Sieradmu.com Klaten – Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Klaten menggelar pameran dan kontes bonsai lokal selama tiga hari di Lapangan Gentang, Desa Dompyongan, Kecamatan Jogonalan Klaten, Jawa Tengah, 22-25 Mei 2024.

Ketua Rating Barat PPBI Kabupaten Klaten, Suyata mengatakan , pameran bonsai lokal terbuka diikuti 15 Cabang PPBI di Jawa Tengah. Tujuannya untuk menmgangkat perekonomian masyarakat melalui kreasi seni bonsai, memersatukan bangsa melalui bonsai.

“Ada 248 bonsai yang masuk kelas prospek da nada 58 bonsai untuk kelas jadi, untuk jenisnya ada beragam bonsai serut, ficus, anting putri, sisir, ileng-ileng, cemara udang, asam Jawa, dan lain-lain”,katanya.

Untuk Harganya , ditaksir mulai dari puluhan juga rupiah sampai ratusan juta rupiah. Umur pohon bonsai yang ditampilkan beragam. Ada yang diperkirakan berumur lebih dari 50 tahun.

“Harga bonsai sangat relative, namun untuk harga tertinggi dalam pameran ini yang termahal baru pohon siansi, tadi sudah ada yang menawar 150 juta tetapi belum dilepas, kalau ditawar 250 juta kami lepas”,ucapnya.

Suyata menyebut jumlah penggemar maupun petani bonsai di Klaten terus meningkat dari tahun ke tahun. Saat ini, hampir di setiap wilayah ada pembudi daya bonsai. Mereka rata-rata mengembangkan bonsai dari cangkok atau biji.

Dalam pameran tersebut Bowo Haryono, pecinta bonsai asal Klaten juga membawa satu pohon kategori prospek dengan nomor registrasi 267.

“Dikelas prospek bonsai anting putri bisa tembus hingga 500 juta, Bonsai anting putri dikenal karena keindahan dan keanggunannya yang menawan.Dengan daun-daun kecil yang tumbuh rapat dan mahkota yang teratur, tanaman ini memberikan sentuhan estetika yang luar biasa di mana pun ditempatkan”,pungkasnya. (nur)