Diinisiasi Mahasiswa KKN 2026, Unwidha Klaten Gelar Wayang Kulit di Lereng Merapi, Rektor Spil Alur Ceritanya
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month 18 jam yang lalu
- visibility 83
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Boyolali – Suasana malam di Dukuh Sambungrejo, Desa Mriwis, Kecamatan Cepogo , Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, tampak berbeda pada Rabu malam (26/8/2026). Ratusan warga memadati lokasi pagelaran wayang kulit yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ki Tegar Wisnu Gemilang Mahasiswa Program Studi Bahasa Jawa Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten sebagai dalang, tampil membawakan lakon Pandhawa Laku Darma dengan iringan kelompok karawitas senapaksa yang menghadirkan para pesinden Kabupaten Ngawi, Tulung Agung, Kabupaten Purwodadi, Klaten dan lainnya.
Suasana makin pecah dengan hadirnya Gareng Tralala, seorang seniman lawak atau dagelan dari Kabupaten Karanganyar yang menghibur warga masyarakat Desa Mriwis yang sangat antusias menyaksikan Pagelaran Wayang Kulit bersamaan dengan pelaksanaan kuliah kerja nyata (KKN) Unwidha tahun ini.
Kepala Desa Mriwis, Hardani merasa bangga dan terharu atas penyelenggaraan pagelaran wayang kulit yang diinisiasi para mahasiswa KKN Unwidha di desanya, Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk memperkuat kecintaan terhadap budaya Jawa sekaligus memberikan ruang bagi para seniman lokal untuk menunjukkan kemampuannya terlebih sejak tahun 2019 didaerah ini belum nanggap wayang.
“Sejak pandemi terhenti baru mala mini warga kami menggelar wayangan kembali, Kami juga mengapresiasi munculnya seniman muda dari Unwidha yang nanti akan menjadi tauladan dalam merawat sekaligus melestarikan kesenian tradisional agar tidak tergerus perkembangan zaman”,katanya, Rabu (26/8/2026).

Rektor Unwidha Klaten Profesor Triyono dalam kesempatan menyampaikan dengan adanya pagelaran wayang kulit ini, diharapkan menjadi ruang apresiasi budaya sekaligus sarana mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat. Unwidha menegaskan komitmennya untuk terus melestarikan warisan budaya bangsa sembari menanamkan nilai-nilai karakter yang relevan bagi kehidupan masa kini terlebih kegiatan ini menjadi rangkaian dari acara bersih desa kolaburasi masyrakata desa dengan mahasiswa KKN.
“Lakon Pandhawa Laku Darma menggambarkan bagaimana perjuangan hidup dengan berbagai ujian dan cobaan, pesan moral dari cerita ini adalah bagaimana kesuksesan itu diraih tidak dengan instan melalui sebuah proses, lewat kejujuran dan ketulusan perilaku sehari-hari, seperti halnya Unwidha yang terus tumbuh hingga mampu memberikan dampak terbaik untuk masyarakat di sekitar, secara akademik maupun non akademik”,ucap Rektor.
Profesor Triyono menyebut Melalui semangat berinovasi dan keberlanjutan, Unwidha berkomitmen menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya yang turut memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045.
“Kami sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat di Kabupaten Boyolali dan sekitarnya jika saat ini Unwidha memiliki Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten memiliki lebih dari 16 program studi yang terbagi dalam program vokasi, sarjana (S1), dan magister (S2), sebagian besar prodi telah terakreditasi unggul, monggo yang mau bergabung di Unwidha dapat menghubungi petugas PMB kami”,pungkas Profesor Triyono.(nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
