Jumlah Wisatawan Asing Pengguna Layanan KAI di Daop VI Yogyakarta Meningkat 7,8 %
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 25
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Yogyakarta – Minat wisatawan mancanegara (WNA) menggunakan layanan kereta api di wilayah KAI Daop 6 Yogyakarta menunjukkan pertumbuhan signifikan. Sepanjang periode Januari hingga September 2026, tercatat sebanyak 264.335 penumpang WNA menggunakan layanan kereta api di wilayah Daop 6, meningkat 7,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencatat 245.229 penumpang WNA.
Dari jumlah total tersebut, pada periode Januari–September 2026 tercatat 135.897 penumpang WNA yang berangkat dari Daop 6, meningkat 6,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 127.561 penumpang WNA. Sementara itu, jumlah penumpang WNA yang tiba di Daop 6 pada Januari–September 2026 mencapai 128.438 penumpang, meningkat 9,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 117.668 penumpang WNA.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan pertumbuhan volume penumpang WNA menjadi salah satu indikator bahwa kereta api semakin berperan dalam mendukung konektivitas pariwisata di wilayah Yogyakarta, Solo, dan kota penopang di sekitarnya.
“Pertumbuhan volume penumpang WNA di angka 7,8 persen pada periode Januari–September 2026 menunjukkan tingginya mobilitas wisatawan mancanegara yang memanfaatkan transportasi kereta api”,katanya.
Menurutnya Stasiun Yogyakarta menjadi salah satu pintu masuk penting bagi wisatawan untuk menjangkau berbagai destinasi wisata di Yogyakarta dan Solo maupun wilayah sekitarnya. Selain itu, KAI juga menyediakan berbagai sarana dan fasilitas yang memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi wisatawan mancanegara selama menggunakan layanan kereta api.
“Modernisasi armada sarana dan peningkatan fasilitas seperti layanan informasi dan petunjuk di stasiun maupun kereta yang tersedia dalam bahasa Inggris, papan informasi keberangkatan dan kedatangan, annoucer, akses digital untuk pemesanan dan informasi perjalanan di aplikasi Access by KAI, serta berbagai fasilitas penunjang kenyamanan penumpang lainnya.” ucapnya.
Feni menjelaskan, enam stasiun dengan volume keberangkatan penumpang WNA tertinggi di wilayah Daop 6 Yogyakarta periode Januari-September 2026 yaitu, Stasiun Yogyakarta: 108.210 penumpang, Stasiun Solo Balapan: 11.548 penumpang, Stasiun Lempuyangan: 11.002 penumpang, Stasiun Wates: 1.368 penumpang, Stasiun Purwosari: 1.064 penumpang, Stasiun Klaten: 1.017 penumpang
“Sementara itu, untuk volume kedatangan penumpang WNA tertinggi di wilayah Daop 6 Yogyakarta periode Januari-September 2026 yaitu tertinggi tercatat di Stasiun Yogyakarta: 101.476 penumpang, Stasiun Solo Balapan: 10.938 penumpang, Stasiun Lempuyangan: 10.834 penumpang, Stasiun Wates: 1.526 penumpang, Stasiun Klaten: 967 penumpang, Stasiun Purwosari: 966 penumpang”,jelasnya.
Dijelaskan, Tingginya mobilitas WNA di stasiun-stasiun wilayah Daop 6 Yogyakarta menunjukkan posisi strategis Daop 6 sebagai salah satu gerbang utama wisatawan mancanegara. Yogyakarta dan Solo kerap dijadikan titik awal ke destinasi berikutnya seperti Surabaya, Malang, hingga Banyuwangi. Kemudahan akses transportasi kereta api dari dan menuju berbagai destinasi wisata turut membuka peluang lebih besar bagi pergerakan wisatawan ke berbagai wilayah di Daop 6.
“Arus wisatawan mancanegara yang datang melalui simpul transportasi kereta api juga memberikan dampak yang lebih luas terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Mobilitas wisatawan berpotensi mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, akomodasi, kuliner, transportasi lanjutan, ekonomi kreatif, hingga UMKM yang berada di sekitar destinasi wisata dan kawasan stasiun”,jelasnya. (nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
