Pembinaan PonpesMU di MBS Klaten Bahas Pentingnya Digital Marketing Untuk Pengembangan Pesantren
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Senin, 12 Jan 2026
- visibility 500
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten – Lembaga Pengembangan Pesantren Muhamamdiyah (LP2M) PP Muhamamadiyah menyelenggarakan Pembinaan Regional Pesantren Muhammadiyah se Jawa Tengah yang berlangsung di empat lokasi pada 7-10 Januari 2026.
Pembinaan Pondok Pesantren Muhamamdiyah dilaksanakan di empat lokasi antara lain di IMBS Miftahul Ulum di untuk pengelola ponsesmu di eks karisidenan Pekalongan pada 7 Januari 2026, untuk pengelola Ponpesmu di Karisidenan Kudus berlangsung di Kudusmu pada 8 Januari 2026, di Eks Karisidenan Kedu dan Banyumas pembinaan dilakukan di Ponpes Almatera, sementara pembinaan regional untuk pengelola Ponpes Muhammadiyah se Karisidenan Surakarta berlangsung di Pesantren Pencinta Al-Qur’an, MBS Klaten pada Sabtu 10 Januari 2026. Keesokan harinya (11/1/2026) para pengelola PonpesMU di Klaten juga mencapatkan pembinaan dari LP2M PDM Klaten.
Dalam pelaksanaan Pembinaan Regional untuk Pengelola Ponpes Muhammadiyah se Eks Karisidenan Kedu dan Banyumas yang berlangsung di Pesantren Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak (ALMATERA), Temanggung, Ketua LP2 PP Muhammadiyah, Dr. KH. Maskuri, M.Ed, menegaskan bahwa Pesantren Muhammadiyah memiliki peran strategis sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan kaderisasi ulama-intelektual. PesantrenMu, menurutnya, harus mampu mengintegrasikan keilmuan, spiritualitas, dan pengabdian sosial secara berkelanjutan.
“Pembinaan ini penting agar PesantrenMu tetap bermutu, profesional, dan kokoh dalam koridor ideologi Muhammadiyah,” katanya.
Pembinaan Regional ini dilaksanakan dalam upaya memperkuat kualitas, tata kelola, dan budaya mutu Pesantren Muhammadiyah, Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyelenggarakan Pembinaan Regional Pesantren Muhammadiyah Se-Jawa Tengah.
“Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk ta’aruf, sinergi, dan penguatan kapasitas antar pesantren, sekaligus meneguhkan peran pesantren Muhammadiyah sebagai pusat kaderisasi, dakwah, dan pengembangan pendidikan Islam berkemajuan”,ucapnya.

Di eks Karisidenan Surakarta, Muhammadiyah Boarding School (MBS) Klaten menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pembinaan Regional Pesantren Muhammadiyah se Jawa Tengah dan Pembinaan Internal dari LP2M PDM Klaten. Salah satu materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut khsusunya untuk pengelola Ponpes Muhammadiyah di Klaten adalah terkait strategi digital marketing bukan lagi sekadar pilihan, melainkan pilar utama penentu keberlanjutan sebuah lembaga pendidikan yang disampaikan Riki Purnomo, S.Sos., M.Psi., Founder dan Mentor AcceliaEdu.
“Di tengah ketatnya persaingan institusi pendidikan, pesantren dan sekolah Islam kini dituntut untuk meninggalkan cara-cara konvensional dalam menjaring santri baru. Strategi digital marketing bukan lagi sekadar pilihan, melainkan pilar utama penentu keberlanjutan sebuah lembaga pendidikan. Tim media pesantren bukan sekadar tukang posting agenda seremonial atau event tertentu. Mereka harus mampu melakukan produksi wacana dan mengelola isu. Inilah fondasi dari branding jangka panjang yang akan membangun kepercayaan orang tua santri,”ujarnya.
Lebih lanjut, ia membeberkan bahwa strategi promosi harus mengombinasikan dua jalur utama secara beriringan: jalur organik (konten kreatif harian dan media relations) dan iklan berbayar (meta ads dan google ads). Kombinasi ini dianggap sebagai cara paling efektif untuk menjangkau calon wali santri secara luas, tepat sasaran, dan terukur.
Sementara itu Mudir MBS Klaten, Ustadz.KH. Fachrudin Sasmita.LC mengungkapkan sejauh ini pemanfaatan media digital sudah mulai diterapkan di MBS Klaten. Tidak hanya untuk sekedar marketing namun bagaimana keberadaannya dapat menguatkan visi misi MBS Klaten sebagai pesantren pencinta Al-Qur’an. (Nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
