315
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com – Seorang warga di Kecamatan Cawas dikabarkan meninggal karena penyakit leptospirosis. Masyarakat diminta untuk lebih waspada pada masa dimana perkembang biakan tikus sangat cepat di Kabupaten Klaten.
“Ya ada satu warga kami yang meninggal karena penyakit leptospirosis, untuk asal dan identitas korban belum dapat saya sampaikan”, kata Camat Cawas Joko Purwanto usai menghadiri sosialisasi pencegahan penyakit eptospirosis di Desa Japanan, Senin (25/8/2025).
Setekah ada temuan seorang warga dinyatakan meninggal karena penyakit yang disebabkan kencing tikus ini menurutnya Pemerintah Kecamatan Cawas kemudian melakukan koordiansi dengan Puskesmas untuk melakukan edukasi kepada masyarakat.
“Selain menyampaikan kepada para Kepala Desa sosialiosasi pencegahan ini juga memanfaatkan pertemuan non formal sampai di tingkat RT dan RW, masyarakat kita himbau untuk selalu waspada dan melakukan gerakan kebersihan diri dan lingkungan”,ucapnya.
Seperti diketahui, lonjakan kasus leptospirosis di Kabupaten Klaten tercatat, sampai dengan akhir Juli, jumlah kasus leptospirosis mencapai 97 kasus dengan 18 kematian. Penyebaran penyakit leptospirosis kini meluas di 25 dari 26 kecamatan di Kabupaten Klaten, kecuali Kecamatan Juwiring. Kasus terbanyak di Kecamatan Wedi, 14 kasus.
Anggota DPRD Jawa Tengah, Kadarwati mengatakan lonjakan kasus leptospirosis di wilayah Kabupaten Klaten menjadi perhatian khusu dan akan disampaikan pada laporan pelaksanaan Reses DPRD Jawa Tengah.
“Penyakit leptospirosis ini menjadi perhatian khusus, Untuk itu momentum pertemuan dengan konstituen sekaligus kita jadikan ajang untuk melakukan sosialisasi dan edukasi terkait pencegahan dan penyebaran penyakit leptospirosis ini,” kata Katanya.
Kadarwati menyebut sesuai dengan penjelasan yang disampaikan dari Kepala Puskesmas sebagai nara sumber dalam kegiatan sosialisasi ini diterangkan bahwa penyakit leptospirosis menyerang melalui mata, mulut dan luka, untuk itu disarankan tidak melakukan cuci muka di sembarang tempat termasuk menggunakan air yang menggenang ditempat terbuka atau dipersawahan.
“Gejala yang dirasakan bila seseorang terkena bakteri leptospira (penyakit leptospirosis) yakni suhu badan panas hingga tiga hari tidak turun, mata menguning untuk segera di bawa ke pusat layanan kesehatan agar segera mendapatkan penanganan, karena jika terlambat akibatnya sangat fatal, penyakit Leptospirosis ini sangat berbahaya dan dapat menimbulkan kematian”,ucap Kadarwati. (nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
