Pantau Pelaksanaan Puncak Haji, Ketua PDM Klaten: Jamaah Harus Mampu Menyesuaikan Layanan Berbasis Syarikah
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
- visibility 325
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten – Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Klaten memantau secara daring pelaksanaan puncak haji tahun 1446 H utamaanya bagi para Jemaah yang bergabung dengan KBIHU Arafah. Iskak Sulistya menyebut para Jemaah harus mampu menyesuaikan diri dengan penerapam skema berbasis syarikah secara menyeluruh di Makkah sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan bagai jamaah haji Indonesia.
“Sejak 2022, Arab Saudi menetapkan kebijakan transformasi layanan haji dari berbasis wilayah ke berbasis perusahaan penyedia layanan atau syarikah. Inilah kebijakan yang diterapkan terhadap penyelenggaran ibadah haji tahun ini”,katanya di Banyumili Pool And Resto, Kamis (5/6/2025).
Reportase pelaksanaan puncak haji ini diselneggarakan Majelis Pustaka dan Informasi bekerja sama dengan KBIHU Arafah dengan menempatkans sejumlah petugas yang menyertai jamaah haji di tanah suci. Nampak hadir dalam reportase via streaming sejumlah petinggi di Muhammadiyah Klaten, Ketua Mejlis Tarjih, pengurus KBIHU Arafah, komunitas tabungan haji, PCM Delanggu dan lainnya.

Meskipun Sistem ini memudahkan pengendalian, memperjelas koordinasi, dan mempercepat respons terhadap kebutuhan jemaah di lapangan meurut Iskak, para jamaah harus mampu menyesuaikan dan peran pembimbimbing sangat diperlukan selama berada di tanah suci.
“Dengan skema ini, diharapkan layanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina lebih terorganisir, mulai dari transportasi hingga akomodasi,”ucap Iskak.
Lebih lanjut dijelaskan, untuk menjaga kekhusukan dalam melaksanakan rukun islam yang kelima ini, para jamaah juga sellau diingatkan untuk mewaspadai hal hal yang mengarah pada tindakan yang masuk kategori larangan dalam berhaji seperti Larangan saat berhaji meliputi “rafats” (berhubungan seksual), “fusuq” (berbuat maksiat), dan “jidal” (bertengkar).
Ketua MPI PDM Klaten, Drs.H Sunarto. M.Hum dalam laporannya mengungkapkan reportase ini bagian dari implementasi tugas dari MPI yang telah bersinergi dengan KBIHU Arafah untuk memberikan layanan informasi terkait penyelenggaraan ibadah haji di tanah suci.
“Kerjasama ini akan terus kami tingkatkan sehingga layanan informasi yang kami sajikan dapat bermanfaat bagi khalayak, utamanya keluarha jamaah haji di tanah air, kami juga menyampaikan beragam informasi terkait pelaksanaan ibadah haji melalui sejumlah akun media sosial yang dikelola MPI PDM Klaten”,ungkapnya. (nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
