Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Featured » Workshop Aplikasi Kecerdasan Buatan K3SM SMP/MTs Kabupaten Klaten, Pembuatan Prompt Efektif AI Masih Jadi Kendala Para Guru

Workshop Aplikasi Kecerdasan Buatan K3SM SMP/MTs Kabupaten Klaten, Pembuatan Prompt Efektif AI Masih Jadi Kendala Para Guru

  • account_circle Redaksi SieradMU
  • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
  • visibility 209
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sieradmu.com Klaten –  Pembuatan prompt (perintah) AI yang efektif masih menjadi tantangan utama bagi banyak guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran. Meskipun AI menawarkan potensi besar, kurangnya pelatihan terstruktur mengenai teknik prompt engineering membuat guru kesulitan mendapatkan hasil yang akurat dan relevan.

Hal tersebut mencuat dlam pelaksanaan Workshop Aplikasi Kecerdasan Buatan Dalam Pendidikan yang diikuti para guru perwakilan sekolah menengah dan madrasah Muhammadiyah yang berlangsung  di Aula SMP Muhammadiyah 1 Klaten pagi tadi (2/5/2026).

Workshop ini diselenggarakan Kelompok Kerja Kepala Sekolah/Madrasah (K3SM), SMP/MTs Muhammadiyah Kabupaten Klaten bersinergi dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Pada pelaksanaan hari kedua para peserta mendapatkan materi tentang Aplikasi AI dalam Bahasa dan Multimedia yang disampaikan para pakar dari UMS.

Ketua Program Studi (Kaprodi) di Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sukirman.S.T,M.T.Ph.D dalam kesempatan tersebut menyampaikan materi terkait Etika Penggunaan AI dalam Pembelajaran. Menurutnya saat ini kendala non teknin yang dihadapi para guru dalam penggunaan AI dianatranya kekhawatiran plagiarism, etika penggunaan AI, kurangnya pelatihan serta minimnya dukungan sekolah.

“Workhsop ini salah satunya untuk mengatasi kendala teknis yang dialami para guru dalam menggunakan aplikasi kecerdasan buatan seperti AI harapannya sekolah juga meningkatkan kehadirannya dalam peningkatan kapabilitas para guru memanfaatkan kecerdasan buatan”,katanya.

Sukirman dalam paparannya juga menyampaikan persoalan kendala teknis dalam penggunaan AI diantaranya platform terlalu komplek, akses internet terbatas, tidak tahu cara menggunakan serta tidak adanya perangkat yang mendukung.

“Selain persoalan platform yang komplek sebagian peserta juga mengakui minimnya pemahaman soal AI utamanya dalam hal pembuatan prompt (perintah) AI, ini masih menjadi tantangan banyak guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran.

Menurutnya AI menawarkan potensi besar, kurangnya pelatihan terstruktur mengenai teknik prompt engineering membuat guru masih kesulitan mendapatkan hasil yang akurat dan relevan.

Muhammad Luthfi Hidayat, Kepala Laboratorium Pengembangan Sumber Belajar dan Publikasi Ilmiah (PSBPI), FKIP UMS mengungkapkan, melalui workshop ini peserta akan mendapatkan materi pemahaman awal terkait koding dan Artificial Intelligence bagi semua mata pelajaran sekolah -sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Klaten itu, mendapatkan upgraiding khusunya koding dan KA karena merupakan kurikulum nasional yang diterapkan disemua sekolah di Indonesia.

Ketua K3SM, SMP/MTs Muhammadiyah, Kabupaten Klaten, Harjana menerangkan kegiatan ini masih melanjutkan program sinergitas K3SM SMP/MTs  Kabupaten Klaten bersama dengan UMS, kebetulan pada hari kedua ini bersamaan dengan momentum peringatan hari pendidikan nasional (HARDIKNAS) Tahun 2026.

“Sesuai dengan tema Hardiknas kali ini, Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, kegiatan ini menjadi bentuk ikhtiar K3SM SMP/MTs Kabupaten Klaten dalam ikut mendukung program Kemendikdasmen dalam mewujudkan pendidkkan bermutu melalui kesemimbangan antara pemanfaatan tekhnologi digital dan penguatan karakter bangsa”,pungkasnya. (Nur)

  • Penulis: Redaksi SieradMU

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cegah Kematian Berikutnya, Masyarakat Diminta Waspadai Lonjakan Kasus leptospirosis

    Cegah Kematian Berikutnya, Masyarakat Diminta Waspadai Lonjakan Kasus leptospirosis

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Sieradmu.com –  Seorang warga di Kecamatan Cawas dikabarkan meninggal karena penyakit leptospirosis.  Masyarakat diminta untuk lebih waspada pada masa dimana perkembang biakan tikus sangat cepat  di Kabupaten Klaten. “Ya ada satu warga kami yang meninggal karena penyakit leptospirosis, untuk asal dan identitas korban belum dapat saya sampaikan”, kata Camat Cawas Joko Purwanto usai menghadiri sosialisasi […]

  • Tiga Puluhan Ribu KIS PBI di Klaten Dinonaktifkan, Ardiati :Kami Tidak Tinggal Diam

    Tiga Puluhan Ribu KIS PBI di Klaten Dinonaktifkan, Ardiati :Kami Tidak Tinggal Diam

    • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 394
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Persoalan Ribuan warga Klaten yang sebelumnya terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) kini tak lagi bisa mengakses layanan kesehatan gratis menjadi perhatian Anggota DPRD Klaten dari Fraksi Partai Golkar, Ardiati Mustikaningsing. Menurtnya kebijakan ini sangat merugikan rakyat yang kurang mampu untuk mendapatkan layanan kesehatan dari pemerintah. “Akhir akhir […]

  • YJH Klaten Rintis MA Cendekia Nashirul Wasathiyyah, Ini Yang Menjadi Pembeda Dengan Madrasah Lain !

    YJH Klaten Rintis MA Cendekia Nashirul Wasathiyyah, Ini Yang Menjadi Pembeda Dengan Madrasah Lain !

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2024
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 1.038
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Yayasan Jamah Haji (YJH) Klaten menggelar konferensi pers terkait perintisan amal usaha baru di bidang pendidikan dengan nama Madrasah Aliyah Cendekia Nashirul Wasathiyyah (MA CNWK) di Sekretariat (YJH) komplek RSU Islam Klaten, Rabu (13/11/2024) Hadir dalam konferensi pers tersebut, Ketua YJH Klaten, Ir.H. Rofiq Muttaqien, Sekretaris Umum, Drs.H.Sunarto.M.Hum, Bendahara Umum, H. Badrul […]

  • Bappenas Bersama Kedutaan Australia Kunjungi Day Care Lansia Aisyiyah di Sleman

    Bappenas Bersama Kedutaan Australia Kunjungi Day Care Lansia Aisyiyah di Sleman

    • calendar_month Jumat, 9 Agt 2024
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 598
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Yogyakarta – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) diwakili Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan, Maliki; Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat, Tirta Sutedjo; bersama Malithi Burrowes, Perwakilan dari Kedutaan Australia melakukan kunjungan lapangan ke Day Care Lansia ‘Aisyiyah (DCLA) dampingan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Perumnas Condong Catur, Yogyakarta. Rombngan diterima, Kepala Dinas […]

  • Keluarga Bahagia Tanpa Kekerasan Visi Aisyiyah dan Muhammadiyah

    Keluarga Bahagia Tanpa Kekerasan Visi Aisyiyah dan Muhammadiyah

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 429
    • 0Komentar

    “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenis kamu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan di jadikan-Nya di antara kamu rasa kasih sayang” (QS Ar-Rum:21). Allah menjadikan kita untuk berpasang-pasangan (berkeluarga) supaya tentram dan bahagia. Prinsip kebahagian Rumah Tangga adalah adanya kasih sayang, kesabaran, kesetaraan, kerjasama dan rasa bersyukur. […]

  • Sosialisasi 4 Pilar , GM.Totok Hedi Santoso: Indonesia Ini Majemuk Perlu Adanya Proses Integrasi Untuk Menjaga NKRI

    Sosialisasi 4 Pilar , GM.Totok Hedi Santoso: Indonesia Ini Majemuk Perlu Adanya Proses Integrasi Untuk Menjaga NKRI

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 511
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Yogyakarta – GM.Totok Hedi Santosa, Anggota MPR-RI, A-212 Fraksi PDI Perjuangan, Daerah Istimewa Yogyakarta menegaskan Bangsa Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman, ras, suku, budaya, agama dan lainnya, untuk itu diperlukan proses integrasi dalam menciptakan suasana harmonis dalam mewujudkan cita cita bangsa. Hal tersebut disampaikan saat menjawab peserfta Sosialisasi  4 Pilar  yaitu Pancasila, UUD […]

expand_less