Sieradmu.com Klaten – Pimpinan Daerah Aisyiyah Klaten hari ini (28/6/2025) mewisuda 50 peserta Sekolah Wirausaha ‘Aisyiyah (SWA) Angkatan V. Menariknya para peserta SWA ini adalah anak asuh panti dan non panti dan kelompok rentan masyarakat binaan Aisyiyah, karena pelaksanaan SWA angkatan ini merupakan kolaburasi antara Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) bersama Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS).
Prosesi wisuda dilakukan Ketua MEK, Umi Fatimah dan Ketua MKS PDA Klaten, Nunuk Wuryan dengan pengalungan samir serta penyerahan sertifikat kelulusan kepada seluruh peserta SWA yang telah selesai menempuh pendidikan kewirausahaan selama tiga hari. Wisuda berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah Klaten, nampak hadir para mentor dari Universitas Islam Indonesia, Universitas Muhammadiyah Klaten, Universitas Duta Bangsa, pelaku UMKM, donatur perwakilan MEK dan MKS cabang Aisyiyah se Klaten dan lainnya.
Ketua Panitia SWA, MEK dan MKS PDA Klaten, Siti Fatimah dalam laporannya mengatakan, Sekolah Wirausaha Aisyiyah dimaksudkan untuk memberdayakan perempuan dengan memberi pelatihan dan dukungan yang dibutuhkan seperti untuk memulai dan mengelola sebuah usaha.
“Materi yang diberikan ada Sembilan hal antara lain pembekalan tentang aspek teknis kewirausahaan seperti perencanaan bisnis, manajemen keuangan maupun keterampilan lunak seperti kepemimpinan perempuan (Keaisyiyahan), negosiasi, dan pengembangan jaringan dan lainnya”,katanya, Sabtu.
Tidak hanya disampaikan secara teori saja, menurtnya pada sesi terakhir pelatihan, peserta berkesempatan mendapatkan pengalaman menarik dengan melakukan kunjungan bisnis ke UMKM diwilayah Klaten. Dalam kunjungan tersebut peserta yang dibagi dua.
“Dengan menyelesaikan Sekolah Wirausaha ’Aisyiyah, para alumni yang kali ini adalah anak asuh baik dalam maupun luar panti , diharapkan mampu menjawab tantangan dalam dunia usaha di era sekarang ini dengan bekal yang telah diterima selama mengikuti SWA”,ucapnya.
Mewakili Ketua PDA Klaten, Tri Mustika Asri Wijayani mengungkapkan program SWA yang telah terlaskana sampai dengan angkatan kelima ini sebagai bentuk kontribusi Aisyiyah membentuk generasi yang memiliki bekal keahlian, manajemen usaha, strategi pemasaran sehingga kelak dapat memunculkan para pengusaha baru untuk membantu pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran yang cukup tinggi.
“Aisyiyah selalu hadir membantu pemerintah menangani masalah ekonomi, sosial termasuk mengurangi angka pengangguran, tentunya para alumni nanti akan mendapat pendampingan dari majelis yang membidangi setelah menyelesaikan SWA ini”,ungkapnya.

Anisa selaku peserta SWA Angkatan V dari PCA Tulung mengaku sangat senang mengikuti seluruh kegiatan sekolah wirausaha ini. Mellaui SWA ini dapat mengetahui bagaimana financial planning, teknik pemasaran produk.
“Kami juga terinspirasi saat melakukan kunjungan ke tempat pembuatan lilin dari bahan minyak jerantah, memanfaatkan limbah memiliki value dan bisa menghasilkan cuan”,pungkasnya.
Program kolaburatif ini sekaligus sebagai bentuk tanggung jawab MKS dalam memberikan pelayanan sosial kepada anak asuh baik yang berada didalam panti maupun diluar panti. Ketua MKS Klaten, Nunuk Wuryan menambahkan, salah satu output yang diinginkan dari pengasuhan anak baik di dalam panti maupun luar panti salah satunya adalah adanya peningkatan kesejahteraan.
“Program sinergitas ini bagi MKS dapat memberikan tempat untuk anak asuh binaan mendapatkan bekal pengalaman wirausaha agar kelak mereka meningkat kesejahteraannya”,imbuh Nunuk. (Nur)





























