Keren, Pagelaran Wayang Kulit di Dies Natalis Unwidha Tampilkan Dalang dari Mahasiswa Sendiri
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
- visibility 342
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten – Mengawali rangkaian kegiatan Dies Natalis, Universitas Widya Dharma Klaten menggelar Wayang kulit dengan lakon Bimo Suci di halaman kampus setempat, Jum’at (28/11/2025). Namun ada yang berbeda dari pagelaran wayang itu karena Unwidha menampilkan mahasiswanya sendiri sebagai dalang.
Menurut Wakil Rektor Bidang Akademi, Purwo Haryono, mahasiswa yang tampil dalam pagelaran wayang kulit ini adalah Ki Tegar Gemilang, mahasiswa program studi Bahasa jawa Unwidha Klaten. Selain sebagai symbol generasi muda yang cinta budaya, sebagai kampus berdampak, Unwidha juga berkewajiban memperkenalkan potensi mahasiswa yang memiliki bakat mendalang melalui pagelaran ini.
“Kampus memegang peran krusial sebagai motor penggerak dan pusat edukasi dalam pelestarian budaya wayang kulit, terutama dengan melibatkan generasi muda (mahasiswa) sebagai agen perubahan. Peran ini diwujudkan melalui berbagai inisiatif akademik dan non-akademik, penyelenggaran wayang kulit ini sekaligus sebagai bentuk komitmen Unwidha Klaten dalam melestarikan kesenian tradisional seperti wayang kulit”,katanya.
Rektor Unwidha Klaten, Profesor Triyono mengungkapkan Sesuai dengan lakon Bimo Suci yang dibawakan oleh ki dalang Tegar, banyak pesan moral dalam pementasan tersebut, salah satunya, untuk saling menghargai dan menghormati satu sama lainnya tanpa membedakan pangkat, derajat serta golongan.
“ Pesan moral dari lakon pagelaran wayang kulit tersebut adalah kita semua harus menghargai, menghormati sesama, tanpa membedakan pangkat derajat. Karena setiap manusia diberikan kelebihan masing-masing, serta diberikan kekurangan Masing-masing, Maka marilah samping menghargai dan menghormati satu sama lainya,” ungkap Rektor.
Sedangkan Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten Slamet, menyebut wayang merupakan salah satu karya kerajinan bangsa Indonesia khususnya budaya Jawa yang telah diakui dunia sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO.
“Kisah-kisah dalam pewayangan dirangkai bukan sekedar untuk menghibur tetapi juga memberikan tuntunan petuah moral dari generasi ke generasi maka sangat tepat jika perayaan Dies Natalis yang ke-56 tersebut menghadirkan pertunjukan wayang kulit sebagai refleksi bahwa pendidikan ilmu pengetahuan dan kebudayaan harus berjalan secara beriringan”,ucapnya.
Seperti diketahui Unwidha Klaten dalam perkembangannya terus berupayameningkatkan mutu pendidikan, belum lama ini Unwidha telah membuka program diploma III Farmasi yang dalam waktu singkat setelah SK turun langsung memulai perkuliahan gelombang perdana. Dalam waktu dekat kampus yang dirintis Yayasan Pendidikan Indonesia ini juga segera membuka program Jurusan S2 Manajemen, yang dikenal sebagai Magister Manajemen (M.M.) atau Magister Ilmu Manajemen (M.Si.) (nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
