Rakor Pokjaluh Solo Raya dibuka Walikota, Bahas Pentingnya Regenerasi dan Peran Penyuluh di Era Global
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu Surakarta – Wali Kota Surakarta, Respati Ardi membuka rapat koordinasi sekaligus pembinaan para penyuluh agama islam yang digelar Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Solo Raya di Gedung Pertemuan komplek kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta jalan Ring Road Utara, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan. Jebres, Kota Surakarta, Rabu (14/10/2026).
Respati Ardi menyebut perlu adanya sinergitas penyuluh dilingkungan Kemenag untuk memberikan edukasi para remaja dan pemuda dalam penguatan karakter diera globalisasi, menghadapi bonus demografi hingga mewujudkan keluarga yang sakinah.
“Saya titip kepada para penyuluh untuk memberikan edukasi kepada para remaja, pemuda terkait penguatan Pendidikan karakter, edukasi pra nikah semoga kelak mereka menjadi keluarga yang sakinah”,kata Walikota.
Ketua Pokjaluh Agama Islam Solo Raya, Slamet Arifin mengungkapkan, Rapat Koordinasi Pokjaluh Agama Islam Solo Raya yang mengusung tema Penguatan Penyuluh Agama Islam Dalam Mewujudkan Masyarakat Yang Relegius, Harmonis dan Berdaya ini diikuti sekitar limaratusan penyuluh agama islam dilingkungan Kementrian Agama Kabupaten kota di Eks Karisidenan Surakarta.
“Tujuannya untuk memperkuat koordinasi dan sinergi, memberikan edukasi dan pencerahan bagi para penyuluh agar semakin memberikan dampak bagi masyarakat sesuai dengan asta prioritas Kementrian Agama”,ungkapnya.
Pokjaluh Solo Raya menurutnya sebagai wadah organisasi profesi bagi para Penyuluh Agama Islam (PAI) di lingkungan Kementerian Agama. Keberadaannya telah banyak memberikan dampak yang signifikan, baik bagi masyarakat luas maupun bagi para penyuluh agama itu sendiri.
“Forum ini sebagai wadah untuk peningkatan kompetensi para penyuluh, pemahaman dan kualitas keagamaan, Penguatan moderasi beragama dan toleransi: Membantu menurunkan potensi konflik sosial, merawat kebinekaan, serta memperkuat kerukunan antarumat beragama di tengah masyarakat, tempat untuk berdiskusi problematika kepenyuluhan bagi para penyuluh di Solo Raya dan masih banyak lagi dampak lainnya”,ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut Ahmad Ulin Nur Hafsun, menyampaikan paparan terkait Penguatan Peran Penyuluh Agama Islam dalam mewujudkan masyarakat yang relegius harmonis dan berbudaya ditengah dinamika kemajuan teknologi informasi dimana kinerja para penyuluh secara otomatis harus mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman,melakukan transformasi dakwah dari Konvensional ke Digital, sebagai agen literasi digital dengan menguatkan moderasi beragama serta meningkatkan kompetensi publik.
Sementara itu Perintis Kelompok Kerja Penyuluh Achmad Subandriyo berharap POKJALUH dan FKPAI Kemenag sebagai wadah para penyuluh hendaknya terus dapat dipertahankan, untuk itu para pengurus Pokjaluh Solo Raya dan FKPAI perlu menyiapkan sistem pengkaderan untuk melanjutkan estafet perjuangan dakwah mellaui FKPAI maupun Pokjaluh yang dilandasi dengan KMA No. 516 yang mengabdobsi dengan Pokjawas.
“Sejarah mencatat , Karena Pokjaluh saat itu dirasa sangat penting sebagai sarana untuk diskusi, seminar dan pembahasan materi Bimbingan Penyuluhan. Maka Penyuluh Klaten berinisiasi untuk konsultasi dengan pejabat Departemen Agama Kabupaten Klaten yang akhirnya pada bulan Juli 2005 terbentuk Pokjaluh Kabupaten Klaten, setelah terbentuk di Klaten kemudian dirintis Pokjaluh Solo Raya sampai pada Pokjaluh tingkat pusat,”,ujarnya.
Subandriyo menambahkan untuk para penyuluh yang sekarang jadi P3K mereka ini pada awalnya sebagai Penyuluh Honorer kemudian menjadi Penyuluh Non PNS, yang semuanya tidak bisa bergabung di Pokjaluh.
“Sesuai KMA No. 516 bahwa untuk menghimpun penyuluh baik PNS dan Non PNS bisa bergabung di Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam baik di tingkat Kabupaten/Kota hingga pusat yang saat itu didukung oleh Dirjen Bimas Islam yaitu Bapak Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A. yang sekarang menjadi Menteri Agama RI. (nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
