Syawalan dan Parenting SMP M Plus Klara Bahas Pentingnya Keteladanan Dalam Pola Asuh
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
- visibility 115
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten – SMP Muhammadiyah Plus Klaten Utara menyelenggarakan halal bihalal dan pareinting yang diikuti para santri, wali santri, civitas sekolah, serta pengurus komite dan yayasan. Kegiatan tahunan ini dilaksanakan dengan tujuan mempererat hubungan antara sekolah, orang tua, dan anak dalam membangun keluarga yang harmonis.
Kepala SMP Muhammadiyah Plus Klaten Utara, Sudarwantodalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi sarana strategis untuk membangun harmonisasi antara anak dan orang tua dalam mewujudkan keluarga bahagia dunia dan akhirat. Kerena pentingnya peran orang tua atau wali dalam mendukung pendidikan anaknya maka sekolah berencana melakukan pengembangan program sekolah ayah.
“Ke depan, kami akan menghadirkan Sekolah Ayah untuk menguatkan peran ayah dalam mendidik anak. Selain itu, sekolah juga sedang menyiapkan program ICP (International Class Program) yang berfokus pada penguasaan tiga bahasa, yaitu Arab, Mandarin, dan Inggris sebagai langkah menuju sekolah bertaraf internasional,”katanya di Griya Amanahmu, Desa Jonggrangan Klaten Utara, Sabtu (4/4/2026).
Sementara itu, Ketua PCM Klaten Utara, H. Sumarsono, Ch, menegaskan bahwa halal bihalal merupakan momentum penting untuk saling memaafkan, membersihkan hati, serta mempererat ukhuwah Islamiyah. Ia juga menekankan pentingnya pola asuh berbasis kasih sayang dengan menanamkan adab dan akhlak sebagai fondasi utama dalam keluarga.
“Penerapan ilmu parenting yang tepat akan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, sehingga terwujud keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah,” ungkapnya.

Pada sesi materi, Ustadz Andre Raditya, Founder Sijum Indonesia, menyampaikan kajian tentang makna halal bihalal serta karakter orang bertakwa sebagaimana termaktub dalam QS. Ali Imran ayat 133–134 yakni Iyaitu gemar berinfak dalam segala keadaan, mampu menahan amarah, serta memaafkan orang lain.
“Konsep parenting holistik dalam Islam dengan meneladani kisah Luqmanul Hakim terdapat dua bekal utama dalam mendidik anak, yaitu sikap hakim (pencegahan) agar anak terhindar dari kesalahan dan penyimpangan, serta rasa syukur tanpa syarat atas kehadiran anak dalam kondisi apa pun. Selain itu, kasih sayang tanpa syarat menjadi landasan penting dalam membangun hubungan orang tua dan anak”,ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya keteladanan dalam pengasuhan. Orang tua diharapkan tidak hanya memberikan nasihat, tetapi juga menjadi contoh nyata melalui sikap sehari-hari, termasuk melalui metode role play (bermain peran). Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail menjadi inspirasi dalam membangun citra positif orang tua di mata anak. (Rachma)
- Penulis: Redaksi SieradMU
