Sieradmu.com Klaten – Ditengah padatnya kegiatan sebagai orang nomor satu di Klaten. Hamenang Wajar Ismoyo bersama keluarga Nanang Kadarwati menyempatkan untuk berkumpul dan melakukan umbul donga (doa bersama) di kediaman Desa Jatipuro, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten pada Rabu (3/12/2025) sore.

Tidak hanya mendoakan keluarga trah yang telah mendahului, doa juga dipanjatkan untuk keluarga, para abdi negara, abdi masyarakat untuk keselamatan bangsa Indonesia dan untukĀ  Klaten yang Mewujudkan Klaten Yang Maju Sejahtera Berkelanjutan. Umbul donga sekaligus sebagai sarana untuk penguatan spiritual untuk menghadapi datangnya tahun baru yang penuh dengan tantangan dan kewaspadaan.

Ingkung Ayam jago utuh oleh Keluarga Kadarwati dimaknai sebagaiĀ  sosok lelaki pemberani, tangguh untuk menggambarkan putranya yang sekarang menjadi Bupati Klaten yakni Hamennag wajar ismoyo. Sementara pisang raja dimaknai sebagai pisang yang dianggap berkualitas paling baik, besar, dan terhormat dibandingkan jenis pisang lainnya, sehingga cocok disajikan untuk keperluan istimewa atau untuk “raja”.

ā€œKegiatan doa bersama (umbul donga) akhir tahun menjadi momentum penting untuk mengingat silsilah sejarah keluarga, mendoakan para leluhur, pahlawan, sekaligus berdoa untuk Kabupaten Klaten dan keselamatan bangsa Indonesiaā€,kata Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo.

Ia menambahkan, refleksi spiritual menjadi fondasi penting dalam menjaga keseimbangan antara ikhtiar lahir dan batin, terlebih di tengah tantangan sosial dan kebangsaan yang kian kompleks.

ā€œUmbul Donga ini menguatkan kami yang tengah mendedikasikan diri dalam memimpin Klaten dengan harapan program prioritas yang akan dilaksanakan pada 2026 dapat terlaksana sesuai dengan visi misi yang ada, berbagai persoalan di Klaten secara bertahap dapat terselesaikanā€,ujar Bupati

Sementara itu, Kadarwati, iAnggota DPRD Jawa Tengah dari Fraksi PDI-P sekaligus Ibunda dari Bupati Klaten, menyebut menilai doa bersama ini kita panjatkan ditengah kondisi bangsa yang penuh ujian ancaman serta adanya potensi musibah dari unsur yang ada di bumi.

ā€œDoa yang dipanjatkan tidak hanya ditujukan bagi keluarga, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap para leluhur dan pahlawan bangsa. Hal ini sejalan dengan pesan Bung Karno, jas merah yaitu jangan sekali-kali melupakan sejarah.Kami memohon agar bangsa ini selalu dalam lindungan Allah, diberi keselamatan dunia dan akhirat, kesehatan, umur panjang, serta dijauhkan dari segala mara bahaya,ā€ pungkasnya. (nur)