Gelar Seminar International, Nasyiah Teguhkan Komitmennya Dalam Membangun Eko-livelihood Berkelanjutan
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month 16 jam yang lalu
- visibility 30
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Yogyakarta – Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) menggelar International Seminar bertajuk “From Grassroots to Policy: Young Women’s Leadership in Advancing Ecolivelihood for Sustainable and Just Societies” di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu (16/5/2026). Nasyiatul Aisyiyah selama ini telah mengambil peran nyata dalam mendorong kepemimpinan perempuan muda di akar rumput, terutama dalam isu lingkungan, pemberdayaan ekonomi, dan pembangunan berkelanjutan.
Seminar internasional ini menghadirkan keynote speaker, opening remarks, para panelis dari kalangan akademisi, pemerintahan, organisasi masyarakat sipil, hingga pengumuman Best of The Best National Call for Best Practices terkait praktik baik pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan dan keadilan sosial.
Ketua Umum PPNA, Ariati Dina Puspitasari, menegaskan bahwa Nasyiatul Aisyiyah selama ini telah mengambil peran nyata dalam mendorong kepemimpinan perempuan muda di akar rumput, terutama dalam isu lingkungan, pemberdayaan ekonomi, dan pembangunan berkelanjutan.
“Nasyiatul Aisyiyah memiliki anggota perempuan muda yang produktif mulai usia 17 hingga 40 tahun. Mereka memiliki kesadaran terhadap isu green movement, ecolivelihood, dan pemberdayaan komunitas,” ujar Ariati.
Ia menjelaskan, berbagai gerakan yang dilakukan kader Nasyiatul Aisyiyah telah tumbuh di banyak daerah, mulai dari penguatan komunitas, pengelolaan lingkungan, hingga pemberdayaan ekonomi perempuan berbasis lokal.
“Di berbagai daerah seperti Solo dan Banyuwangi, kader-kader Nasyiatul Aisyiyah hadir mempengaruhi kesadaran masyarakat melalui gerakan kolektif dan kolaborasi dengan banyak pihak,” jelasnya.
Menurut Ariati, kontribusi tersebut juga diperkuat melalui BUANA (Badan Usaha Amal Nasyiatul Aisyiyah), wadah pengusaha perempuan muda Nasyiatul Aisyiyah yang mendorong penguatan kapasitas kewirausahaan sekaligus kepemimpinan perempuan.
“Melalui BUANA, perempuan muda Nasyiatul Aisyiyah memiliki ruang untuk mengembangkan keahlian, kemampuan komunikasi, serta kepemimpinan yang efektif. Ini sangat relevan dengan agenda sustainable economy dan pemberdayaan perempuan,” ucapnya.
Ariati menambahkan, gerakan yang dilakukan Nasyiatul Aisyiyah sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya prinsip no one left behind.
Anggota DPD RI Dapil Daerah Istimewa Yogyakarta, Ahmad Syauqi Soeratno, mendorong perempuan muda berbasis komunitas untuk mengambil peran lebih besar dalam mempengaruhi kebijakan publik sekaligus menggerakkan isu lingkungan berkelanjutan di Indonesia.
“Perempuan muda Nasyiatul Aisyiyah memiliki kekuatan besar untuk mempengaruhi kebijakan di tingkat daerah hingga nasional melalui gerakan komunitas, kepedulian lingkungan, serta kedekatan dengan masyarakat akar rumput”,ungkapnya.
Ia menegaskan, kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, khususnya generasi muda Muhammadiyah dan perempuan muda yang bergerak. (nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
