Jambore Media AfiliasiMu#3, Dadang Kahmad meminta Media Muhammadiyah Menjadi Penjaga Kualitas Informasi
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 22
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Tangerang – Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Jambore Media Afiliasi Muhammadiyah yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Jakarta pada 12-13 Agustus 2026. Ketua Pimpiann Pusat Muhamamdiyah Dadang Kahmad meminta Media Afiliasimu harus mampu mengambil posisi sebagai penjaga kualitas informasi ditengahnya derasnya informasi dari berbagai kanal digital.
Wakil Ketua MPI PP Muhammadiyah Roni Tabrani dalam laporannya mengatakan, Jambore Media Afiliasi Muhammadiyah telah digelar tiga kali yang diawali dari penyelenggaraan di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Pada penyelenggaraan jambore ketiga UMJ menjadi tuan rumah.
“Selain dalam rangka memberikan ruang bagi para pegiat media afiliasimu dalam jamboree ini juga akan diberikan penghargaan untuk Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir berupa Kartu Wartawan Utama yang diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Pers”,katanya, Rabu (12/8/2026).
Menurutnya, penghargaan tersebut memiliki makna penting. Haedar memiliki perjalanan panjang di dunia jurnalistik. Sejak mahasiswa, Haedar telah menjadi jurnalis dan tercatat dalam jajaran redaksi Suara Muhammadiyah hingga kini.
“Beliau bukan hanya jurnalis, tapi juga sangat lama jadi jurnalis. Beliau menjadi Ketum Muhammadiyah, menjadi tokoh bangsa, menjadi akademisi yang diakui dunia, tapi beliau tetap jurnalis,” ucapnya.
Diharapkan melalui Jambore Media AfiliasiMu #3, media-media afiliasi Muhammadiyah diharapkan semakin kuat dalam kapasitas jurnalistik, kualitas konten, dan kolaborasi.
“Bukan sekadar membuat konten yang ramai dibicarakan. Lebih dari itu, media Muhammadiyah diharapkan mampu membangun pengaruh positif melalui informasi yang benar, mencerahkan, dan bermanfaat bagi masyarakat”,ujarnya.
Dalam sambutannya, Ketua Pimpiann Pusat Muhamamdiyah Dadang Kahmad meminta Media Afiliasimu harus mampu mengambil posisi sebagai penjaga kualitas informasi ditengahnya derasnya informasi dari berbagai kanal digital.
“Kita membutuhkan media yang tidak hanya cepat, tetapi juga benar. Tidak hanya ramai, tetapi juga bermutu. Tidak hanya mengejar jumlah penonton dan pengikut, tetapi juga mampu membangun kepercayaan publik,” kata Dadang.

Menurutnya tantangan media saat ini bukan lagi kekurangan informasi. Justru sebaliknya, masyarakat menghadapi banjir informasi yang datang dari berbagai kanal digital. Persoalannya, tidak semua informasi tersebut benar. Rendahnya literasi digital membuat hoaks dan berita bohong mudah menyebar. Informasi juga kerap dikonsumsi berdasarkan emosi, bukan melalui sikap kritis dan rasional.
Karena itu, Dadang menegaskan media Muhammadiyah harus mengambil posisi sebagai penjaga kualitas informasi.
“Prinsip tabayyun harus menjadi etika utama dalam pengelolaan media kita. Kecepatan tidak boleh mengalahkan ketepatan. Popularitas tidak boleh mengalahkan kebenaran,” tegasnya.
- Penulis: Redaksi SieradMU
