Muhammadiyah Dukung Pemulihan Layanan Kesehatan Pascabencana di Aceh dan Sumatera
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month 53 menit yang lalu
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Banda Aceh – Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) memberikan dukungan terhadap pemulihan layanan kesehatan masyarakat pascabencana di wilayah Sumatera melalui penyerahan peralatan kesehatan kepada fasilitas kesehatan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.
Peralatan kesehatan tersebut diserahkan secara simbolis dalam acara Pertemuan Pembelajaran, Diseminasi Evaluasi, dan Penyusunan Rekomendasi Pendampingan Transisi Ke Rehabilitasi Dan Rekonstruksi Sumatera (Aceh, Sumatera Utara, & Sumatera Barat) pada 24 September 2026 di Ayani Hotel Banda Aceh, Provinsi Aceh kepada Klinik ‘Aisyiyah Aceh Tamiang yang direncanakan segera kembali beroperasi serta Klinik Muhammadiyah di Banda Aceh.
“Dukungan ini menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah dalam memperkuat kembali layanan kesehatan di tingkat lokal setelah terdampak bencana”, kata Aulia Taarufi, Wakil Sekretaris MDMC PP Muhammadiyah, Sabtu (26/9/2026)
Dijelaskan, penguatan fasilitas kesehatan di tingkat lokal diharapkan dapat membantu memastikan masyarakat terdampak tetap memperoleh akses terhadap layanan kesehatan selama proses pemulihan berlangsung. Keberadaan fasilitas kesehatan yang dapat kembali memberikan pelayanan menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung masyarakat memasuki tahapan pemulihan pascabencana.
“Penyerahan peralatan kesehatan tersebut berlangsung dalam rangkaian Pertemuan Pembelajaran, Diseminasi Evaluasi, dan Penyusunan Rekomendasi Pendampingan Transisi ke Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sumatera yang mencakup Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat”,jelasnya.
Melalui dukungan terhadap pemulihan fasilitas kesehatan dan keterlibatan dalam proses pembelajaran bersama, Muhammadiyah berkomitmen untuk terus mendorong keberlanjutan layanan bagi masyarakat terdampak hingga memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Pertemuan tersebut melibatkan unsur pemerintah pusat dan daerah, mitra pembangunan, organisasi masyarakat sipil, serta lembaga yang terlibat dalam pendampingan masyarakat terdampak. Pembahasan diarahkan pada pembelajaran dari pelaksanaan pendampingan selama masa tanggap darurat, identifikasi berbagai tantangan di lapangan, serta penyusunan rekomendasi untuk mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi di tiga provinsi terdampak”,pungkasnya. (Rachma)
- Penulis: Redaksi SieradMU
