Anggota MPR-RI GM Totok Hedi Jadi Narasumber Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Turi
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Senin, 16 Mar 2026
- visibility 79
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Sleman – Ratusan peserta mengikuti kegiatan Sosialisasi empat pilar kebangsaan, Pancasila, UUD-1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika di gedung serbaguna kelurahan Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman pada Senin (16/3/2026) siang.
Sosialisasi ini menghadirkan nara sumber utama Anggota MPR-RI, A-212 Fraksi PDI Perjuangan, Daerah Pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta, GM.Totok Hedi Santosa yang kembali mengupas tentang Pancasila sebagai sitem etika dan bagaimana implementasinya.
“Pancasila sebagai sistem etika memiliki sejarah yang panjang dan dinamis. Pancasila tidak lahir secara tiba-tiba, tetapi merupakan hasil dari proses perumusan dan pengembangan yang melibatkan berbagai tokoh, pemikiran, dan peristiwa sejarah. Berikut ini adalah beberapa tahapan penting dalam sejarah Pancasila sebagai sistem etika”,katanya.
Dijelaskan GM Totok Hedi, Melalui lima sila yang ada, Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai sistem etika yang memberikan pedoman bagi bangsa Indonesia dalam berpikir dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.
“Makna nilai dalam lima sila Pancasila adalah pedoman hidup berbangsa yang mencakup ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Nilai-nilai tersebut menekankan toleransi agama, penghormatan hak asasi, cinta tanah air, musyawarah mufakat, serta keadilan sosial dan pemerataan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia”,jelasnya.

Yang menjadi harapan utama setelah melaksanakan nilai-nilai Pancasila sebagai sistem etika adalah terwujudnya perilaku masyarakat dan penyelenggara negara yang berakar pada moralitas luhur, sehingga tercipta kehidupan berbangsa yang harmonis, adil, dan beradab. Terbentuknya karakter bangsa yang berintegritas, baik hati, sopan santun, disiplin, jujur, dan bertanggung jawab, baik bagi individu maupun remaja.
“Terciptanya rasa persatuan, solidaritas, toleransi yang tinggi, serta hilangnya perilaku kekerasan dalam kehidupan bermasyarakat, erwujudnya tata kelola pemerintahan yang etis, jujur, serta jauh dari perilaku koruptif, kolutif, dan nepotisme dan harapan besar lainnya untuk bangsa Indonesia”,pungkas GM Totok Hedi.(nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
