Tingkatkan Kualitas Asuhan, Tim PKM UMKLA Gelar Coaching Pengembangan Model Ronde Keperawatan Terstruktur
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
- visibility 28
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Klaten (UMKLA) menyelenggarakan kegiatan Coaching Pengembangan Model Ronde Keperawatan Terstruktur untuk Optimalisasi Patient Safety pada Jumat, 13 Februari 2026, di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah yang didukung oleh Hibah Riset Muhammadiyah (RisetMu) Batch IX Tahun 2025 dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah.
Ketua Tim PKM UMKLA Puput Risti Kusumaningrum,mengatakan rogram ini dirancang sebagai kontribusi nyata akademisi dalam memperkuat sistem pelayanan keperawatan yang profesional, bermutu, dan berorientasi pada patient safety.
“Kegiatan diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari Bidang Keperawatan, Bagian Mutu Keperawatan, Unit Pendidikan dan Pelatihan (Diklat), Kepala Ruang, Ketua Tim, serta perawat pelaksana. Keterlibatan lintas unit ini mencerminkan komitmen institusional dalam membangun budaya mutu dan patient safety secara kolaboratif dan berkelanjutan”,
Dijelaskan, coaching ini bertujuan meningkatkan kapasitas kognitif dan keterampilan aplikatif perawat dalam melaksanakan ronde keperawatan secara sistematis dan terstruktur. Penguatan kompetensi tersebut diharapkan mampu mendorong implementasi ronde keperawatan sebagai strategi efektif dalam meningkatkan mutu asuhan dan memperkuat budaya patient safety di setiap unit pelayanan.
“Materi yang disampaikan mencakup urgensi ronde keperawatan dalam praktik klinik, tahapan dan alur pelaksanaan yang terstandar, prinsip-prinsip dasar yang melandasi pelaksanaannya, serta manfaatnya dalam meningkatkan koordinasi tim, akurasi pengambilan keputusan klinis, dan kesinambungan asuhan keperawatan. Untuk memperkaya pengalaman belajar, kegiatan dilengkapi dengan simulasi (role play) yang menggambarkan implementasi ronde keperawatan secara kontekstual sesuai dinamika pelayanan di ruang rawat inap”,jelasnya.
Dia berharap melalui pendekatan edukatif dan reflektif ini, ronde keperawatan diharapkan terintegrasi sebagai praktik rutin yang terstandar guna mendukung peningkatan mutu layanan dan optimalisasi patient safety secara berkelanjutan. (Rachma)
- Penulis: Redaksi SieradMU
