Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Featured » Kasus Perceraian Tinggi, ‘Aisyiyah Soroti Dampaknya Terhadap Pemenuhan Hak Perempuan dan Anak

Kasus Perceraian Tinggi, ‘Aisyiyah Soroti Dampaknya Terhadap Pemenuhan Hak Perempuan dan Anak

  • account_circle Redaksi SieradMU
  • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
  • visibility 478
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sieradmu.com Yogyakarta – Merespons masih lemahnya pelaksanaan putusan pengadilan terkait pemenuhan nafkah dan perlindungan hak perempuan serta anak pasca perceraian, ‘Aisyiyah melalui Majelis Hukum dan HAM yang bekerjasama dengan Program INKLUSI ‘Aisyiyah menyelenggarakan Webinar Pemenuhan Hak Perempuan dan Anak Pasca Putusan Pengadilan pada Sabtu (27/12/2025).

Meskipun Secara regulatif, negara telah memberikan landasan perlindungan akan persoalan ini, akan tetapi dalam praktiknya, pelaksanaan putusan pengadilan masih menghadapi banyak kendala, mulai dari rendahnya kepatuhan mantan suami, sulitnya proses eksekusi, keterbatasan pembuktian kemampuan ekonomi, hingga belum adanya mekanisme lintas instansi yang terintegrasi.

Ketua Majelis Hukum dan HAM PP ‘Aisyiyah, Henni Wijayanti, menegaskan bahwa perceraian bukan sekadar berakhirnya ikatan perkawinan, melainkan membawa konsekuensi hukum jangka panjang, terutama bagi perempuan dan anak.

“Banyak putusan Pengadilan Agama yang secara normatif sudah adil, tetapi belum sepenuhnya menjamin terpenuhinya hak-hak perempuan dan anak dalam praktiknya. Keadilan sering kali berhenti di putusan, namun belum berlanjut pada pelaksanaan, kesenjangan antara norma hukum dan realitas sosial. Menurutnya, masih banyak perempuan pasca cerai yang tidak menerima haknya, sementara anak-anak kerap menjadi pihak yang paling dirugikan. Hak atas nafkah, pendidikan, dan pengasuhan sering kali terabaikan, padahal anak adalah subjek hukum yang harus dilindungi, bukan sekadar objek dari sengketa orang dewasa,” tegasnya.

Dijelaskan peran strategis Pos Bantuan Hukum (Posbakum) ‘Aisyiyah yang berada di bawah Majelis Hukum dan HAM. Posbakum diharapkan tidak hanya menjadi tempat konsultasi hukum, tetapi juga pusat edukasi hukum keluarga Islam yang berkeadilan gender serta pendampingan perempuan dan anak sejak proses persidangan hingga pasca putusan, termasuk dalam pengawalan eksekusi nafkah.

Sekretaris Umum PP ‘Aisyiyah sekaligus Koordinator Program INKLUSI ‘Aisyiyah, Tri Hastuti Nur Rochimah, mengungkapkan bahwa perhatian terhadap isu perempuan dan anak telah menjadi napas perjuangan ‘Aisyiyah sejak awal berdiri, termasuk dalam ranah hukum keluarga.

“Majelis Hukum dan HAM memang diberi mandat langsung oleh Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah untuk mengawal dan mendampingi isu-isu perempuan dan anak, khususnya dalam bidang hukum,” ungkap Tri.

Tri menilai kebijakan negara terkait pemenuhan hak perempuan dan anak pasca putusan pengadilan sebagai langkah progresif yang perlu terus dikawal bersama. “Pemenuhan hak perempuan dan anak pasca putusan pengadilan yang sudah digulirkan ini merupakan bagian dari komitmen negara, dan menjadi PR kita bersama untuk terus mensosialisasikan serta mendampingi implementasinya,” ujarnya.

Dalam paparannya, Hakim Agung Kamar Agama Mahkamah Agung RI, Muhayah, menjelaskan bahwa Mahkamah Agung terus mendorong lahirnya putusan yang tidak hanya berkeadilan secara normatif, tetapi juga dapat dilaksanakan secara efektif. Ia menegaskan bahwa SEMA Nomor 3 Tahun 2018 menjadi instrumen penting untuk memastikan hakim menetapkan nafkah anak, nafkah idah, dan mut’ah dengan mempertimbangkan kepentingan terbaik anak.

Namun, tantangan terbesar masih berada pada tahap pasca putusan, khususnya dalam pelaksanaan dan eksekusi. Oleh karena itu, Mahkamah Agung mendorong penguatan amar putusan yang lebih operasional serta sinergi lintas lembaga agar putusan benar-benar berdampak nyata bagi perempuan dan anak.

Dari perspektif pendampingan di akar rumput, Ketua Pos Bantuan Hukum (Posbakum) LBH Majelis Hukum dan HAM ‘Aisyiyah Jawa Tengah, Siti Kasiyati, memaparkan realitas kompleks yang dihadapi perempuan pasca perceraian. Data BPS menunjukkan sekitar 11,44 juta rumah tangga di Indonesia dikepalai oleh perempuan, yang sebagian besar menghadapi kerentanan ekonomi pasca putusan.

Banyak perempuan jatuh dalam kondisi “kemiskinan baru” akibat terputusnya nafkah, memikul beban ganda sebagai pencari nafkah sekaligus pengasuh anak, serta menghadapi stigma sosial sebagai janda cerai.

Kasiyati juga menyoroti dampak serius bagi anak-anak akibat tidak terpenuhinya nafkah pasca perceraian, mulai dari risiko putus sekolah, masalah gizi, hingga gangguan psikologis. Menurutnya, lemahnya mekanisme eksekusi putusan dan belum terintegrasinya kebijakan lintas sektor membuat perlindungan terhadap perempuan dan anak belum optimal. Karena itu, LBH ‘Aisyiyah mendorong pendampingan holistik yang mencakup aspek hukum, pemulihan psikososial, dan pemberdayaan ekonomi.

Dari sisi kebijakan pemerintah, Kepala Biro Hukum dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Agama RI, Imam Syaukani, menyampaikan bahwa Kementerian Agama saat ini belum memiliki regulasi khusus yang secara spesifik mengatur pemenuhan hak perempuan dan anak pasca putusan perceraian. Meski demikian, Kemenag telah mengambil langkah strategis melalui Nota Kesepahaman dengan Pengadilan Agama di berbagai daerah untuk memperkuat pelaksanaan putusan, termasuk mekanisme pemotongan gaji bagi mantan suami yang berstatus aparatur sipil negara.

Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Madya Substansi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak SUPD IV Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI, Sri Utami, menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menjembatani kebijakan pusat dengan implementasi di lapangan. Ia menekankan perlunya penguatan regulasi daerah, penganggaran yang responsif gender, serta optimalisasi peran dinas terkait agar pemenuhan hak perempuan dan anak pasca putusan tidak menjadi persoalan individual, melainkan ditangani secara sistemik dan berkelanjutan.

Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang, Rokhanah, membagikan praktik baik pemenuhan hak perempuan dan anak pasca putusan pengadilan di Jawa Tengah. Rokhanah menekankan pendekatan from awareness to action, yaitu menempatkan pengadilan tidak hanya sebagai pemutus perkara, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem perlindungan melalui amar putusan yang responsif, penguatan koordinasi lintas lembaga, serta sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

Melalui webinar ini, ‘Aisyiyah menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pemenuhan hak perempuan dan anak pasca putusan pengadilan. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar-lembaga, memastikan putusan pengadilan tidak berhenti pada aspek formal, serta benar-benar menghadirkan keadilan yang berdampak nyata bagi kehidupan perempuan dan anak. (Nur/*)

  • Penulis: Redaksi SieradMU

Rekomendasi Untuk Anda

  • Legislator DPRD Jateng Kadarwati Pastikan Para Penerima Beasiswa PIP Aspirasi Puan Maharani Tepat Sasaran

    Legislator DPRD Jateng Kadarwati Pastikan Para Penerima Beasiswa PIP Aspirasi Puan Maharani Tepat Sasaran

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Anggota DPRD Jawa Tengah, Kadarwati memastikan bantuan Pendidikan berupa beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) aspirasi dari Ketua DPR-RI tepat sasaran untuk para siswa di daerah, utamanya yang kurang mampu untuk menunjang biaya pendidikannya. Hal tersebut disampaikan saat penyerahan program PIP bagi siswa SMK Kristen 5 Klaten, Rabu (5/8/2026). Setiap siswa penerima bantuan […]

  • Rayakan Hari Kemenangan, Gema Takbir Idul Fitri Berkumandang di Seluruh Penjuru Klaten

    Rayakan Hari Kemenangan, Gema Takbir Idul Fitri Berkumandang di Seluruh Penjuru Klaten

    • calendar_month Minggu, 30 Mar 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 638
    • 0Komentar

    sieradmu.com Klaten – Seluruh ummat islam di Kabupaten Klaten merayakan hari raya idul Fitri 1446 Hijriyah pada hari ini sesuai dengan hasil sidang isbat yang digelar Pemerintah kemarin. Gema takbir berkumandang di seluruh penjuru kota bersinar. Mereka bergembira metayakan hari kemenangan setelah sebulan menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Pantauan sieradmu media rombongan peserta takbir banyak ditemui […]

  • The techniques working in alternating banker roles makes Chemin de- Fer another type of and you may entertaining baccarat variation

    The techniques working in alternating banker roles makes Chemin de- Fer another type of and you may entertaining baccarat variation

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 49
    • 0Komentar

    The rules are the same as with basic baccarat, however the less dining table and smaller amount of participants carry out a beneficial much more intimate and engaging ambiance. Baccarat is available in numerous prominent alternatives, per providing a new playing experience. Paul focuses on comparing internet casino systems, analyzing baccarat application, video game interfaces, […]

  • Dakwah Ramadhan di Lereng Merapi, PCA Kemalang Gelar Pengajian dan Santunan Yatim

    Dakwah Ramadhan di Lereng Merapi, PCA Kemalang Gelar Pengajian dan Santunan Yatim

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 691
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Pimpinan Cabang Aisyiyah Kemalang, Kabupaten Klaten menggelar pengajian Ramadhan sekaligus santunan anak yatim di gedung dakwah Muhammadiyah setempat, Selasa (4/3/2025). Dalam kesempatan tersebut , Ketua Lembaga Budaya Seni dan Olahraga  ( LBSO  ) Pimpinan Daerah Aisyiyah  ( PDA  ) Kabupaten Klaten, Istikomah, menyampaikan beberapa hal dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1446 […]

  • Tingkatkan Kualitas Asuhan, Tim PKM UMKLA Gelar Coaching Pengembangan Model Ronde Keperawatan Terstruktur

    Tingkatkan Kualitas Asuhan, Tim PKM UMKLA Gelar Coaching Pengembangan Model Ronde Keperawatan Terstruktur

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Klaten (UMKLA) menyelenggarakan kegiatan Coaching Pengembangan Model Ronde Keperawatan Terstruktur untuk Optimalisasi Patient Safety pada Jumat, 13 Februari 2026, di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah yang didukung oleh Hibah Riset Muhammadiyah (RisetMu) Batch IX Tahun […]

  • Kantongi 24 Cabup Potensial, Ketua Gerindra Jateng : Kalau Klaten Saya Pingginnya Benny Jadi Cabup

    Kantongi 24 Cabup Potensial, Ketua Gerindra Jateng : Kalau Klaten Saya Pingginnya Benny Jadi Cabup

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2024
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 1.532
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Kemenangan pasangan calon presiden dan wakil presiden, Prabwo Subiyanto dan Gibran Rakabuming Raka (Prabowo-Gibran) dalam Pilpres 2024 membuat partai Gerindra semakin percaya diri dalam menghadapi Pilkada Serentak. Di Jawa Tengah misalnya, DPD Partai Gerindra telah mengantongi calon potensial kepala daerah di 25 kabupaten yang ditargetkan untuk memenangkan kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) […]

expand_less