Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » KRONIK » BAGAIMANA PENDIDIKAN BERPIHAK KEPADA PESERTA DIDIK?

BAGAIMANA PENDIDIKAN BERPIHAK KEPADA PESERTA DIDIK?

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 18 Feb 2023
  • visibility 7.805
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Seiring semakin berkembangnya jaman, terjadi perubahan tingkah laku dan perilaku manusia dari masa ke masa. Hal ini juga merubah perkembangan system pendidikan di dunia dan di negara Indonesia khususnya. Sistem pendidikan adalah strategi atau metode yang digunakan dalam proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan agar peserta didik dapat secara aktif mengembangkan potensi di dalam dirinya (Risdianto, 2019). Perubahan ini dapat dilihat dari perubahan sistem pendidikan yang terdiri dari pembelajran, pengajaran, kurikulum, perkembangan peserta didik, cara belajar, alat belajar, sarana dan prasarana, serta standar kompetensi kelulusan.

Lalu bagaimana menerapkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik? Pendidikan pada dasarnya adalah suatu usaha yang dilakukan pemerintah untuk mengubah tingkah laku seseorang. Dikutip dari laman kemendikbud bahwa di era 4.0 pendidikan sudah harus berpusat pada peserta didik dan menggunakan teknologi dalam memajukan Pendidikan di Indonesia tentunya tidak lepas dari pemikiran Ki Hajar Dewantara. Siapa yang tidak mengenal sosok Ki Hajar Dewantara? Ki Hajar Dewantara memiliki sebutan sebagai Bapak Pendidikan di Indonesia. Pemikiran-pemikiran yang digagas oleh Ki Hajar Dewantara merupakan acuan yang pemerintah gunakan untuk kemajuan Pendidikan di Indonesia.

Ki Hajar Dewantara sewaktu mudah bernama Soewardi Suryadiningrat lahir pada tanggal 2 mei 1889. Sehingga untuk  memperingati jasa-jasanya dalam memajukan Pendidikan pada tanggal 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Semboyan yang sampai saat ini masih digunakan adalah Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani. Ing Ngarsa Sung Tuladha artinya di depan memberi contoh. Seorang guru yang baik adalah mampu memberikan contoh yang baik untuk peserta didiknya. Ing Madya Mangun Karsa artinya di tengah harus terus-menerus membangun semangat dan ide-ide mereka untuk berkarya. Ing artinya “di”, madya memiliki arti “tengah”, mangun berarti “membangun” atau “memberikan”, dan karsa memiliki arti “semangat”, atau “niat”. Tut Wuri Handayani artinya di belakang memberikan dorongan. Semboyan Ki Hajar Dewantara ini yang kemudian memberikan kemerdekaan kepada peserta didik untuk terus belajar. Merdeka berarti peserta didik merasa bebas secara lahir maupun batin.

Guru tidak boleh memaksakan kehendaknya dan harus merubah mindset bahwa di abad ke 21 siswa adalah center nya. Seperti yang diungkapkan (Indrayani, 2019), ternyata pendidikan sampai sekarang ini hanya menekankan pada pengembangan daya cipta, dan kurang memperhatikan pengembangan olah rasa dan karsa. Jika berlanjut terus akan menjadikan manusia kurang humanis atau manusiawi. Hal ini tentunya berbanding terbalik dengan sistem Pendidikan Ki Hajar Dewantara yang menekankan kepada pengembangan daya, cipta, rasa, dan karsa. Pada perkembangannya sistem pembelajaran yang berlangsung sebenarnya telah banyak memiliki metode, model, dan media pembelajaran yang bervariasi.

Proses diskusi guna menyelesaikan masalah

Pada proses pembelajaran guru memberikan kebebasan kepada peserta didik namun masih pada harus memperhatikan kodrat mereka. Pertama kodrat alam, kedua adalah kodrat zaman. Kodrat alam berarti guru harus mendidik sesuai dengan budaya yang ada. Maksudnya, guru tidak boleh melek teknologi, abad 20 sangat berbeda perkembangan teknologi dengan abad ke 21. Kedua adalah kodrat alam, dalam proses pembelajaran guru tidak boleh meninggalkan kebudayaan dan sosio kultur lingkungan peserta didik. Peserta didik tetap harus diajarkan bagaimana menghadapi budaya dari asing dan mampu memegang teguh kebudayaan nya sendiri.

Oleh sebab itu, guru harus memfasilitasi kebutuhan peserta didik. Guru harus mampu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan sebuah pemikiran kritis dari peserta didik. Guru harus mampu membimbing peserta didik dari memunculkan sebuah permasalahan dan peserta didik menyelesaikan permasalahan yang ada. Kegiatan tersebut nantinya akan memunculkan sebuah pemahaman bermakna dan mampu membangun daya piker, cipta, dan karsa sesuai pemikiran Ki Hajar Dewantara. Kemudian, penggunaan metode ceramah yang cenderung sangat sering digunakan dulu, harus guru tinggalkan dan diganti dengan sebuah project based atau case based. Itulah PR yang harus diselesaikan oleh guru selaku pendidik untuk mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada peserta didik.

Referensi:

Indrayani, N. (2019). Sistem Among Ki Hajar Dewantara Dalam Era Revolusi Industri 4.0. Seminar Nasional Sejarah Ke 4 Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Padang, 384–400.

Irawati, D., Iqbal, A. M., Hasanah, A., & Arifin, B. S. (2022). Profil Pelajar Pancasila Sebagai Upaya Mewujudkan Karakter Bangsa. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 6(1), 1224–1238. https://doi.org/10.33487/edumaspul.v6i1.3622

Penulis: Eka Marliana Saputri | Mahasiswa PPG Prajabatan 2022 Universitas Ahmad Dahlan

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sosialisasi 4 Pilar, Anggota MPRRI GM Totok Hedi Santosa Sampaikan Pentingnya Toleransi dalam Ber Bhineka Tunggal Ika

    Sosialisasi 4 Pilar, Anggota MPRRI GM Totok Hedi Santosa Sampaikan Pentingnya Toleransi dalam Ber Bhineka Tunggal Ika

    • calendar_month Selasa, 22 Apr 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 608
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Yogyakarta  – Dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggall Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, ratusan peserta mengikuti Sosialisasi 4 Pilar bersama GM Totok Hedi Santosa, Anggota MPR-RI , A-212 Fraksi PDI Perjuangan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (22/4/2025). “Di era globalisasi seperti sekarang ini Empat Pilar Kebangsaan harus menjadi pegangan […]

  • MPI dan Majelis Dikdasmen PNF PDM Klaten Jajaki Kerjasama Penguatan Digitalisasi Pendidikan Muhammadiyah

    MPI dan Majelis Dikdasmen PNF PDM Klaten Jajaki Kerjasama Penguatan Digitalisasi Pendidikan Muhammadiyah

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 459
    • 0Komentar

    sieradmu.com Klaten – Majelis Pustaka dan Informasi melakukan audiensi dengan Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal (Dikdasmen PNF), Selasa (8/7/2025). Kedua UPP tersebut menyepakati adanya kerjasama sinergitas yang akan dituangkan dalam momerandum of understanding (MOU) atau nota kesepahaman. Kedatangan Ketua MPI, Drs.H. Sunarto.M.Hum bersama rombongan diterima Ketua Mejlis Dikdasmen PNF, Drs.H. Wahono.M.Pd bersama […]

  • Serahkan Bantuan Benih Padi di Trucuk, Para Petani Berharap Yoga Hardaya Kelak Bisa Perjuangkan Kesejahteraannya!

    Serahkan Bantuan Benih Padi di Trucuk, Para Petani Berharap Yoga Hardaya Kelak Bisa Perjuangkan Kesejahteraannya!

    • calendar_month Jumat, 28 Jun 2024
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 1.017
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Wakil Bupati Katen sore ini secara pribadi menyerahkan bantuan benih padi putri raja dn benih jagung untuk para petani di Kecamatan Trucuk dan sekitarnya. Yoga Hardaya siap mendengar keluhan dan memberikan solusi untuk meningkatkan kesejahteraan para petani di Klaten. Secara simbolis bantuan benih padi tersebut diserahkan Yoga Hardaya kepada perwailan Gapoktan yang […]

  • Cegah Penggunaan Knalpot Brong, Polisi Awasi Ketat  Acara Anniversary Astrea Delanggu Club

    Cegah Penggunaan Knalpot Brong, Polisi Awasi Ketat Acara Anniversary Astrea Delanggu Club

    • calendar_month Minggu, 8 Des 2024
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 627
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Cegah pengunaan knalpot  b rong yang meresahkan masyarakat, aparat Polsek Delanggu pro aktif memantau gelaran Anniversary dan Bhakti Sosial Astrea Delanggu Club VI di GOR Gaphyka, Desa Karang, Kecamatan Delanggu, Minggu (08/12/2024). Kesadaran yang tinggi para anggota Astrea Delanggu Club dalam menggunakan knalpot standar, Polisi hanya mengamankan lima sepeda motor dari limaratusan […]

  • Ramadhan, Dandim Klaten Dorong Proyek TMMD Sengkuyung Terus Dimaksimalkan

    Ramadhan, Dandim Klaten Dorong Proyek TMMD Sengkuyung Terus Dimaksimalkan

    • calendar_month Selasa, 19 Mar 2024
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 813
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Memasuki bulan Ramadhan yang bersamaan dengan pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun 2024 di Desa Bero Kecamatan Trucuk, Kodim Klaten terus bergerakmenyelesaikan sasaran fisik non fisik . Komandan Kodim 0723 Klaten Letkol Czi Bambang Setyo Triwibowo mengungkapkan bahwa TMMD kali ini dengan sasaran fisik berupa Betonisasi Jalan panjang […]

  • Kasus Perceraian Tinggi, ‘Aisyiyah Soroti Dampaknya Terhadap Pemenuhan Hak Perempuan dan Anak

    Kasus Perceraian Tinggi, ‘Aisyiyah Soroti Dampaknya Terhadap Pemenuhan Hak Perempuan dan Anak

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 386
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Yogyakarta – Merespons masih lemahnya pelaksanaan putusan pengadilan terkait pemenuhan nafkah dan perlindungan hak perempuan serta anak pasca perceraian, ‘Aisyiyah melalui Majelis Hukum dan HAM yang bekerjasama dengan Program INKLUSI ‘Aisyiyah menyelenggarakan Webinar Pemenuhan Hak Perempuan dan Anak Pasca Putusan Pengadilan pada Sabtu (27/12/2025). Meskipun Secara regulatif, negara telah memberikan landasan perlindungan akan persoalan […]

expand_less