Lepas Peserta Simulasi Manasik Haji KBIHU Arafah, Bupati Klaten Berharap Konflik Timur Tengah Mereda, Calhaj Nyaman Beribadah
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
- visibility 167
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten – Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo hari ini (12/4/2026) melepas rombongan pertama peserta simulasi manasik haji dan umroh yang diselenggarakan kelompok bimbingan ibadah haji dan umroh KBIHU Arafah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Klaten di komplek SMK Muhammadiyah 3 Klaten Utara.
Pada musim haji tahun ini KBIHU Arafah PDM Klaten memberangkatkan 726 calon haji yang tergabung dalam kloter 60,61 dan 62 SOC Solo. Jumlah calhaj yang bergabung dengan KBIHU Arafah ini terbesar dari ribuan KBIHU yang resmi dan memiliki ijin dari Kementrian Haji dan Umroh.
Hamenang berharap para calon haji utamanya dari Kabupaten Klaten tetap fokus dan lurus menjaga niat suci melaksanakan rukun wajib dan sunah haji meskipun situasi di Timur Tengah hingga saat ini masih terjadi gejolak.
“Semoha konflik di Timur Tengah segera mereda sehingga para calon Jemaah haji utamanya dari Klaten lebih tenang, khusu’ dalam melaksanakan rukun wajib dan sunah haji di tanah suci nanti, jaga kondisi kesehatan, kerukunan doakan klaten agar lebih manju mandiri sejahtera berkelanjutan”,kata Bupati Klaten.
Kepala Kementrian Haji dan Umroh Kabupaten Klaten, Faizatul Umma, menyatakan jika Pemerintah telah memastikan situasi ketegangan yang terjadi di Timur Tengah tidak mempengengaruhi penyelenggaraan ibadah haji khususnya dari negara Indonesia.
‘”Jamaah calon haji yang diberangkatkan tahun ini termasuk istimewa karena bersamaan dengan maraknya isu knflik di Timur Tengah, pemerintah tetap sesuai dengan rencana untuk memberangkatkan calon haji kloter pertama pada 22 April 2026, untuk itu para calhaj tidak perlu risau dan khawatir terkait situasi ini”,katanya, Ahad.
Diakui ketegangan di Timur Tengah berdampak terhadap kenaikan avtur yang cukup sihnifikan 60-70 peresen, namun demikian pemerintah yang akan menanggung dampak eknaikan avtur tersebut sehingga tidak membebani para calhaj.
Sementara itu Ketua KBIHU Arafah PDM Klaten, Muhammad Husen Prabowo mengungkapkan, pelaksanaan simulasi haji dan umroh dilaksanakan untuk membekali calon jemaah dengan pemahaman teknis dan praktis mengenai tata cara, rukun, wajib, serta sunnah ibadah, sesuai dengan Panduan Manasik Haji selama memingikuti pembimbingan di KBIHU Arafah.
“Simulasi ini penting untuk para Jemaah agar semakin paham dengan tata cara, Ketentuan dalam pelaksanaan ibadah haji dan umroh yang nantinya akan dilaksanakan di tanah suci. Untuk melatih jemaah agar lebih percaya diri, mandiri, dan siap mental, menjaga kebersamaan, adab, prilaku serta memastikan ibadah di Tanah Suci berjalan khusyuk, menjalankan ruku wajib dan sunah haji sesuai dengan ketetntuan yang didapatkan selama manasik tidak memmbuat kreasi sendiri yang melenceng dari Ketentuan”, ungkapnya.
Diterangkan, ada dua hal yang menjadi perintah PDM Klaten untuk para calhaj yang bergabung bersama KBIH Arafah dalam pelaksanakan ibadah haji tahun ini diantaranya instruksi melaksanakan tarwiyah dan melakukan nafar tsani yakni meninggalkan Mina pada tanggal 13 Dzulhijjah setelah menyelesaikan seluruh rangkaian lontar jumrah (tiga jamarat: Ula, Wusta, Aqabah) selama hari-hari tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah).
“Nah inilah pentingnya nanti para pembimbing yang telah ditunjuk PDM Klaten untuk mengawal, membantu para jamaah agar dapat melaksnakan instruksi PDM Klaten tersebut, ada 23 petugas yang akan menyertai Jemaah selama melaksanakan ibadah haji di tanah suci”,ujarnya. (nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
