Gelar Doa Bersama Untuk Mendiang Putra Kesayangan, Keluarga Hariyanto Santuni Anak Yatim dan Duafa
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
- visibility 89
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten – Bertepatan dengan 40 hari ini wafatnya putra daerah terbaik ,Almarhum Haji Benny Indra Ardhianto SE, MBA, sebagai bentuk penghormatan, Keluarga Almarhum menyelengagrakan kegiatan doa bersama dan penyerahan santunan untuk anak yatim dan duafa di kediaman keluarga Almarhum, Desa Karang, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Selasa (17/3/2026).
Sehari sebelumnya doa untuk almarhum dilantunkan bersama para santri Pondok Pesantren Al-Mansyur, Desa Popongan, Kecamatan Wonosari yang dihadirkan ke rumah duka. Istri Almarhum, Mahanni Yulinda Pratiwi ikut hadir mendampingi saat para santri bersama pengasuhnya memanjatkan dua agar Almarhum Haji Benny Indra Ardhianto yang telah wafat masuk dalam golongan husnul khotimah. Diterima seluruh amak kebaikannya dan diampuni dosa dan kesalahannya.
Pada malam harinya dirangkai dengan kegiatan khataman alqur’an dan doa, yang diikuti segenap keluarga besar dan kerabat dari Haji Hariyanto. Lantunan doa kembali dipanjatkan untuk almarhum yang dihadiri Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo bersama istri, Pj Sekda Klaten, Jaka Purwanto para pejabat dilingkungan Pemkab Klaten, Forkopimda, Ketua dan sejumlah anggota DPRD Klaten, mantan Bupati Klaten, Sri Mulyani dan Sri Hartini ikut hadir dalam rangkaian peringatan 40 hari wafatnya almarhum Benny Indra Ardhianto.
“Hari ini kami keluarga Almarhum juga memberikan santunan kepada anak yatim dan dhuafa yang rutin dilakukan setiap bulan Ramadhan, sebagai wujud syukur keluarga sekaligus meneruskan kebiasaan baik yang dilakukan almarhum semasa hidupnya”,kata Hariyanto.

Dalam tausiayahnya KH, Doktor . Sri Setyo, S.H, S.Pd. M.Si mengingatkan jika manusia di dunia hanya bisa merencanakan, serapi apapun perencanaan manusia ketika Allah lebih berkehendak maka manusia tidak dapat mengelak, hanya bisa pasrah dan ikhlas dengan apa yang menjadi kehendak Allah SWT.
“Inilah mengapa kita tidak boleh lama-lama berlarut dalam kesedihan, seperti halnya kepergian Almarhum, Haji Benny Indra Ardhianto, kita semua yakin insya Allah almarhum husnul Khotimah, kita harus meneruskan kebaikan-kebaikan yang beliau lakukan semasa hidupnya”,ujar KH, Doktor . Sri Setyo. (Rachma)
- Penulis: Redaksi SieradMU
