Oleh : Komisaris Polisi (P) .HM. Jamaluddin Ahmad, S.Psi, Psikolog (Ketua LPCR PM, PP Muhammadiyah).
(Disampaikan dalam khutban sholat idul Fitri 1446 H, di Taman Lampion, Kecamatan Klaten Utara Bersama FKTRM)
Pagi ini pada hari Senin 1 Syawal 1446 H/ 31 Maret 2025 M, di Lapangan Parkir Taman Lampion Bareng Lor Klaten Utara, kita semua berkumpul untuk sholat idul fitri seraya terus menerus mengagungkan asma Allah SWT. Pada saat pagi ini kita bersyukur dan bergembira karena bisa beridul fitri bersama handai tolan dan sanak saudara, ditempat lain banyak saudara kita yang sedang menderita,sengsara dan berduka seperti di Ghaza. Setiap hari nyawa mereka bisa terenggut karena kebiadaban zionis yahudi. Semoga saudara saudara kita yg wafat di Gaza, wafat dalam keadaan husnul khotimah dan syahid (bagi yg beragama Islam). Kita yg masih diberi kesempatan hidup, jangan sampai menyia nyiakan kesempatan yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita. Mari kita jalani hidup dengan penuh kesabaran dan kesyukuran dengan beramal sholih sebaik mungkin agar kita telah memiliki bekal yang cukup kita dipanggil Allah SWT.
Rasanya sang waktu berjalan teramat cepat. Tiba-tiba bulan puasa datang dan kemudian berakhir serta pagi ini kita berIdul Fitri. Kemarin kita masih merasa kanak-kanak, tiba-tiba sekarang kita telah memiliki anak, kemarin kita memanggilmanggil ibu dan bapak, sementara sekarang kita sudah dipanggil sebagi ibu dan bapak. Ternyata banyak hal dalam hidup ini kita biarkan berlalu tanpa makna dan kita menjadi terkaget-kaget karena tahu-tahu kita sudah menjadi tua tanpa pernah benar- benar mengisi masa muda dengan prestasi dan ahklak mulia. Kita juga menjadi kagetkarena banyak peluang dan kesempatan emas yang tidak pernah kita manfaatkan. Demikian pula kesempatan emas yang bernama “Ramadhan Barangkali, kita telah berpuluh-puluh kali menjalankan ibadah puasa Ramadhan, namun adakah hasilnya? Apakah puasa Ramadhan telah membuat kita lebih mencitai amal shaleh dan membenci amal salah ? apakah puasa Ramadhan telah mampu menghadirkan keindahan hidup dengan ahklak yang mulia bagi anak-anak, suami, istri dan masyarakat kita? Apakah setelah Ramadhan selesai, kita yang hadir dilapangan ini semakin cinta masjid sehingga masjid menjadi makmur dan memakmurkan? ataukah puasa Ramadhan telah kita ubah menjadi sekedar ibadah ritual belaka saja ? oleh karenanya Rasulullah pernah mengingatkan kita dengan sabdanya Banyak orang yang berpuasa namun tidak memperoleh apa apa dari puasanya itu kecuali lapar dan dahagaâ (HR Ath Thobroniy).
Hadits ini memberikan hikmah dan pesan dari Ibadah Ramadhan agar ibadah kita tidak menjadi sebatas ibadah ritual dan sekedar mencari pahala, akan tetapi Shaum Ramadhan benar-benar merubah dan membentuk kita menjadi manusia yang bertaqwa (la’allakum tattaqun) yaitu menjadi pribadi yang tambah taat, tambah patuh dan tambah takut pada Allah SWT, serta pribadi yang semakin mampu menjaga diri kita dari segala hal yang dilarang oleh Allah SWT. Agar pencapaian peningkatan taqwa bisa kita raih dan dapat kita buktikan dalam kehidupan sehari-hari, menjadi penting bagi kita untuk meneruskan berbagai amaliahramadhan yang sudah menjadi kebiasaan selama sebulan penuh untuk kita praktekkan dalam kehidupan sehari hari di bulan selain Ramadhan. Dibutuhkan sikap istiqomah bila kita benar benar ingin menjadi hamba Allah yang bertaqwa baik selama bulan Ramadhan maupun setelah selesai menjalankan ibadah Ramadhan. Lalu hal hal apa saja yang perlu kita amalkan secara istiqomah agar nilai dan kualitastaqwa selalu berada dalam diri kita? Yang perlu kita lakukan adalah:
Menjaga dan memelihara iman kita.
Mengapa keimanan perlu dijaga? Karena iman adalah syarat dan modal orang berpuasa Ramadhan. oleh karena itu hanya orang orang yang beriman yang dipanggil oleh Allah SWT untuk berpuasa Ramadhan (QS Al Baqarah:183). Dengan iman orang menjadi kuat dan mampu berpuasa serta mampu menghindarkan diri dari segala sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT. Dengan iman yang kuat setiap manusia akan memiliki kekuatan untuk tetap kokoh menghadapi ujian dan godaan hidup. Dengan iman yang terjaga maka manusia tetap memiliki integritas meski hidup di tengah zaman yang penuh kebobrokan. Pejabat yang beriman tidak mungkin mengoplos pertalite menjadi pertamax hingga merugikan negara dan rakyat hampir 1000 triliun. Karena iman itu âal imaanu yaziidu wa yankusâ bisa bertambah dan berkurang maka iman kita perlu dijaga dan dipelihara dengan semakin mantab meyakini Maha dahsyatnya Allah SWT, semakin bersyukur akan maha baik dan sayangnya Allah SWT pada manusia dan alam semesta, semakin mengenal Islam, semakin memahami Al Quran dan As Sunnah, memiliki keluarga yang dekat dengan Allah, kumpul dengan orang yang baik (shalih) dst.
Meneruskan nilai dan kebiasaan berpuasa.
Mengapa? karena salah satu hakekat hidup adalah puasa. Kehidupan hanya akan sukses dan selamat bila setiap orang mau berpuasa (menahan diri dan mengendalikan diri). Puasa Ramadhan hanya setahun sekali dan hanya berlangsung satu bulan. Namun demikian hakekat puasa akan terus aktual melintas zaman yaitu: terus berbuat baik dan terus menghindarkan diri dari segala hal yang merugikan, jahat, merusak, menyakiti dan membinasakan. Bila manusia sudah tidak berpuasa (tidak mengendalikan diri) maka dunia akan rusak dan hancur lebur.
Melestarikan kebiasaan sholat Tarawih (Qiyamul lail, Qiyamul Ramadhan) yaitu dengan melakukan sholat malam (Tahajud) diluar Ramadhan. Mengapa? Karena Allah akan mengangkat derajat dan martabat umat Islam bila umat islam kuat iman dan ilmunya (QS Al Mujadalah:11) dan kuat tahajudnya (QS Al Isro:79). Sholat tahajud, insya Allah akan melahirkan kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosi (kecerdasan psikologi) sehingga akan menjadikan setiap orang sholat tahajud mampu menjalani hidup dengan bahagia (sabar dan bersyukur) dan sehat lahir bathin.

Melestarikan kebiasaan membaca, memahami dan mengamalkan Al-Quran.
Mengapa? Karena kemajuan dan kejayaan umat Islam hanya bisa terjadi apabila Al Quran (dan AsSunnah) dibaca, dipahami dan diamalkan. Banyak orang yang mati matian membaca dan menghafal Al Quran namun lupa dan lalai untuk mengamalkan Al Quran. Al Quran (QS Al Baqarah : 185) memiliki fungsi sebagai Al Huda (Petunjuk) dan Al Furqon (Pembeda) maka meski Ramadhan telah usai kita tetap menjadikan Al Quran sebagai petunjuk jalan yang harus kita ikuti agar kita selamat dalam menempuh perjalanan dikampung dunia menuju perjalanan mudik ke kampung halaman yang sesngguhnya yaitu kampung akherat yang kekal abadi. Jangan sampai kita salah bekal dan salah jalan menuju kampung akherat. Al Quran akan lebih berfungsi dan lebih bisa dirasakan manfaatnya bila diamalkan dalam kehidupan sehingga menjadi panduan dan solusi kehidupan. Banyak orang yang membaca dan menghafal Al Quran namun bingung ketika menghadapi masalah kehidupan. Bahkan ada kelompok yang disebut Rasulullah dengan istilah âyaqrounal Quraan la yujawizu hanaajirohumâ yaitu pandai membaca Al Quran tetapi tidak sampai melalui kerongkongan mereka (HR.Muslim no 143/1064, hal 471). Tidak sampai melalui kerongkongan artinya tidak sampai kehati dan tidak diamalkan dalam kehidupan. Kyai Haji Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah sangat mementingkan pengamalan Al Quran. Quran surat Al âAshri (wal âashri) yang hanya tiga ayat diajarkan beliau hampir 8 bulan. QS Al Maâun diajarkan pada santrinya hingga hampir 4 bulan. Dua surat yang sangat pendek diajarkan total hampir 12 bulan. Setiap santrinya ditanya, apakah sudah mengerti? apakah sudah diamalkan? mereka menjawab sudah. Sudah yang dimaksudkan adalah sudah dibaca dan dipraktekkan dalam sholat namun belum diamalkan dalam kehidupan sehari hari. Membaca QS Al Maâun dalam sholat namun tidak peduli pada anak yatim dan orang orang yang lemah dan menderita. Membaca QS Al Ashr namun tidk disiplin waktu dan tidak mau bekerja keras dan profesional . Dengan pemahaman KHA Dahlan yang mendalam akan Al Quran dan Hadits maka dua surah yang sangat pendeks tersebut dibaca, dipahami dan diamalkan yang dikemudian hari melahirkan program ,kegiatan dan amal usaha yang jumlahnya ribuan yang tersebar diseluruh Indonesia bahkan sudah menyebar luas di luar negri. Bagi KH Dahlan, bermuhammadiyah itu berIslam. BerMuhammadiyah itu mengamalkan Al Quran dan Assunah. Bermuhammadiyah menjadikan Islam sebagai solusi terhadap persoalan manusia, bermuhammadiyah itu menjadikan umat Islam sebagai âkhoiru ummahâ yang maju dan unggul serta memberikan manfaat terbaik bagi ummat manusia (QS Ali Imron : 110).
Membangun kebiasaan berzakat, infaq dan shodaqoh.
Mengapa? Meskipun kita sholatnya rajin, puasa sering, ibadah haji berkali kali akan tetapi bila kita egois dan tidak mau peduli pada orang lain maka ibadah kita menjadi tidak bernilai. Bahkan oarang yang sholat malah menjadi pengkianat agama ( QS Al Maâun) bila dengan sholatnya tidak membuatnya menyayangi anak yatim dan peduli pada fakir miskin (mustadh â afin).
Menjaga lisan dari perkataan yang tidak baik dan menghadirkan dosa.
Mengapa? Karena kebanyakan dosa anak Adam bersumber pada lisannya. Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW. âKebanyakan dosa anak anak adam itu pada lisannyaâ (HR Ath-Thabrani). Sungguh banyak bencana di dunia ini baik bencana peperangan, bencana rumah tangga, bencana kerusuhan yang disebabkan oleh lisan yang tidak terjaga.
Berjuang untuk selalu memakmurkan masjid dengan sholat berjamaah terutama sholat subuh berjamaah. Saat ini banyak masjid yang bangunannya megah dan mewah namun sayang masjidnya sepi dari jamaah dan kegiatan dakwah yang memberdayakan masyarakat. Kita bisa belajar dari masjid Pimpinan Ranting Muhammadiyah Jogokaryan yang makmur dan sejahtera. Sholat subuhnya hampir sama ramainya dengan sholat jumat. Kita juga bisa belajar pada Masjid âAl-Jihadâ Pimpinan Cabang Muhammadiyah Banjarmasin 04, yang shalat lima waktunya dihadiri sekitar 800 hingga 1000 jamaah. Infaq shalat jumatnya sekali jumatan 40 juta rupiah. Infaq sholat lima waktu perpekannya sekitar 40 juta rupiah. Masjid Muhammadiyah ini dalam waktu 1 bulan memili program dan kegiatan sebanyak 56 kali, memiliki ambulance sebanyak 6 buah, dua diantaranya mobil ambulan itu adalah mobil Alpard. Masjid ini selalu siap melayani jamaahnya selama 24 jam . Kita juga bisa belajar dari masjid Muhammadiyah Al-Falah Sragen yang makmur dan memakmurkan jamaahnya. Masjid di Al Falah ini buka 24 jam, menyediakan makan dan minum 24 jam, menyediakan tempat tidur selama 24 jam. Masjid ini mampu mengumpulkan infaq melalui Lazismu sebesar 300 juta â 600 juta tiap bulannya. Bahkan Ramadhan tahun ini terkumpul infaq lebihdari 1 miliar. Tiap bulan uang ini harus dimanfaatkan hingga habis untuk memakmurkan masjid dan jamaahnya. Masjid ini menggaji seluruh imam masjid dan marbotnya. Imam masjid Al Falah Sragen ada enam orang. Imam utamanya digaji empat kali UMR. Masjid Muhammadiyah Al Falah Sragen juga mengirim imam ke masjid masjid sekitar Sragen dan seluruh imam yang dikirim ke masjid masjid di sekitar Sragen tersebut di gaji dan diperhatikan kesejahteraannya oleh Masjid Al Falah.Masjid Al Falah ini setiap bulannya melaksanakan 156 program dan kegiatan untuk masyarakat. Berarti masjid ini setiap harinya memiliki 5 hingga 6 kegitan diluar sholat berjamaah. Masjid lain yang bisa dicontoh sebagai masjid yang makmur memakmurkan adalah masjid: Masjid 17 Agustus Kompleks PDM Banyumas, Masjid Al Fatah PDM Tulungagung yang dikenal masjid Abah Trimo, Masjid Al Ikhlas PRM Karangtawang Wangon, Masjid Muhammadiyah Darussalam PCM Mojotengah Wonosobo, Masjid Baitul Mukhlisin PRM Nologaten Ponorogo, Masjid Al Muqorrobin Kota Gorontalo dll. Kita semua sebagai muslim baik laki laki laki maupun wanita memiliki tugas untuk memakmurkan masjid. Allah SWT berfirman dalam Quran Surah At Taubah ayat 18: Sesungguhnya yang (pantas) memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, mendirikan salat, menunaikan zakat, serta tidak takut (kepada siapa pun) selain Allah. Mereka itulah yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. Melalui ayat ini Allah SWT meminta kita untuk memakmurkan masjid (Baitullah:rumah Allah) sebagai tempat terbaik dan paling dicintai Allah di muka bumi. Tugas paling pokok kita di muka bumi adalah âBeribadah kepada Allah SWT (QS Adz Dzariyat: 56). Bentuk paling nyata ibadah kita kepada Allah adalah âmenegakkan sholat lima waktuâ(QS Thoha:14). Sholat lima waktu yang terbaik adalah dilaksanakan di masjid secara berjamaah (QS At Taubah: 18) , dan akan lebih baik apabila para orang tua dapat menyelamatkan keluarga dan putra putrinya dari api neraka (QS At Tahrim: 6) dengan mendidik putra putrinya menjadi pejuang dan penegak sholat lima waktu (QS Ibrohim: 40) dengan sholat berjamaah di masjid bersama orang tuanya sebagai bukti kita memakmurkan masjid (QS At Taubah:18).
Apakah kriteria masjid itu makmur dan memakmurkan? Kreterianya antara lain: 1)Makmur sholat lima waktunya (banyak jamaah yang hadir sholat berjamaah) dan dipimpin oleh Imam Masjid yang mampu memimpin sholat jamaah dengan baik serta mampu mengasuh jamaahnya dalam kehidupan sehari hari. 2) Makmur Pengajiannya, 3) Makmur program dan kegiatannya, 4) Makmur zakat, infaq dan shodaqohnya, 5) Makmur dengan anak mudanya, 6) makmur anak anaknya (masjid ramah anak), makmur emak emaknya (kaum ibu), 7) makmur masyarakatnya karena diberdayakan dan disejahterakan oleh masjid, 8) dst. Bagi yang mamakmurkan masjid dijanjikan oleh Allah akan âfa âasa ulaaika ayyakuunu minal muhtadiinâ pasti menjadi orang yang memperoleh petunjuk oleh Allah yang akan mampu menjalani kehidupan dengan sukses dan mulia. Sedangkan Rasulullah mengabarkan bahwa orang yang memakmurkan masjid âRojulun qolbuhu muâalaqun fil masajidâakan mendapatkan perlindungan Allah di padang mahsyar pada saat tidak ada perlindungan kecuali dari Allah âsabâatun yudhilluhumullahu fii dhillihiâ(HR Bukhori dan Muslim). Oleh karena itu mari kita kelola masjid dengan managemen yang baik (profesional islami) agar masjid menjadi tempat yang indah dan bersih, masjid yang dirindukan atau ngangeni, masjid yang membuat jamaah nya bahagia (hayya âalal sholah, hayya âalal falah), masjid yang membuat jamaahnya betah, masjid yang memberikan layanan prima (ihsan) kepada siapapun yang datang ke masjid, masjid yang dicintai dan dipercaya jamaahnya, masjid masjid yang buka 24 jam dan siap menerima dengan hangat siapapun yang ingin rehat setelah lelah menghadapi kehidupan. Percayakan masjid dikelola oleh anak muda agar masjid makmur dengan kehadiran anak anak muda. Para senior cukup jadi pembina, penasehat atau pendamping kaum muda. Diseluruh indonesia ini seluruh masjid yang makmur pasti dikelola oleh mayoritas anak muda seperti: Masjid Sejuta Pemuda Sukabumi, Masjid pemuda Surabaya, Masjid Kapal Munzalan Pontianak, masjid Alfalah Sragen, Masjid Real Masjid Yogyakarta, masjid Ismu Yahya dll). Mari makmurkan masjid dengan mengajak anak anak kita ke masjid untuk sholat berjamaah, untuk mengaji dan menuntut ilmu, untuk bermain di komplek masjid dengan menyiapkan fasilitas bermain untuk mereka. Ingat Rasulullah rela menunda bangun dari sujud karena cucunya naik di punggung Rasulullah SAW. Para Sahabat mengira terjadi sesuatu pada Rasulullah atau Rasulullah sedang menerima wahyu karena saking lamanya beliau bangun dari sujud. Kemudian Rasulullah bersabda â Tidak, tidak. Tidak terjadi apa apa. Cuma tadi cucuku menaiki tubuhku dan aku tidak mau terburu buru sampai cucuku menyelesaikan mainnya dengan sendirinya (HR Nasaâi dan Hakim). Sultan Muhammad Al Fatih penakluk Konstantinopel (ketika berusia 21 tahun), mengingatkan kita semua âJika suatu masa kamu tidak mendengar lagi gelak tawa anak anak, riang gembira diantara shaf shaf sholat di masjid masjid, maka sesungguhnya takutlan kalian akan datangnya kejatuhan generasi muda di masa ituâ.
Untuk meraih kemenangan dan kejayaan di masa depan, untuk mewujudkan Indonesia yang adil makmur dan sejahtera dalam lindungan dan berkah Allah SWT maka mulai hari ini kita didik diri kita dan anak anak kita untuk menguasai ilmu (agama, sains dan teknologi) dan memiliki adab dan akhlak yang mulia. Semua ikhtiar ini akan berhasil bila dimulai dari masjid dan keluarga. Para suami ajak istrimu ke masjid, para istri ajak suamimu ke masjid, para orang tua ajak putra putrimu ke masjid. Jadikan memakmurkan masjid sebagai program dan gerakan bagi setiap keluarga muslim. Bagaimana mungkin kita akan bisa bersama sama (satu keluarga) ke syurga kalau ke masjid saja tidak bisa bersama sama. Tanamkan tekad (berazam) bahwa bila sudah ada panggilan adzan untuk sholat berjamaah di masjid maka nyatakan â Ikhlas ora ikhlas, Mangkatâ. Ikhlas ya berangkat, tidak ikhlaspun tetap berangkat ke masjid. Beribadah atau beramal memang harus ikhlas, namun jangan sampai beramal nunggu ikhlas. Kalau nunggu ikhlas baru beramal , maka tidak jadi beramal/beribadah. Bila kita berangkat ke masjid meski belum ikhlas, insya Allah diperjalanan ke masjid atau ketika sampai masjid ada peluang untuk ikhlas. Ingat ada ungkapan âLebih baik terpaksa masuk syurga dari pada suka rela masuk nerakaâ. Dalam kenyataanya untuk bisa menjadi orang baik, untuk rajin ibadah, bahkan untuk kesuksesan dan kemenangan harus dimulai dari memaksa diri bahkan terpaksa. Ingat firman Allah dalam Quran Surah At Taubah ayat 41




























