Mengarah Ke Pusat Pelatihan Bahasa, Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah Mulai Pembangunan Gedung MTC
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
- visibility 69
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
sieradmu.com Kulon Proggo – Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah melakukan ground breaking pembangunan Gedung Muhammadiyah Training Center (MTC), Sabtu (9/5) di Dishil, Salamrejo, Sentolo, Kulon Progo.
Pembangunan gedung MTC diatas lahan seluas 5.1792m2 ini merupakan inisiasi Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah sejak bulan Oktober 2025. Ground breaking pembangunan Gedung MTC dilakukan Ketu PP Muhammadiyah Irawan Akib didampingi Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah Didik Suhardi, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan dan lainnya.
Salah satu program MTC nantinya akan ada pelatihan bahasa melalui program double track kerja sama Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah dengan pihak Jerman. Program tersebut menunjukkan perkembangan yang siginifikan dimana total murid kita yang mengikuti program double track yang nanti akan kita berangkatkan ke Jerman se-Indonesia ada 970 anak.
Konsep dari MTC ini memadukan kelas berbasis experience learning. Ada klaster laboratorium, inkubasi bisnis, zona teknologi dan media masa depan, juga leadership.
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah Didik Suhardi mengharapkan Gedung MTC ini diproyeksikan menjadi pusat bahasa. Baginya, ini sangat penting bagi siswa Muhammadiyah, lebih-lebih ketika melanjutkan studi di luar negeri.
“Dengan hadirnya anak-anak kita yang belajar di luar negeri tentu akan mensyiarkan, mendakwahkan Muhammadiyah, sehingga bisa dirasakan nilai-nilai Kemuhammadiyahan di luar negeri,” tekannya.
Di samping itu, MTC dikonstruksikan sebagai Tefa (teaching factory). Artinya, fokus pada penjurusan yang dibutuhkan oleh dunia industri masa kini.
“Walaupun tidak banyak (jurusannya), tapi paling tidak kita bisa membantu MTC ini sebagai salah satu pasangan industrinya, sehingga anak-anak di sekitar sini tidak kesulitan mencari tempat pelatihan atau praktik kerja lapangan (PKL),” imbuh Didik.

Demikian pula, akan menjadi pusat pelatihan, baik bagi kepala sekolah, guru, maupun peserta didik. “Kita optimalkan pemanfaatan gedung ini sehingga kita bisa meningkatkan kualitas pendidikan Muhammadiyah,” tegasnya. Bersamaan dengan itu, tambah Didik, tempat penempaan ideologi Muhammadiyah.
“Harapannya akan jadi tempat untuk Baitul Arqam, sehingga kader Muhammadiyah mulai dafi ideologi, komitmen, wawasan mereka terhadap nilai-nilai Kemuhammadiyahan akan semakin baik,” tandasnya.
Wakil Ketua PWM DIY Gita Danu Pranata mengapresiasi atas ground breaking Gedung MTC ini. Bagi Gita, gedung ini nantinya bisa dijadikan tempat pengembangan kualitas pendidikan Muhammadiyah.
“Itu semua adalah bagian dari dakwah Persyarikatan yang ada di Kulon Progo yang semoga nanti banyak bermanfaat buat kita smeuanya, khususnya warga Persyarikatan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketu PP Muhammadiyah Irawan Akib mendorong agar proses pembangunan Gedung MTC bisa segera selesai dan digunakan sebagaimana semestinya. Lebih-lebih pangkalnya menjadi tempat pelatihan bagi kepala sekolah, guru, maupun peserta didik.
“Program ini akan menjadi sangat bagus bagi perkembangan pendidikan baik di Muhammadiyah maupun pendidikan kita secara nasional,” pungkasnya. (Rachma)
- Penulis: Redaksi SieradMU
