Kuatkan Implementasi Nilai Pancasila di Era Global, Anggota MPR RI Ini Gelar Sosialiasi 4 Pilar di Gamping Sleman
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
- visibility 178
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Sleman – Pancasila sebagai ideologi negara berfungsi sebagai pedoman mendasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara untuk mewujudkan cita-cita nasional. Ini mencakup peran sebagai pemersatu bangsa, dasar penyelenggaraan negara, serta panduan moral dan perilaku masyarakat. Pancasila mengarahkan pembangunan nasional dan memelihara identitas bangsa Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Anggota MPR-RI, A-212 Fraksi PDI Perjuangan, Daerah Pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta, GM.Totok Hedi Santosa, menyampaikan hal tersebut sebagai nara sumber dalam sosialisasi empat pilar kebangsaan, Pancasila, UUD-1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika yang berlangsung di ruang pertemuan Dukuh Kwarasan, Desa Nogotirto, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Selasa (10/2/2026)siang.
“Perkembangan zaman kembali mengingatkan kita untuk mempeteguh jati diri bangsa yakni Pancasila sebagai ideology negara yang didalamnya terdapat norma yang mampu menjadi saringan nilai, sikap, dan pengetahuan dari luar agar tidak menghilangkan kepribadian bangsa Indonesia”,katanya dihadapan ratusan peserta yang hadir ditempat tersebut.

Nampak terlihat pserta begita terbawa dengan penjelasan yang sangat relevan dengan situasi sekarang yang sangat memerlukan Pancasila sebagai Penguat Identitas Nasional dengan lima sila didalamnya.
Dijelaskan, Pancasila berfungsi sebagai arah atau tujuan akhir dari penyelenggaraan berbangsa dan bernegara, yaitu mewujudkan kehidupan yang adil, makmur, dan beradab berdasarkan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan.
“Pancasila mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan, dan teknologi, serta aspirasi masyarakat tanpa kehilangan nilai dasarnya. Keberadaannya sebagai solusi segala persoalan, termasuk persoalan yang muncul akibat globalisasi, seperti individualisme dan ketidakpedulian sosial ditengah tantangan global terhadap jati diri bangsa, adanya degradasi nilai serta kuatnya pengaruh Arus informasi dan budaya asing yang massif berpotensi menghilangkan nilai-nilai budaya lokal”,jelasnya. (Nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
