Manfaatkan Forum MT Al-Ikhlas FKPAI, Kapala Kemenag Klaten Berikan Arahan Terkait Profesionalisme Penyuluh di Era Modern
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 17
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten – Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Klaten memberikan pembinaan kepada ratusan Penyuluh Agama Islam dalam upaya membangun profesionalisme, berdakwah, melayanai dan memberdayakan masyarakat dalam forum pengajian majelis taklim Al-Ikhlas, FKPAI putaran ke-47, Rabu (9/9/2026).
Majelis Taklim ini dirintis para penyuluh agama islam dilingkungan setempat yang tergabung dalam Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kemenag Klaten, bersama Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) yang waktu itu dimotori oleh Ahmad Subandrio.
“Di era digitalisasi dan Gen Z, menjadi tantangan bagi para penyuluh sebagai garda depan dalam melaksanakan tugas berdakwah memberikan pelayanan yang berdampak bagi masyarakat berbeda dengan zaman dahulu, untuk itu dituntut peran penyuluh yang professional terhadap perkembangan zaman, tidak hanya sekedar menyampaikan risalah para ulama dalam menebar benih kebaikan”,kata Kepala Kantor Kemenag Klaten, H. Khumaidin.S.Ag.M.Ag di aula gedung Al-Ikhlas, komplek Kantor Kemenag Klaten.
Dalam memaksimalkan perannya dalam berdakwah, memberikan pelayanan dan memberdayakan menurutnya, ada empat kompetensi yang harus dimiliki para penyuluh utamanya dilingkungan Kemenag Klaten. Empat kompetensi tersebut mulai dari substantive menyangkut keilmuan yang harus dimiliki, mulai dari agama, kemasyarakatan maupun dalam menyelesaikan permasalahan ditengah masyarakat.
“Perasalahan di masyarakat sangat luar biasa, contoh kecil adalah permasalahan rumah tangga, tingginya angka perceraian, ini butuh peran penyuluh untuk yang sering berhadapan langsung dengan keluarga, memberikan bimbingan menjadi keluarga yang sakinah, dalam melayani para penyuluh harus mampu memberikan kebahagiaan bagi masyarakat memberikan dampak bagi masyarakat, termasuk permasalahan ekonomi dengan membangun sinergi dengan Kemenag, Baznas dan lainnya”,ucap Khumaidin.
Dalam hal memberdayakan, penyuluh didorong hadir dalam memberikan solusi terhadap berbagai persoalan tak terkecuali dlam mengatasi trend kenakalan remaja yang dialami para gen-z akibat perkembangan global, era digital.
“Para penyuluh didorong aktif melakukan edukasi kepada para remaja, jalin kerjasama dengan para guru disekolah, berikan edukasi bijak dalam bermedia sosial, berikan eduaksi kepada para remaja yang akan emlangsungkan pernikahan, agar trend angka pernikahan meningkat sementara perceraian menurun serta berbagai persoalan lainnya dimasyarak dengan profesioanlisme yang dimiliki sebagai penyuluh yang terus berdampak bagi masyarakat”,ujarnya.

Penyuluh senior yang ikut membidani lahirnya Pengajian Majelis Taklim Al-Ikhlas, FKPAI Klaten, Ahmad Subandrio mengungkapkan terkait legalitas yang diberikan Dirjen Binmas Islam Kemenag waktu perintisan FKPAI dan sekarang Menjabat Menteri Agama yakni Profesor Nasaruddin Umar.
“Hasil pertemuan kami, beliau memberikan fasilitas berupa legalitas FKPAI sebagai wadah untuk meningkatkan profesionalisme, untuk mendukung kinerja para penyuluh agama Islam dalam melaksanakan tugas berdakwah, memberikan pelayanan serta memberikan dampak bagi masyarakat, seperti pembinaan majelis taklim, membangun kepedulian sosial sampai dengan perintisan koperasi Syariah berbasis majelis taklim bersinergi dengan Baznas Jawa Tengah”,ungkapnya.
Diharapkan keberadaan majelis taklim ini dapat terus dimanfaatkan dalam meningkatkan kinerja para penyuluh dalam memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui FKPAI maupun Pokjaluh dilingkungan Kantor Kemenag Klaten.
Ketua FKPAI Klaten, Heri Waskito menjelaskan, keberadaan FKPAI yang salah satunya emmiliki forum Pengajian majelis taklim Al-Ikhlas dilingkungan Kemenag Klaten ini terus dijaga keberlangsungnyya karena keberadaannya memiliki fungsi yang sangat mendukung kinerja para penyuluh agama islam di Klaten.
“Forum ini sebagai media silaturahmi seluruh penyuluh tanpa ada batasan, bahkan yang sudah pensiun dari kedinasan, melalui FKPAI para penyuluh juga terus mendapatkan ugrade tentang kepenyuluhan, bahkan kami akan emmperluas forum ini agar lebih memberikan banyak dampak bagi masyarakat”,pungkasnya. (nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
