Apel Hari Santri di Klaten, Plt Bupati Yulinda Sebut Santri Berperan Sebagai Pelopor Kerukunan dan Penjaga Toleransi
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month 52 menit yang lalu
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten – Ratusan santri dari berbagai sekolah atau madrasah mengikuti Apel Peringatan Haris Santri 2026 yang berlangsung di Alun-Alun Klaten, Kamis (22/10/2026). Plt Bupati Klaten, Mahanni Yulindha Pratiwi menyebut santri memiliki peran strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Upacara tersebut diikuti oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Klaten, jajaran Pemerintah Kabupaten Klaten, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Klaten, serta tamu undangan lainnya.
Dalam amanatnya, Yulinda menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri merupakan momentum untuk meneladani semangat perjuangan para santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, santri memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan bangsa, merawat persatuan, serta menumbuhkan semangat cinta tanah air.
Nilai-nilai perjuangan tersebut, perlu terus diwarisi dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mengusung tema “Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, peringatan Hari Santri tahun ini juga menjadi pengingat bahwa cita-cita Indonesia Emas membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, berakhlak mulia, berilmu, mandiri, serta memiliki semangat persatuan dan tanggung jawab kebangsaan.
“Santri memiliki peran strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas. Santri tidak hanya harus menguasai ilmu agama, tetapi juga perlu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi agar mampu menghadapi berbagai tantangan zaman,” tutur Mbak Linda.
Mbak Linda juga mengajak para santri untuk terus meningkatkan prestasi, menjadi pelopor kerukunan, serta menghadirkan kesejukan dan kebaikan di tengah masyarakat. Ia berharap generasi santri mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan bangsa dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama, toleransi, dan persaudaraan. Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Klaten berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan pondok pesantren, ulama, dan seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung pembangunan daerah guna mewujudkan Kabupaten Klaten yang semakin maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri 2026 tingkat Kabupaten Klaten ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Klaten. Pada kesempatan yang sama, turut diserahkan santunan dan manfaat jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan, meliputi beasiswa, jaminan hari tua, dan jaminan kematian. (nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
