Transparan, SPPG 02 Gombang Cawas Lakukan Food Safety Menu MBG, Hasilnya Zero Zat Berbahaya
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
- visibility 250
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 02, Desa Gombang, Kecamatan Cawas melakukan Food Safety menu Makan Bergizi Gratis (MBG) secara terbuka untuk memastikan menu MBG yang disajikan sehat alias tidak terkandung bahan berbahaya dan layak konsumsi.
Dalam pelaksanaan pemeriksaan dengan menggunakan alat Food Safety Test Kid, Davit Tim Uji Laboraturium Dapur SPPG 02 Gombang mengambil sejumlah sampel makanan berupa sayuran dan buah semangka. Petugas melakukan proses pengujian dengan terlebih dahulu dilakukan penghalusan sayur dan buah dengan blender, setelah itu sampel yang sudah dihaluskan dimasukkan ke dalam tabung dengan ditambahkan larutan ekstraksi (misalnya, wash solution).
“Dalam hitungan menit penguji mengamati adanya perubahan warna pada sayur, lauk dan buah yang dilakukan pengujian dengan melihat table indek warna positif yang memuat daftar batas kandungan senyawa, arsen, sianida, nitrit dan formalin”,katanya, Kamis (13/11/2025).
Dijelaskan, berdasarkan hasil pengujian , seluruh sampel dinyatakan negatif dari kandungan berbahaya seperti arsenik, sianida, formalin maupun nitrit. Pemeriksaan dilakukan secara teliti dan menyeluruh sebagai langkah preventif menjaga kesehatan masyarakat.
“Seluruh sampel makanan telah diuji dengan hasil negatif dari zat berbahaya, sehingga dinyatakan layak saji dan aman untuk dikonsumsi,” jelas Davit.

Sementara itu, Pengawas Dapur SPPG 02 Gombang Cawas, Dinda Purwanti menegaskan jika selama ini SPPG milik Yayasan Merah Putih Peduli di Gombang selalu memperketat food safety sejak pengadaan bahan, proses produksi pemorsian sampai pendistribusian dan dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).
“Pentingnya keamanan pangan sebagai dasar utama dalam mewujudkan generasi yang sehat dan produktif. Kami tidak segan segan untuk menarik serta mengganti makanan jika setelah dilakukan pengujian ditemukan kandungan zat tidak layak konsumsi, pernah di SPPG Pacing, Kecamatan Wedi yang juga milik Yayasan Merah Putih Peduli hasil uji sampel ditemukan kandungan formalin berlebih dan langsung diganti”,jelasnya. (nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
