Wisuda SWA Tani 6 MEK PDA Klaten, Lutfiah Iskandar : Ini Menguatkan Gerakan Lumbung Hidup ‘Aisyiyah
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 40
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten – Pimpinan Daerah Aisyiyah Klaten hari ini (28/6/2025) mewisuda 55 peserta Sekolah Wirausaha ‘Aisyiyah (SWA) Tani Angkatan VI di Aisyi Tower Hotel, Jalan Pramuka, Kecamatan Klaten Tengah. Ketua Pimpinan Pusat Aisyiyah Lutfiah Iskandar menyebut program ini tidak hanya menciptakan perempuan usia produktif yang memiliki kemandirian ekonomi, namun juga mendukung Gerakan ketahanan pangan nasional.
Prosesi wisuda dilakukan Ketua PP Aisyiyah, Ketua PP ‘Aisyiyah, Dr. Utik Bidayati bersama dengan Ketua PDA Klaten , Ketua Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan PDA Klaten , Umi Fatimah dengan pengalungan samir serta penyerahan sertifikat kelulusan kepada seluruh peserta SWA yang telah selesai menempuh pendidikan kewirausahaan dalam hal pertanian.
Ketua MEK PDA Klaten, Siti Fatimah dalam laporannya mengatakan, pelaksanaan wisuda SWA Tani kali ini merupakan angkatan terakhir untuk kepengurusan PDA Klaten periode Muktamar Ke-48, program ini dimaksudkan untuk memberdayakan perempuan dengan memberi pelatihan dan dukungan yang dibutuhkan seperti untuk memulai dan mengelola sebuah usaha utamanya dibidang pertanian.
“Materi yang disampaikan para dosen dalam sekolah ini meliputi, entrepreneurship, keaisyiyahan dan pemberdayaan ekonomi, pengelolaan produksi hasil pertanian, perencanaan bisnis atau usaha, kiterasi keuangan, membangun jejaring dan digitalisasi usaha, serta manajemen keuangan, pada pembelajaran hari terakhir peserta diajak melakukan kunjungan ke homestead dan pusat pertanian terpadu Yoso Farm di Desa Bero, Kecamatan Trucuk”, katanya, Ahad.
Ketua PDA Klaten, Sri Mulyani Rahayuningsih berharap dengan adanya program SWA Tani ini dapat melahirkan perempuan produktif yang memiliki pengalaman dalam berwirausaha, sebagai langkah awal untuk mewujudkan kaum perempuan yang berdaya saing dan memberikan dampak bagi masyarakat dan menguatkan Gerakan dakwah Aisyiyah di Klaten.
“Melalui pembelajaran ini sekaligus menguatkan kntribusi Aisyiyah dalam mendukung ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan para kader Aisyiyah”,ucapnya.

Ketua Pimpinan Pusat Aisyiyah Lutfiah Iskandar mengungkapkan, Program SWA ini diluncurkan 10 tahun yang lalu dan semakin mendapatkan perhatian dari masyarakat, disitulah bagaimana peserta belajar menjadi entrepreneur, diberbagai daerah SWA dikemas dengan beragam potensi yang dimiliki termasuk di Klaten yang kali ini focus pada SWA Tani karena memang memiliki potensi dari usaha bidang pertanian ini.
“Dalam hal ketahanan pangan Aisyiyah punya program Gerakan Lumbung Hidup dengan isu besar ketahanan pangan lahirnya perempuan aisyiyah sebagai entrepreneur dalam bidang pertanian tentu akan menguatkan Gerakan lumbung hidup Aisyiyah ini”ungkapnya.
Jariyah selaku peserta SWA Tani dari PCA Klaten Utara mengaku sangat senang mengikuti seluruh kegiatan sekolah wirausaha ini. Mellaui SWA Tani ini dapat mengetahui bagaimana financial planning, teknik pemasaran produk yang dikemas sangat menarik.
“Kami juga sangat terinspirasi saat melakukan kunjungan ke Yoso Farm bagaimana kami diberikan penjelasan terkait bagaimana memanfaatkan pekarangan rumah yang tidak terlalu luas untuk mencukupi kebutuhan pangan keluarga seperti sayuran, buah, telur dari ayam, hingga ikan ”,pungkasnya. (Nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
