H. Moch. Isnaeni: IPPK Menjadi Sarana untuk Silaturahmi, Membangun Kebersamaan, Solidaritas, dan Persaudaraan
- account_circle admin
- calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
- visibility 537
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Klaten — Organisasi Insan Purnakaryawan Pendidikan dan Kebudayaan (IPPK) memiliki peran penting sebagai wadah untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, menumbuhkan solidaritas, serta memperkuat tali persaudaraan di antara para purnakaryawan. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten, H. Moch. Isnaeni, dalam acara halal bihalal IPPK Cabang Klaten yang berlangsung di Rumah Makan Mbah Darmo, Timur Stasiun Klaten, Selasa (29/4/2025).
Dalam tausiyahnya, H. Moch. Isnaeni menyampaikan bahwa usia purna tugas bukanlah akhir dari kontribusi seseorang. Justru pada fase tersebut, para purnakaryawan diharapkan tetap aktif, dinamis, dan mampu mengambil peran positif di lingkungan sekitarnya.
“IPPK dapat menjadi sarana untuk silaturahmi, membangun kebersamaan, solidaritas, dan persaudaraan. Setiap aktivitas baik yang dilakukan, meski di masa purna tugas, akan memberikan dampak positif, baik bagi diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.
Menurutnya, purnakaryawan memiliki pengalaman dan pengetahuan yang sangat berharga. Dengan keterlibatan aktif dalam organisasi seperti IPPK, para anggota tidak hanya bisa berbagi pengalaman, tetapi juga tetap merasa dibutuhkan dan terhubung secara sosial. Ia juga menekankan pentingnya menyeimbangkan kesehatan fisik dan mental di masa pensiun.
“Beberapa poin penting yang perlu diperhatikan adalah menjaga kesehatan fisik dan mental, memiliki hubungan sosial yang kuat, menemukan kegiatan yang menyenangkan, menerima proses penuaan dengan positif, serta selalu mensyukuri nikmat dan karunia dari Allah SWT,” tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa dukungan dari keluarga dan teman dekat sangat penting dalam menjalani masa usia lanjut. Dengan dukungan yang kuat, para purnakaryawan dapat menjalani hidup yang lebih bahagia, bermakna, dan insyaallah akan meraih akhir hayat yang husnul khatimah.
“Semoga apa yang saya sampaikan dapat menjadi renungan bersama, dan kita semua bisa menjalani hidup dengan lebih bermakna dan bahagia,” pungkasnya.
Acara halal bihalal IPPK Cabang Klaten tahun ini mengusung tema “Menjadi Purnakaryawan yang Bahagia dan Sejahtera”, yang bertujuan memberikan motivasi kepada seluruh pengurus dan anggota IPPK se-Kabupaten Klaten agar dapat mengisi waktu dengan kegiatan yang positif dan produktif.
Ketua IPPK Cabang Klaten, Drs. H. Djoko Sutrisno, MM, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan halal bihalal ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk memperkuat solidaritas dan mempererat kekeluargaan di antara para purnakaryawan.
“Acara ini menjadi sarana yang efektif untuk membangun kebersamaan dan solidaritas antar-purnakaryawan, meningkatkan rasa persaudaraan dan kekeluargaan, serta menjadi wadah untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan,” ungkapnya.
Djoko Sutrisno menambahkan bahwa melalui organisasi IPPK, para purnakaryawan tetap dapat berkontribusi dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Dengan demikian, kualitas hidup dan kesejahteraan para purnakaryawan akan semakin meningkat.
“Kami berharap IPPK menjadi wadah yang bermanfaat dan berkelanjutan. Meskipun telah memasuki masa purnakarya, semangat untuk terus berkarya dan berkontribusi tidak pernah padam,” imbuhnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh pendidikan Kabupaten Klaten, termasuk Ketua PGRI Klaten, Suwartopo, S.Pd, yang juga memberikan apresiasi atas peran aktif IPPK dalam membangun semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Kegiatan ini ditutup dengan ramah tamah dan doa bersama, yang menjadi penanda kuat bahwa IPPK bukan sekadar organisasi formal, melainkan rumah besar bagi para purnakaryawan untuk terus terhubung, berbagi semangat, dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan di masa purna tugas.
- Penulis: admin
