Yayasan Merah Putih Peduli Resmikan SPPG Gedaren, Konversi Ke CNG Untuk Efisiensi Anggaran MBG
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 95
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten – Yayasan Merah Putih Peduli hari ini (10/6/2026) meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ke enam di Kabupaten Klaten yang berada di Gedung Ratna Sulistya, Dukuh Surobayan, Desa Gedaren Kecamatan Jatinom.
Guna mendukung program Efisiensi BGN, setelah mulai beroperasi nantinya SPPG ini akan menggunakan SPPG beralih menggunakan gas bumi, CNG (Compressed Natural Gas), atau LPG non-subsidi skala industri seperti tabung 50 kg sesuai petunjuk teknis Badan Gizi Nasional.
Kepala SPPG Gedaren Jatinom, Nadia Flora Aisyah Irzani melaporkan jika SPPG ini telah melengkapi seluruh persyaratan yang wajib dipenuhi sesui dengan Ketentuan BGN, fasilitas produksi higenis dan legalitas lengkap seperti Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Kemenkes, sertifikasi HACCP, izin BPOM, sertifikat halal.
“SPPG Gedaren saat ini memiliki 39 relawan yang akan melayani 13 sekolah dan dua Desa di Kecamatan Jatinom kurang lebih sektar 2000 porsi sehari, untuk launching sendiri masih menunggu arahan dari BGN dengan penyesuaian peraturan yang baru”,katanya.

Lebih lanjut menurut Flora, SPPG ini nantinya akan memiliki alat food safety, untuk menjamin makanan bebas dari bahaya fisik, kimiawi (seperti sianida, arsenik, nitrit, dan formalin), serta biologis. Alat yang kita peragakan dalam perssmian ini berfungsi untuk memastikan standar kebersihan, suhu, dan kualitas gizi makanan tetap aman hingga diterima konsumen. Dengan demikian dapat mendukung standar keamanan pangan sesuai instruksi BGN.
“Di Yayasan Merap Putih Peduli rata rata seluruh SPPG sudah memberlakukan alat uji ini untuk menjamin keamanan pangan sebelum disistribusikan ke konsumen atau penerima program MBG”,lanjutnya.
Flora menerangkan, selain pengunaan alat food safety, SPPG ini nantinya mulai beralih menggunakan gas bumi, CNG (Compressed Natural Gas), langkah konfersi ke CNG ini dilaksanakanb untuk mendukung langkah efisiensi program MBG yang dilakukan BGN karena mampu menekan biaya operasional dapur.
“Mengunakan CNG dapat menghemat biaya operasional karena lebih murah, pasokan lebih terjamin dan penggunaanya lebih praktis dana man, nantinya SPPG Gedaren ini kali pertama yang akan beralih ke CNG”terang Flora.
Heri Widagdo mewakili Pengurus Yayasan Merap Putih Peduli mengungkapkan jika SPPG Gedaren ini merupakan SPPG ke-6 yang didirikan di kota bersinar. Tujuannya membantu pemerintah untuk kelancaran program nasional makan bergizi gratis.
“Yayasan Merah Putih Peduli ini hadir untuk mewujudkan kedaulatan dan kemandirian bangsa di berbagai sektor strategis melalui penguatan ketahanan pangan, solidaritas sosial, dan pembangunan berkelanjutan demi tercapainya Indonesia yang berdaulat, mandiri, adil, dan makmur menuju Indonesia Emas 2045”,ungkapnya.
Sementara itu Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Klaten, Yoga Angga Pratama yang bertanggung jawab dalam pengawasan dan operasional program makan bergizi di wilayah Klaten setelah melakukan sidak menyatakan semua fasilitas di SPPG ini dinilai sudah memadahi.
“Setelah beroperasi nantinya kita tekankan pada kebersihannya untuk proses pengolahan agar lebih ketat lagi, terlebih di SPPG ini memiliki laboraturium pengecekan makanan, ini yang berbeda dengan SPPG lain karena belum semua SPPG di Klaten menggunakan alat ini”,pungkasnya.
- Penulis: Redaksi SieradMU
