Sieradmu.com Bantul – Inilah dua pertanyaan unik yang sempat menyita perhatian ratusan peserta dalam kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan, Pancasila, UUD-1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika dengan nara sumber utama Anggota MPR-RI, A-212 Fraksi PDI Perjuangan, Daerah Pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta, GM.Totok Herdi Santosa.

Dua pertanyaan tersebut adalah terkait wujud dari kebhineka tunggal ika-an yang da di Indonesia serta bagaimana membina bangsa ini ditengah keberagaman.

Sebagi Anggota MPR-RI, GM.Totok Herdi Santosa dengan semangat memberikan penjelasan kepada peserta yang dimulai dengan bagaimana Wujud kebhinekaan bangsa Indonesia. Menuurtnya sangatlah beragam sangat beragam dan mudah ditemukan dalam kehidupan kita sehari hari.

“Di sekeliing kita saja pasti ditemukan bangunan tempat ibadah mulai dari Masjid, Gereja, Vihara dan lainnya ini menunjukkan bahwa dinegera kita terdapat beragam agama yang dilindungi negara”,katanya dihadapan peserta sosialisasi yang berlangsung di Balai Pertemuan Siratan, Sidomulyo,Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul pada Senin (15/12/2025).

Dijelaskan, kebhineka tunggal ika-an lainnya di negara kita adalah mencakup  suku, ras, bahasa, budaya (adat istiadat, tarian, lagu, pakaian adat, kuliner, alat musik, rumah adat), hingga latar belakang sosial dan ras fisik.

GM Totok Herdi menegaskan Keragaman tidak dapat dihindarkan khususnya di era sekarang ini, sehingga diperlukan pembinaan agar kehidupan masyarakat yang kaya dan beragam tetap dapat hidup harmonis, toleran dan saling menghargai keragaman budaya, agama dan ras yang ada.

“Hal tersebut merupakan salah satu solusi untuk dapat menjaga keragaman budaya yang terdapat di masyarakat kita ini. Pemerintah juga seharusnya lebih bisa bersikap tegas terhadap orang-orang/kelompok yang sengaja ingin memecah belah bangsa dengan menyebar berita-berita tidak benar atau provokasi lainnya”,tegas GM.Totok Herdi.

Melalui sosialisasi empat pilar kebangsaan, Pancasila, UUD-1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika diharapkan dapat terwujud dalam kehidupan sehari-hari dengan sikap toleransi, gotong royong, dan saling menghargai perbedaan, sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika. (Nur)