Sieradmu.com Klaten –  Setelah menyoroti persoalan sampah, Anggota DPRD Jawa Tengah Daerah Pemilihan 7, Kadarwati kembali melaksanakan tugasnya sebagai wakil rakyat dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) Peningkatan Kualitas Pelaksanakan Pengawasan Perda dengan bertema “Gerakan Merawat Bumi di Musim Hujan”. Legislator  Fraksi PDI Perjuangan ini merasa miris dengan banyaknya lahan kritis di Jawa Tengah yang perlu penanganan serius.dari Pemprov.

“ Banjir, tanah longsor, lahan kritis memang bukan sepenuhnya terjadi karena faktor alam, namun prilaku yang tidak peduli terhadap lingkungan masih menjadi kebiasaan masyarakat seperti membuang sampah sembarangan, perusakan lahan dan hutan dan berbagai kebiasaan yang kurang peduli dengan Gerakan Merawat Bumi lainnya”,kata Kadarwati di Aula Balai Desa Pundungsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Kamis (25/12/2025).

Seperti diketahui di Jawa Tengah saat ini masih memiliki sekitar 317.629 hektare lahan kritis, meskipun jumlah ini menunjukkan penurunan dibandingkan periode 2022–2024 berkat program Perhutanan Sosial yang dijalankan DLHK Jawa Tengah.. Di Kabupaten Klaten tercatat sekitar 215 hektare lahan kritis, sementara Kabupaten Karanganyar mencapai lebih dari 2.000 hektare.

“Dengan kondisi ini tentua yang diperlukan adalah langkah bijak masyarakat dalam upaya merawat bumi dengan menjaga keseimbangan empat unsur yaitu bumi, air, angin, dan api harus dijaga bersama agar kehidupan tetap aman dan berkelanjutan”,ucapnya.

Anggota Komisi B DPRD Jateng ini lebih lanjut mengungkapkan, selain langkah nyata merawat bumi dengan penanaman pohon yang mampu membantu menyerap air dan menahan erosi disisi lain juga diperlukan paying hukum bagaimana menjaga lahan dan hutan daerah tetap lestari dengan perlunya Perda tentang Tata Kelola Rehabilitasi Lahan Kritis dan Reklamasi Hutan Daerah

“Menurut saya untuk melindungan lahan dan hutan tetap lestari memang perlu ada regulasi, untuk mencegah perusakan alam yang dapat menimbulkan bencana”ungkapnya.

Langkah lainnya dalam merawat bumi yakni dengan menjaga kelstarian lingklungan dengan meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan sampah rumah tangga. Sampah yang tidak dikelola dengan baik bukan hanya menyumbat saluran air, tetapi juga menjadi sumber penyakit dan mengganggu kualitas hidup.

“Memilah sampah organik dan anorganik adalah langkah kecil, tapi dampaknya besar jika dilakukan bersama-sama , Merawat bumi berarti merawat masa depan anak cucu kita. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan seperti apa kehidupan esok,” pungkasnya.

Ditambahkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan sejalan dengan arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, agar seluruh kader konsisten menjaga harmoni antara manusia dan alam. (nur)