GM Totok Herdi MPR-RI Merecharge Semangat Persatuan dan Kesatuan Ratusan Peserta Sosialisasi 4 Pilar di Girirejo Bantul
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
- visibility 19
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Bantul – Anggota MPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Daerah Istimewa Yogyakarta, GM.Totok Hedi Santosa kembali me-recharge semangat nasionalisme masyarakat di daerah pemilihannya dalam sosialisasi empat pilar 4 Pilar yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, yang dilaksanakan Omah Srawung Punokawan di Pedukuhan Dronco, Desa Girirejo di kecamatan imogiri kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Rabu (16/9/2026).
Kegiatan yang diikuti tak kurang dari 150 peserta ini dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran berbangsa, memperkuat nasionalisme menjaga persatuan NKRI sekaligus membangun karakter bangsa.
“Harapan dari kegiatan sosialisasi ini sebagai sarana recharging pemahaman mereka mengenai empat pilar MPR-RI, mampu memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan sehari-hari, menjadi agen sosialisasi serta menumbuhkan semangat patriotisme, toleransi, kerukunan, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman”,kata GM.Totok Hedi Santosa.
Kegiatan ini mendapatkan sambutan antusias dari peserta sosialisasi dengan berbagai pertanyaan yang ditujukan kepada GM.Totok Hedi Santosa sebagai nara sumber utama. Salah satunya terkait makna dan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa.
“Persatuan dan kesatuan bangsa berarti persatuan bangsa yang mendiami wilayah Indonesia, Persatuan itu didorong untuk mencapai kehidupan yang bebas dalam wadah negara yang merdeka dan berdaulat “,ucapnya.

GM.Totok Hedi Santosa yang juga Legislator dari PDI Perjuangan ini lebih lanjut mengungkapkan persatuan dan kesatuan bangsa yang kita rasakan saat ini terjadi dalam proses yang dinamis dan berlangsung lama, hal ini karena persatuan dan kesatuan terbentuk melalui proses tumbuhnya unsur-unsur sosial budaya masyarakat Indonesia sendiri, ditempa dalam jangka waktu yang lama.
“Unsur unsur budaya itu sendiri antara lain sifat kekeluargaan dan jiwa kegotong royongan, keduanya merupakan unsur pokok itu dituntun oleh asas kemanusiaan dan kebudayaan “,ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut para peserta juga dingatkan akan komitmen menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, karena menjaga persatuan dan kesatuan bukanlah tugas yang mudah, terutama di negara yang sangat beragam seperti Indonesia. Namun, dengan komitmen dan upaya bersama, kita dapat memperkuat ikatan persatuan.
“Beberapa langkah efektif untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa diantaranya menjaga sikap toleransi, memperkuat identitas nasional, memperkuat budaya gotong royong, menjunjung tinggi keadilan serta kesetaraan, mengedepankan dialog musyawarah, mempromosikan nilai-nilai Pancasila dan meningkatkan literasi media dan insformasi di era digital untuk menjaga pesratuan dan kesatuan bangsa”,pungkasnya. (Nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
