Sieradmu.com Klaten – Ratusan Guru, karyawan tendik Amal Usaha bidang pendidikan, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ngawen mengikuti kegiatan pembinaan yang di laksanakan oleh Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Ngawen di MI Muhammadiyah Tempursari, kemarin (20/12/2025).

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Ngawen, Basri, dalam kesempatan tersebut menyinggung soal adanya amal usaha bidang pendidikan di Cabang Ngawen yang terpaksa ditutup karena tidak mendapatkan banyak murid. Hal ini penting untuk dijadikan refleksi utamanya para pengelola AUM bidang pendidikan.

“Ini menjadi cacatan bagi para pengelola AUM pendidikan, dari kejadian tersebut, pengelola amal usaha  Muhammadiyah dibidang pendidikan, untuk selalu berinovasi  supaya kedepannya sekolah sekolah Muhammadiyah menjadi sekolah pilihan bagi masyarakat. Jangan ada lagi sekolah Muhammadiyah yang tutup”,katanya.

Sekanjutnya PCM Ngawen membentuk tim pengembangan Sekolah Muhammadiyah agar ada peningkatan mutu, untuk menyelamatkan AUM Pendidikan agar mampu bertahan bersaing dengan sekolah lainnya.

Agung Widodo salah satu anggota Tim Revitalisasi Sekolah Muhamamdiyah di PCM Ngawen menyebut, saat ini tim pengembangan akan fokus kepada SMP Muhammadiyah 5 Ngupit, dengen me re brainding sekolah, yang Awalnya.

“Agar lebih menarik maka SMP Muhammadiyah 5 Ngupit akan di ganti dengan SMP Muhammadiyah At-Ta’awun 5 Ngupit, yang akan fokus pada program Tahfidzul Qur’an dan Digital School.Nama tersebut merupakan keputusan bersama tim dan PCM Ngawen”,ucapnya.

Dia menyebut agar sekolah Muhammadiyah mampu bersaing bukan hanya level di ranting atau cabang, melainkan juga mampu bersaing dalam level kabupaten maka perlu adanya kaji ulang lagi terkait visi dan misi sekolah, supaya bukan hanya sebuah tulisan tapi itu merupakan representasi dari output lulusan. (Ardhi)